Lekransy Ajak Seluruh Pegawai Kristen Hadiri Natal Pemkot

Spread the love

Ambontoday.com, Ambon,PPID – Koordinator Perayaan Natal, Ronald Lekransy mengajak seluruh pegawai yang beragama Kristen untuk berkenan menghadiri Ibadah Syukur Perayaan Natal Kristus Pemerintah Kota Ambon tahun 2024.

Hal tersebut disampaikan Lekransy kepada Tim Media Center diruang kerjanya, Rabu (18/12).

“Dalam kaitan dengan perayaan hari-hari besar keagamaan, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon setiap tahunnya melaksanakan Ibadah Perayaan Natal Kristus Pemerintah Kota Ambon. Dimana untuk tahun ini penyelengaraannya akan berlangsung pada hari Kamis, 19 Desember 2024,” kata Lekransy.

Lekransy menjelaskan, bagi umat Kristiani, Perayaan Natal adalah memperingati kelahiran Yesus Kristus sang Juruselamat dan kembali mengingat dan merefleksikan ajaranNya yang memberikan harapan dan kekuatan bagi umat manusia.

“Natal juga merupakan momen untuk bersyukur atas segala kebaikan yang diberikan Tuhan serta momentum untuk saling peduli dengan penuh   kasih sayang kepada semua ciptaan,” terang Lekransy.

Dirinya pun berharap perayaan-perayaan hari besar keagamaan apapun itu, bukan hanya sekedar perayaan biasa, melainkan dengan momen perayaan tersebut akan berdampak pada sikap dan perilaku sebagai seorang aparatur negara.

“Pada momen perayaan Natal ini, saya berharap Natal juga menjadi momen yang tepat bagi kita semua, terkhususnya yang merayakan untuk lebih bersikap baik dan memperluas kebaikan kepada semua ciptaan (red. manusia dan lingkungan), serta bertanggungjawab dan setia atas setiap penugasan yang Tuhan titipkan bagi kita sebagai pelayan masyarakat,” harapnya.

Karena itu,  dirinya mengajak seluruh  pegawai pemerintah Kota Ambon yang beragama kristen untuk berkenan meluangkan waktu menghadiri Perayaan Natal Pemerintah Kota Ambon yang rencananya akan dilaksanakan di Gereja Maranatha.

“Saya mengajak seluruh pegawai Pemkot Ambon yang beragama Kristen untuk kiranya dapat hadir dalam perayaan Natal besok”, pinta Koordinator Perayaan Natal sekaligus staf ahli Walikota Bidang Ekonomi Pembangunan dan KESRA.

Baca Juga  Berikut adalah versi berita serimonial dari rilis tersebut, dengan judul yang menarik: --- Pemkot Ambon Tegaskan Komitmen Penataan Pasar Batu Merah: Tidak Sekadar Menertibkan, Tapi Juga Mencarikan Solusi AMBON, 25 Juni 2025 — Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan bahwa penataan Pasar Batu Merah merupakan bagian dari komitmen serius dalam 17 Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, khususnya pada prioritas ke-4. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemkot Ambon, Ronald Lekransy, Rabu (25/6), dalam keterangan resminya kepada awak media. Lekransy menjelaskan bahwa kebijakan terkait Pasar Batu Merah telah melalui kajian yang matang dan komprehensif, dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan masyarakat, strategi penanganan, hingga dampak sosial dan ekonomi yang mungkin timbul. > “Penataan Pasar Batu Merah bukan keputusan yang diambil secara sepihak atau terburu-buru. Ini bagian dari strategi besar Pemerintah Kota dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya. Wali Kota Ambon, Bodewin Watimena, lanjut Lekransy, secara konsisten menekankan bahwa penataan pasar harus tetap berpihak kepada rakyat, terutama para pedagang kecil. Maka dari itu, dalam proses penertiban ini, pemerintah juga memikirkan solusi jangka panjang dan alternatif tempat yang layak bagi para pedagang. > “Tidak mungkin pemerintah mematikan ekonomi masyarakat. Kita tertibkan, tapi juga harus beri solusi. Ini soal keberlangsungan hidup para pedagang,” ujar Lekransy. Ia menambahkan, Pasar Batu Merah telah eksis sejak lama dan berkembang secara alami bersama dinamika kawasan Batu Merah. Oleh karena itu, upaya penataan tidak bisa dilakukan secara instan atau represif, melainkan secara bertahap dan terukur. Saat ini, Pemkot Ambon mengambil langkah penataan, bukan penertiban dalam arti sempit. Pedagang dilarang menempati badan jalan, namun sementara waktu diberi ruang di trotoar hingga pembangunan pasar dan solusi permanen disiapkan. Lekransy juga meluruskan pernyataan yang sempat beredar di media sosial dan beberapa media lokal, terkait tudingan bahwa Wali Kota Ambon kurang berani dalam menangani persoalan Pasar Batu Merah. > “Ini bukan soal nyali. Pemerintah punya strategi. Penanganan pasar ini mempertimbangkan aspek sosial untuk menghindari konflik, aspek ekonomi agar ekonomi tetap tumbuh, dan aspek keadilan agar semua warga merasa diperlakukan setara,” katanya. Ia menegaskan bahwa Pemkot terbuka terhadap kritik dan masukan, namun mengimbau agar penyampaian di ruang publik tetap menjaga nilai-nilai budaya ketimuran dan mengedukasi masyarakat secara positif. Sebagai penutup, Lekransy berharap seluruh pihak, termasuk DPRD, bisa bekerja sama dalam semangat kolaborasi untuk menciptakan solusi terbaik bagi masyarakat Kota Ambon. > “Kami berharap penataan pasar ini tidak hanya menjadi solusi sesaat, tapi menjadi langkah berkelanjutan menuju kota yang lebih tertib, adil, dan sejahtera,” tutupnya. --- Jika Anda menginginkan versi cetak, infografis, atau teks untuk media sosial juga, saya bisa bantu menyusunnya.

Terkait persiapan, Lekransy menjelaskan, saat ini proses koordinasi sudah dilakukan oleh Tim baik terkait acara, pelibatan para pelayan termasuk ketua Sinode GPM, Uskup Diosis Amboina, ketua BPD GBI Maluku, dan unsur terkait lainnya.

“Untuk persiapannya, kita sudah berkoordinasi dengan semua pihak yang terlibat baik dari sisi acara dan tata pelaksaan ibadahnya sampai pada pelibatan para pelayan yang hadir dalam perayaan dimaksud. untuk para tamu undangan yang terdiri dari Staf Organisasi Perangkat Daerah ASN, PPPK dan Calon PPPK , Guru TK, SD,SMP, Puskesmas yang diperkirakan berjumlah kurang lebih 3000 orang, kita juga sudah mengantispasi daya tampung gedung gereja yang terbatas, dengan penyiapan tenda dan kursi tambahan,” tutup Lekransy. (MCAMBON)

Berita Terkini