
Ambontoday.com, Gaza – Tentera Israel sudah mengakhiri hidup setidaknya 17 individu dalam penyerangan yang berlangsung dari tengah malam sampai fajar pada tanggal 27 April 2025. Para dokter menyatakan bahwa tentara Israel setidaknya sudah membunuh 53 orang di seantero Jalur Gaza pada hari Ahad.
Gaza Terancam Kelaparan
Badan bantuan di Gaza mengingatkan tentang “situasi kelaparan total” yang melanda keseluruhan wilayah Gaza, menyusul blokade Israel atas segala barang, termasuk makanan, air, dan obat-obatan, mulai tanggal 2 Maret.
Berikut merupakan pernyataan terkini yang diluncurkan oleh Program Makanan Dunia (PMD) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB):
- Persediaan makanan yang dimiliki WFP di Gaza sudah habis total.
- Setiap bakery yang didukung oleh WFP sudah tutup, sehingga akses ke roti terhambat untuk 800.000 orang.
- Setiap distribusi biasa, bahkan bantuan pangan, sudah berhenti, sementara stok tersisa yang ada saat ini dikirim ke tempat mempersiapkan hidangan hangat, dengan perkiraan persediaan tersebut akan mencapai titik akhir dalam waktu dekat.
- Pada pasar, kebutuhan pokok seperti daging, telur, serta hasil susu hampir selalu kurang stoknya.
- Harga-harga meroket, dengan harga tepung naik 450 persen, dan biaya makanan secara keseluruhan meningkat hingga 1.400 persen.
- Pasar beroperasi kurang dari 40 persen kapasitas, dengan stok yang ada kemungkinan bertahan hingga dua minggu lagi.
- Lebih dari 116.000 ton makanan dari WFP, cukup untuk memberi makan satu juta orang selama hingga empat bulan, saat ini berada di luar Gaza dan siap untuk dikirim.
Netanyahu Mengklaim Israel Sukses Mencegah Pesawat dari Iran
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengumumkan bahwa Israel telah mengirim pesawat dengan tujuan mencegah penerbangan dari Iran sampai ke Suriah. Hal ini terjadi pada masa ketika mantan Presiden Bashar al-Assad diberhentikan dari jabatanannya bulan Desember yang lalu.
“Assad perlu diselamatkan,” ungkap Netanyahu saat berpidato pada Minggu malam, 27 April 2025.
Dia juga menyatakan bahwa Iran berencana mengirim satu hingga dua divisi udara guna mendukung pemerintah Suriah itu.
“Kami membatalkannya. Kami mengerahkan beberapa pesawat F-16 untuk menahan jet-jet dari Iran yang hendak terbang ke arah Damaskus, dan akhirnya mereka kembali,” katanya.
Tidak ada komentar lebih lanjut yang diberikan oleh Netanyahu, dan tidak ada tanggapan langsung dari Iran.
Al-Assad meninggalkan Suriah menggunakan pesawat Rusia pada 8 Desember setelah pasukan oposisi menguasai ibu kota negara itu, Damaskus. ***




