PJ Walikota Ambon Bersuara Mengenai Pentingnya Berpartisipasi dalam Pemilu

Spread the love

Ambontoday.Com, Ambon – Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, beserta anak pertamanya, Angeline Christin Wattimena, turut menggunakan hak pilih mereka pada pemilihan umum tahun ini. Dengan menggunakan hak suara mereka, keduanya memberikan contoh kepada masyarakat Ambon untuk aktif berpartisipasi dalam pemilu.

Pada hari pemilihan umum, Watimena mencoblos di TPS 17 yang berlokasi di SD Negeri 3, Jalan PHB Halong Atas, Kecamatan Baguala, Kota Ambon. Menyampaikan pesan kepada publik, Wattimena menghimbau agar warga Ambon berbondong-bondong datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak suara mereka.

“Saya menghimbau supaya kita berbondong-bondong datang ke TPS untuk memberikan hak suara kita, karena ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk menentukan kemajuan bangsa Indonesia, provinsi Maluku, dan kota Ambon,” ungkap Wattimena.

Lebih lanjut, Walikota Ambon ini juga mengajak masyarakat untuk tidak golput dan aktif berpartisipasi dalam pemilu dengan menggunakan hak suara mereka. Melalui aksinya ini, Wattimena ingin menumbuhkan kesadaran politik di kalangan warga Ambon, sehingga pemilu bisa berlangsung dengan baik dan hasilnya mewakili kehendak rakyat.

Wattimena juga memberikan perhatian terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu. Ia menghimbau seluruh penyelenggara TPS untuk menjalankan tanggung jawab mereka dengan baik, jujur, dan adil, sehingga masyarakat dapat menggunakan hak pilih mereka dengan sukacita.

Sebelum menggunakan hak pilihnya, Wattimena melakukan tinjauan bersama forkopimda (forum komunikasi pimpinan daerah) Kota Ambon, Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Provinsi dan Kota Ambon, serta KPU (Komisi Pemilihan Umum) Provinsi dan Kota Ambon di 5 titik yang dijadikan sampel. Tim tersebut memastikan bahwa lokasi pemungutan suara sudah siap untuk melaksanakan pemilihan.

“Hingga saat ini, 940 TPS di kota Ambon sedang melaksanakan pemungutan suara tanpa kendala,” ucap Wattimena.

Baca Juga  Berikut adalah versi berita serimonial dari rilis tersebut, dengan judul yang menarik: --- Pemkot Ambon Tegaskan Komitmen Penataan Pasar Batu Merah: Tidak Sekadar Menertibkan, Tapi Juga Mencarikan Solusi AMBON, 25 Juni 2025 — Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan bahwa penataan Pasar Batu Merah merupakan bagian dari komitmen serius dalam 17 Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, khususnya pada prioritas ke-4. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemkot Ambon, Ronald Lekransy, Rabu (25/6), dalam keterangan resminya kepada awak media. Lekransy menjelaskan bahwa kebijakan terkait Pasar Batu Merah telah melalui kajian yang matang dan komprehensif, dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan masyarakat, strategi penanganan, hingga dampak sosial dan ekonomi yang mungkin timbul. > “Penataan Pasar Batu Merah bukan keputusan yang diambil secara sepihak atau terburu-buru. Ini bagian dari strategi besar Pemerintah Kota dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya. Wali Kota Ambon, Bodewin Watimena, lanjut Lekransy, secara konsisten menekankan bahwa penataan pasar harus tetap berpihak kepada rakyat, terutama para pedagang kecil. Maka dari itu, dalam proses penertiban ini, pemerintah juga memikirkan solusi jangka panjang dan alternatif tempat yang layak bagi para pedagang. > “Tidak mungkin pemerintah mematikan ekonomi masyarakat. Kita tertibkan, tapi juga harus beri solusi. Ini soal keberlangsungan hidup para pedagang,” ujar Lekransy. Ia menambahkan, Pasar Batu Merah telah eksis sejak lama dan berkembang secara alami bersama dinamika kawasan Batu Merah. Oleh karena itu, upaya penataan tidak bisa dilakukan secara instan atau represif, melainkan secara bertahap dan terukur. Saat ini, Pemkot Ambon mengambil langkah penataan, bukan penertiban dalam arti sempit. Pedagang dilarang menempati badan jalan, namun sementara waktu diberi ruang di trotoar hingga pembangunan pasar dan solusi permanen disiapkan. Lekransy juga meluruskan pernyataan yang sempat beredar di media sosial dan beberapa media lokal, terkait tudingan bahwa Wali Kota Ambon kurang berani dalam menangani persoalan Pasar Batu Merah. > “Ini bukan soal nyali. Pemerintah punya strategi. Penanganan pasar ini mempertimbangkan aspek sosial untuk menghindari konflik, aspek ekonomi agar ekonomi tetap tumbuh, dan aspek keadilan agar semua warga merasa diperlakukan setara,” katanya. Ia menegaskan bahwa Pemkot terbuka terhadap kritik dan masukan, namun mengimbau agar penyampaian di ruang publik tetap menjaga nilai-nilai budaya ketimuran dan mengedukasi masyarakat secara positif. Sebagai penutup, Lekransy berharap seluruh pihak, termasuk DPRD, bisa bekerja sama dalam semangat kolaborasi untuk menciptakan solusi terbaik bagi masyarakat Kota Ambon. > “Kami berharap penataan pasar ini tidak hanya menjadi solusi sesaat, tapi menjadi langkah berkelanjutan menuju kota yang lebih tertib, adil, dan sejahtera,” tutupnya. --- Jika Anda menginginkan versi cetak, infografis, atau teks untuk media sosial juga, saya bisa bantu menyusunnya.

Setelah menggunakan hak pilihnya, Wattimena bersama Bawaslu, KPU, dan forkopimda Kota Ambon melakukan pemantauan situasi dan kondisi pelaksanaan pemilu di 5 lokasi pemungutan suara yang dijadikan sampel. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan proses pemilihan secara transparan dan adil.

Partisipasi aktif Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, dan ajakan kepada masyarakat Ambon untuk menggunakan hak suara mereka di pemilihan umum tahun ini menjadi sorotan. Diharapkan bahwa melalui aksi ini, kesadaran politik masyarakat Ambon akan semakin berkembang, dan pemilu akan berlangsung dengan lancar serta memberikan hasil yang mewakili kehendak rakyat. (At008)