Tim Rescue Kansar Ambon Menuju Makariki Cari Nelayan Hilang di Laut
βAmbontoday. com, Ambon.- Yonafer Wattimena (46/L) seorang Nelayan asal Desa Makariki, Kabupaten Maluku Tengah, terjatuh dari perahu saat mencari ikan di laut di sekitar perairan Desa Makariki, Kamis 11 September 2025.
Demikian update berita kecelakaan laut yang disampaikan oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon, Muhamad Arafah kepada media ini di ruang kerjanya, Kamis 11 September 2025.
Menurut Kepala Basarnas Ambon, informasi kecelakaan laut ini diterima dari Ibu Lidya Wattimena (Keluarga korban) Pada Tanggal 11 September 2025 pukul 11.50 WIT.
β"Lokasi kejadian di Desa Makariki Kabupaten Maluku Tengah dengan Koordinat, LKK (3Β° 15' 42"S - 128Β° 57' 2"E) Jarak dari Kansar Ambon ke LKK Β± 193 KM, Heading 64Β° arah Timur Laut dari Kansar Ambon, menggunakan Google earth dengan waktu tempuh 5 Jam 30 Menit dari Kansar Ambon menuju Lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi kejadian yang diterima dari Ibu Lidya, Pada Tanggal 11 September 2025 pkl. 03.00 WIT, 2 Orang Nelayan asal Desa Makariki Kabuoaten Maluku Tengah atas nama, Erick Luhulima (45/L) bersama Yonafer Wattimena pergi melaut menggunakan Perahu di sekitar perairan Desa Makariki.
βSaat memancing Yonafer Wattimena terjatuh ke Laut melihat kejadian itu Erick Luhulima langsung terjun ke laut mencoba mencari korban namun tidak ketemu," jelas Arafah.
Menurutnya, pihak keluarga dan masyarakat telah melakukan pencarian namun sampai saat ini korban belum ditemukan, selanjutnya meminta bantuan SAR.
β"Setelah mendapat laporan dari keluarga korban pada 11 September 2025 Pukul 12.10 WIT, Tim Rescue Kansar Ambon langsung menuju Desa Makariki melalui jalur darat, selanjutnya menggunakan Rubber Boat menuju LKK dengan Koordinat : 3Β° 15' 42"S - 128Β° 57' 2"E Jarak dari Kansar Ambon ke LKK Β± 193 KM, Heading 64Β° arah Timur Laut dari Kansar Ambon dan diperkirakan tiba di Desa Makariki Pukul 18.00 WIT.
Nantinya setelah Tim Rescue Kansar Ambon tiba di Makariki akan menggunakan AquaEye untuk mendeteksi tubuh korban di dalam air sehingga dapat diketahui posisi korban.
Unsur SAR yang terlibat yakni Tim Rescue Kansar Ambon 4 Orang, BPBD Malteng 1 Orang, dan Masyarakat 15 Orang.
βAlut dan Palsar yang digunakan yakni, Rescue Car Type II (Dmax) 1 Unit, Rubber Boat 1 Unit, Long Boat Nelayan 3 Unit, dan Peralatan SAR Pendukung lainnya. (AT)
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
HUT RI 81 Tahun di Tanimbar Gegerkan Peserta Upacara Akibat Beringin TumbangΒ
2 months ago
Tauda : Maluku Dapat Investasi 544 Miliar untuk Hilirisasi Peternakan
3 months ago
LPKA Ambon Lantik Pejabat Manajerial, Perkuat Tata Kelola dan Kualitas Layanan
3 months ago
LPKA Ambon Perkuat Komitmen sebagai Lembaga Ramah Anak Melalui Pengukuran Standar LPKRA
3 months agoRekomendasi Untuk Anda
DPRD Maluku Kunker Ke Bawaslu Cek Kesiapan Jelang Pemilu Serentak 2024
19.533 Warga Kota Ambon Telah Divaksinasi Covid 19
DPD Perindo Bursel Buka Penjaringan Balon Bupati-Wakil Bupati
Angkatan Pertama SMA-KU Bakal Ikut Beasiswa PIP dan Unggulan
AC Milan Lepas Deretan Bintangnya di 2025