LIRA Maluku Ancam Demo Besar, Desak Kejati Tuntaskan Kasus PT Dok Wayame

Share Kesemua teman anda....!

Ambon today.com_AMBON — LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Maluku memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran terkait dugaan korupsi di PT Dok dan Perkapalan Waiame (Persero). Aksi tersebut direncanakan berlangsung dalam waktu dekat dengan sasaran utama Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku.

Ketua Wilayah LIRA Maluku, Hendra , menilai penanganan kasus dugaan penyimpangan anggaran di perusahaan pelat merah itu berjalan lambat. Menurutnya, hingga kini belum terlihat langkah tegas berupa audit investigatif maupun penetapan tersangka.

“Kami mendesak Kejati Maluku segera bertindak dan menuntaskan kasus ini secara transparan. Jangan sampai publik menilai ada upaya pembiaran,” kata Hendra di Ambon.

Ia menegaskan, aksi yang akan dilakukan bukan sekadar simbol protes, tetapi bentuk tekanan moral agar aparat penegak hukum serius mengusut dugaan korupsi yang disebut merugikan negara.

Dalam rilis yang diterima media, LIRA Maluku membawa sejumlah tuntutan, di antaranya meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bersama Kejaksaan melakukan audit investigatif secara terbuka, mencopot pejabat yang diduga terlibat, serta mengusut aliran dana proyek yang dianggap bermasalah.

Selain itu, LIRA juga mendesak Kejaksaan segera mengumumkan pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut.

Di sisi lain, seruan aksi mulai ramai beredar di media sosial dan grup percakapan instan. Sejumlah poster digital bertajuk “Bongkar Sarang Koruptor Waiame” turut tersebar luas dan mendapat perhatian masyarakat.

Hendra menyebut, pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut hingga ada kepastian hukum yang jelas.

“PT Dok Waiame adalah aset negara yang harus dijaga. Kami ingin kasus ini dibuka secara terang-benderang demi kepentingan publik,” tegasnya.

Rencana aksi LIRA Maluku kini menjadi sorotan publik. Masyarakat menanti langkah Kejati Maluku dalam menindaklanjuti desakan tersebut sekaligus membuktikan komitmen penegakan hukum terhadap dugaan korupsi di tubuh BUMN itu.( O.l )

Baca Juga  Dana Rp5,2 Miliar dan Rp300 Juta Tak Bertuan: DPRD Bursel Desak Pansus Bongkar Dugaan Kebocoran Keuangan Daerah

Komentar