TasPro, Program Hunian Nyaman Bagi Pensiunan ASN dan Taspen

Spread the love

Ambontoday.com, Ambon.- PT. Taspen Persero tahun 2021 melalui anak perusahaan Tas Pro (Taspen Properti) telah meluncurkan salah satu program yang diidam idamkan oleh ASN di masa sekarang maupun yang akan datang yakni kepemilikan Rumah Hunian yang nyaman dan aman.
Untuk itu, Taspen bekerjasama dengan Pin Home salah satu perusahaan dibidang properti tahun ini telah meluncurkan program Pencaharian dan Kepemilikan Rumah Hunian. Hal ini disampaikan Kepala PT.Taspen Persero Cabang Ambon, Surya Mustafa, kepada wartawan di kediamannya, Sabtu 30 Januari 2021.
Menurutnya, program penyediaan Rumah Hunian ini ditujukan kepada Aparatur Sipil Negara dan Pegawai Taspen, dan program ini sudah dilaunching di Jakarta dan kedepannya akan dilaksanakan di daerah daerah termasuk di Maluku.
“Jadi program ini memang sengaja diluncurkan karena berkaca dari pengalaman dan kenyataan bahwa banyak sekali pensiunan khusunya pegawai pemerintah yang saat pensiun belum memiliki rumah hunian yang layak, nyaman dan aman.
Untuk itulah program ini hadir sebagai bentuk kepedulian PT Taspen terhadap para pegawai pemerintah maupun pegawai Taspen sendiri, sehingga saat pensiun nanti mereka bisa menikmati kehidupan mereka di tengah rumah hunian yang nyaman, aman dan sejahtera.
Melalui program ini, ada banyak kemudahan kemudahan yang dapat dinikmati oleh ASN maupun pegawai Taspen,” jelas Surya. AT008

Baca Juga  Berikut adalah versi berita serimonial dari rilis tersebut, dengan judul yang menarik: --- Pemkot Ambon Tegaskan Komitmen Penataan Pasar Batu Merah: Tidak Sekadar Menertibkan, Tapi Juga Mencarikan Solusi AMBON, 25 Juni 2025 — Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan bahwa penataan Pasar Batu Merah merupakan bagian dari komitmen serius dalam 17 Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, khususnya pada prioritas ke-4. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemkot Ambon, Ronald Lekransy, Rabu (25/6), dalam keterangan resminya kepada awak media. Lekransy menjelaskan bahwa kebijakan terkait Pasar Batu Merah telah melalui kajian yang matang dan komprehensif, dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan masyarakat, strategi penanganan, hingga dampak sosial dan ekonomi yang mungkin timbul. > “Penataan Pasar Batu Merah bukan keputusan yang diambil secara sepihak atau terburu-buru. Ini bagian dari strategi besar Pemerintah Kota dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya. Wali Kota Ambon, Bodewin Watimena, lanjut Lekransy, secara konsisten menekankan bahwa penataan pasar harus tetap berpihak kepada rakyat, terutama para pedagang kecil. Maka dari itu, dalam proses penertiban ini, pemerintah juga memikirkan solusi jangka panjang dan alternatif tempat yang layak bagi para pedagang. > “Tidak mungkin pemerintah mematikan ekonomi masyarakat. Kita tertibkan, tapi juga harus beri solusi. Ini soal keberlangsungan hidup para pedagang,” ujar Lekransy. Ia menambahkan, Pasar Batu Merah telah eksis sejak lama dan berkembang secara alami bersama dinamika kawasan Batu Merah. Oleh karena itu, upaya penataan tidak bisa dilakukan secara instan atau represif, melainkan secara bertahap dan terukur. Saat ini, Pemkot Ambon mengambil langkah penataan, bukan penertiban dalam arti sempit. Pedagang dilarang menempati badan jalan, namun sementara waktu diberi ruang di trotoar hingga pembangunan pasar dan solusi permanen disiapkan. Lekransy juga meluruskan pernyataan yang sempat beredar di media sosial dan beberapa media lokal, terkait tudingan bahwa Wali Kota Ambon kurang berani dalam menangani persoalan Pasar Batu Merah. > “Ini bukan soal nyali. Pemerintah punya strategi. Penanganan pasar ini mempertimbangkan aspek sosial untuk menghindari konflik, aspek ekonomi agar ekonomi tetap tumbuh, dan aspek keadilan agar semua warga merasa diperlakukan setara,” katanya. Ia menegaskan bahwa Pemkot terbuka terhadap kritik dan masukan, namun mengimbau agar penyampaian di ruang publik tetap menjaga nilai-nilai budaya ketimuran dan mengedukasi masyarakat secara positif. Sebagai penutup, Lekransy berharap seluruh pihak, termasuk DPRD, bisa bekerja sama dalam semangat kolaborasi untuk menciptakan solusi terbaik bagi masyarakat Kota Ambon. > “Kami berharap penataan pasar ini tidak hanya menjadi solusi sesaat, tapi menjadi langkah berkelanjutan menuju kota yang lebih tertib, adil, dan sejahtera,” tutupnya. --- Jika Anda menginginkan versi cetak, infografis, atau teks untuk media sosial juga, saya bisa bantu menyusunnya.