AmbonToday
Menu Utama

Teguh Santosa Bicara Masa Depan Media Siber indonesia

Y

Oleh: Yehuda

Saturday, 27 February 2021 | 11:22 WIT

Bagikan:
Teguh Santosa Bicara Masa Depan Media Siber indonesia
Jakarta β€” Ambontoday. com, Budayawan dan pendiri Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) bersama wartawan senior Teguh Santosa membedah sekaligus mengulas bagaimana masa depan media online. Teguh Santosa yang adalah CEO RMOL Network menjelaskan perkembangan awal media massa berbasis internet di Indonesia terjadi pada dekade 1990an.

Dia mengatakan, pada masa itu jumlah pengakses internet belum begitu banyak, baru pada kisaran 500 ribu orang yang kebanyakan mengakses internet dari perkantoran. Ketika itu media massa berbasis internet atau media online yang terkenal antara lain adalah Detik. com, Lippostar. com, dan Astaga. com.

Namun karena market belum begitu besar, satu persatu media online yang ada tumbang. Hanya yang militan dan tidak menggunakan investasi besar, seperti Detik. com pada masa itu, yang dapat bertahan.

Selain itu, Detik. com memiliki warna pemberitaan yang berbeda dibandingan dengan kebanyakan media cetak mainstream pada masa itu. "Saat itu hanya orang-orang yang bekerja di perkantoran yang bisa mengakses internet," kata Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) ini dalam program Jaya Suprana Show bertajuk β€œMasa Depan Media Online”, Jumat (26/2).

Mantan Anggota Dewan Kehormatan PWI itu mengatakan, media massa berbasis internet masih akan terus berkembang di masa depan. Tanda-tanda ke arah cerah itu sudah terlihat sejak beberapa waktu lalu. Perkembangan ICT, katanya, tidak hanya digunakan untuk pemberitaan semata.

Kepada Teguh, Jaya Suprana bertanya mengenai titik tertinggi perkembangan media online. β€œAnda tahu bahwa setiap pertumbuhan akan mencapai titik puncak, titik jenuh. Menurut Anda apakah media online masih jauh dari titik puncak, atau sudah di ambang titik puncak?” tanya Jaya Suprana.

Menjawab pertanyaan itu, Teguh mengatakan, dirinya tidak tahu di mana titik puncaknya. Tetapi dia yakin, titik puncak itu masih jauh. β€œSaya yakin kita sedang menanjak menuju ke ketinggian, dan saya tidak tahu dimana puncaknya,” ujar Teguh.

β€œApakah tidak terhingga, invinitas?” tanya Jaya Suprana lagi. β€œMungkin sekali,” jawab Teguh. Teguh juga juga mengatakan, keunggulan dunia digitalΒ  begitu terasa di era pandemiΒ  Covid-19.

Bukan hanya untuk pemberitaan, platform digital juga digunakan di sektor pendidikan secara luas, juga di dalam forum-forum pengambilan keputusan para pemimpin dunia. Tidak kalah penting, platform digital juga dimanfaatkan sebagai market place yang mempertemukan pelaku usaha baru dengan market. Teguh mengutip data yang dirilis Hootsuite baru-baru ini yang menyebutkan bahwa setidaknya 202 juta warganegara Indonesia memiliki akses ke internet.

β€œSaya yakin masa depan media online akan cerah,” ujarnya.*[Yuda/JMSI]

πŸ‘‹ Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.

πŸ’¬ 0 Komentar

πŸ“­ Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!

Topik Terkait: Ekonomi AmbonToday