Belum Rampung, Proyek 6 Bangunan SMA Negeri 16 KKT Sarat Masalah

Spread the love

Ambon, Ambontoday.com.- Pembangunan Fisik Gedung SMA Negeri 16 Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) yang berlokasi di Desa Ottemer (Batu Putih), Kecamatan Wermaktian, Kabupaten KKT sarat masalah, dan sampai saat ini belum terselesaikan, padahal 6 Bangunan yang dikerjakan 2 Kontraktor berbeda tersebut sudah melewati masa tenggat waktu.

Sejumlah permasalahan muncul dibalik pembangunan 6 gedung masing-masing Gedung Ruang Kepala/Pimpinan (Kantor), Gedung UKS, Gedung Tata Usaha, Gedung Laboratorium Kimia, Gedung Perpustakaan, serta Gedung Laboratorium Komputer.

Sesuai data LPSE Provinsi Maluku, proyek pembangunan Gedung Kepala/Pimpinan (Kantor) beserta perabotnya dikerjakan oleh CV.Fikry Pratama dengan nilai Rp.339.586.000, Gedung UKS beserta perabotannya dikerjakan oleh CV. Fikry Pratama dengan Nilai Rp.378.034.000, Gedung Tata Usaha beserta perabotannya dikerjakan oleh CV.Arsaf Mandiri dengan nilai Rp.339.586.000.

Gedung Laboratorium Kimia beserta perabotannya dikerjakan CV.Arsaf Mandiri dengan nilai Rp.608.723.000, Gedung Perpustakaan beserta perabotannya dikerjakan CV.Arsaf Mandiri dengan nilai Rp.493.379.000, dan Gedung Laboratorium Komputer dikerjakan CV.Arsaf Mandiri dengan nilai Rp.378.034.000.

Sejak awal pekerjaan proyek 6 bangunan ini sudah bermasalah, mulai dari Papan proyek yang tidak dipasang di setiap bangunan proyek, pekerjaan fisik proyek di lapangan sampai pada persoalan pembayaran upah pekerja yang sampai kini masih menyisahkan persoalan.

Bahkan anehnya lagi, ada perusahan yang sesuai data LPSE bukan pemenang tender pekerjaan proyek itu malah terlibat dalam pembangunan salah satu gedung yakni Gedung Tata Usaha, yang dikerjakan oleh CV.Nini Permai, padahal perusahaan ini bukan pemenang tender sesuai data LPSE.

Terkait pekerjaan Gedung TU, Kepala Bidang SMA, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Sirhan Jul Chaidir,S.sos. M.Si yang dikonfirmasi media mengaku kalau hal itu tidak diketahuinya.

“Silahkan konfirmasi langsung saja dengan pihak LPSE,” jawabnya singkat lewat pesan Whatsapp, Sabtu 22 Januari 2022.

Baca Juga  Pemkot Ambon Gelar Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1444 H

Dari informasi yang diperoleh media ini dari masyarakat setempat, awal pekerjaan bangunan proyek tersebut bermasalah mulai dari pekerjaan fisik bangunan juga kedalaman pondasi gedung yang tidak sesuai standar dengan kondisi tanah di lokasi proyek, timbunan yang menggunakan batang pohon kemudian ditutup dengan tanah.

Bahkan pengakuan pengawas Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Pak Poly, yang turun kelokasi proyek pembangunan pertengahan Desember 2021, menyampaikan kalau pekerjaan fisik proyek di lapangan sarat masalah.

“Bapa wartawan, beta baru pulang mengawas langsung di lapangan, memang pekerjaan proyek di sana sarat masalah,” ungkapnya di hadapan Kepala Bidang dan PPTK pertengan Desember 2021.

Menanggapi sejumlah permasalahan yang terjadi di lokasi proyek, Kepala Bidang SMA, Sirhan Jul Chaidir menyampaikan dirinya akan segera mendesak pihak kontraktor untuk menyelesaikan perkerjaan dan permasalahan yang terjadi di lokasi proyek.

“Saya akan mendesak pihak ketiga untuk menyelesaikan seluruh permasalahan terkait pekerjaan proyek di lapangan. Jika hal itu tidak dilakukan maka pencairan dana proyek tahap III akan kita tahan sampai pihak kontraktor dapat menyelesaikan persoalan yang terjadi di lapangan,” tandas Sirhan.

Dirinya menambahkan, sampai batas waktu pekerjaan belum juga selesai, maka sesuai aturan pihak kontraktor akan dikenakan sanski sebagaiamana mestinya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 16 KKT, Ny.Watutamata yang dikonfirmasi media ini via telephone seluler, Jumat 21 Januari 2022 menyampaikan, memang pekerjaan fisik bangunan di lapangan sampai saat ini belum selesai dan masih berjalan.

Sementara terkait sejumlah persoalan yang muncul dibalik pekerjaan proyek dilapangan, Kepala Sekolah mengaku sampai saat ini persoalan upah kerja tukang yang bekerja di proyek itu juga masih menjadi persoalan, bahkan dirinya didatangi para tukang untuk dimintai pertanggungjawaban soal upah mereka.

Baca Juga  Wujudkan Ambon Sebagai Smart City, Pemkot Luncurkan Aplikasi Perpustakaan iAmbonmanise’

“Iya untuk upah pekerja atau tukang ini juga masih bermasalah, sampai ada yang menemui saya dan menanyakan soal upah kerja mereka, tapi saya bilang tidak tahu karena itu bukan tanggungjawab saya.

Sementara terkait kualitas pekerjaan fisik bangunan di lapangan itu juga ada sejumlah masalah, malah ada bangunan yang dibangun tidak memakai rem balok,” jelas Kepsek.

Dirinya mengaku, selalu menyampaikan perkembangan proyek di lapangan kepada Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi Maluku.

“Sebagai Kepala Sekolah saya selalu menyampaikan laporan terbaru terkait perkerjaan dilapangan kepada Kepala Bidang. Namun saya juga menyesal dengan sikap para kontraktor yang sejak awal ketika akan melakukan pekerjaan tidak menemui saya sebagai Tuan Rumah.

Mestinya kordinasi dilakukan dengan pihak sekolah terlebih dahulu sebelum memulai pekerjaan. Dengan begitu kita juga akan berkoordinasi dengan pemerintah Desa setempat untuk selalu memantau pekerjaan proyek di lapangan setiap saat sehingga tidak muncul berbagai masalah seperti ini,” sesal Watutamata.

Sementara itu, sesuai informasi yang diperoleh media ini, selain upah pekerja yang belum dibayarkan, ada juga pembayaran material kayu yang dipesan dari warga setempat untuk menara kerangka bangunan juga belum dibayar lunas.

Berita Terkini