Temorubun, Anggaran MBG Tepat Sasaran Itu Langsung ke Penerima Manfaat

Spread the love

Ambon, ambontoday.com – Mengkritisi persoalan perekrutan tenaga maupun penanggungkawab dalam penanganan Makan Berisi Gratis (MBG) yang metesahkan bahkan membuat rugi masyarakat dari sisi material.

Hingga ada yang harus berurusan dengan pihak kepolisian karena diduga memakai kesempatan dan barusan kemuasaan untuk meraut untung dari masyarakat.

Menyikapi hal itu, Petrus Emanuel Temorubun. S.IP Memberikan Solusi terkait munculnya Permasalahan yang datang dari proses perekrutan sampai Pengelolaan Makanan Bergizi Gratis (MBG) akhir” ini.

Yang pertama Patut di Apresiasi adalah Gagasan Besar Presiden RI Bapak Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Bapak Gibran Rakanuming Raka yang dengan Semangat Cinta kepada Negara Bangsa dan Masyarakat Indonesia teruatama Anak Sekolah, Ibu Hamil, Lansia dan semua masyarakat yang menjadi target Penguatan Gizi Nasional maka lahirlah yang namanya Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Setelah semua Proses telah berjalan semenjak terbentuknya Kelembagaan Badan Bergizi Nasional (BGN) sampai dengan saat ini telah melewati Banyak Fase dengan Isu Anak” Keracunan, Penyalahgunaan Keuangan, Penyalahgunaan Kewenangan ini cukup menimbulkan Keresahan dan Keraguan di ruang Publik Bagi Penerima Manfaat MBG itu sendiri maupun Masyarakat yang direkrut untuk Berpartisipasi di dalam Proses Pengelolaan MBG secara Teknis juga muncul keraguan di tengah Masyarakat terkait isu-isu yang cukup meresahkan demikian.

Olehnya itu Saya Sebagai Anak Muda Indonesia Mengusulkan Solusi terkait Proses Makanan Bergizi Gratis yang Merupakan Ide dan Gagasan Muliah karena langsung Memberikan Makanan sehat juga Bergizi kepada anak Bangsa ini Sebaiknya Dana Makanan Bergizi Gratis ini ditranfer langsung kepada terget Penerima di Seluruh Wilayah Indonesia agar Proses Pengelolaan Gizi di rumah lebih Mandiri dan pasti sesuai dengan harapan, disisi lain para Penerima Manfaat MBG juga bisa menyesuaikan Konsumsi yang cocok dengan kondisi tubuhnya kenapa demikian karena ada Orang yang alergi terhadap makanan tertentu sejak lahir ataupun pantangan lain yang harus dijaga secara kesehatan.

Di lain sisi isu-isu yang cukup meresahkan itu dengan sendirinya hilang dan Negara tidak kesulitan untuk mengklarifikasi Ini dan itu terkait Kondisi lapangan karena semuanya sudah ditargetkan bagi seluruh penerima Manaaf di Indonesia.

Nah selanjutnya tinggal Badan Gizi Nasional menyipakan Semua Staf yang terbentuk Se -Indonesia dari Tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten, Kecamatan/Distrik, Desa/Kelurahan, RW/RT, Dusun untuk mengawal dan Mengawasi setiap penerima manfaat tersebut pada saat jam makan dan juga Memastikan Gizi maupun Peningkatan Imun setiap saat minggu, Bulan, Triwulan, Semester dan Pertahun.

Jika Penerima Manfaat tidak Konsisten menjaga Gizi dan hanya menggunakan Dana MBG yg di tranfrer ke Rekening pribadinya untuk Kebutuhan lain maka diberikan SP1, selanjutnya jika belum tertib Gizi juga SP2 sampai SP3 maka Penerima Manfaat langsung di Black List.
Ini Menurut saya sebagai Anak Bangsa Indonesia Menilai Lebih tertib dan Akurat baik Kerja Keras, Kerja Cepat dan Kerja Cerdas BGN akan lebih pasti dan terukur dan bebas dari Isu-isu liar yang hanya mengganggu Konstalasi Bangsa apalagi Program Muliah yang persentuhan langsung dengan Perut Manusia Masyarakat Indonesia.

Olehnya itu Saya Menghimbau dan Meminta dengan Hormat kepada Kepala Badan Gizi Nasional, Teristimewah Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Bapak Gibran Rakabuming Raka agar lebih jelih dan Presisi dalam menyikapi ini demi membangun Anak Bangsa yang Bergizi, sehat, Cerdas, Kuat dan Tangguh dalam Membangun Bangsa Indonesia Saat ini Maupun pada masa depan Bangsa Indonesia lebih Maju dan Berdaya Saing secara Global di tengah Bonus Demografi Indonesia dalam Target tahun Emas Indonesia 2045. (AT/OM)