UNLESA Sepakati Kerjasama Strategis dengan Mitra Jepang IRIJ dan KOFUKU

Share Kesemua teman anda....!


Latepost,Jakarta,Ambontoday.com-Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Rumpun Lelemuku Saumlaki (YPT-RLS), Rektor dan wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNLESA melakukan pertemuan strategis dengan mitra Jepang, yakni International Research Institute of Japan (IRIJ) dan KOFUKU, guna membahas penguatan kerjasama internasional dalam bidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat, investasi, tenaga kerja, serta pengembangan sumber daya manusia di Tanimbar.
Dalam pertemuan tersebut dijelaskan bahwa IRIJ (International Research Institute of Japan) merupakan lembaga mitra dari Jepang yang bergerak dalam pengembangan riset, pendidikan, pelatihan sumber daya manusia, penguatan kerja sama internasional, serta pengembangan jejaring investasi dan tenaga kerja antara Jepang dan berbagai negara mitra, termasuk Indonesia,Jakarta,11/05/26.
Pertemuan tersebut menjadi langkah penting dalam membuka akses kolaborasi global bagi masyarakat Tanimbar, khususnya generasi muda Tanimbar dalam hal ini mahasiswa dan masyarakat umum.

Kerja sama dengan mitra Jepang merupakan bagian dari visi besar YPT-RLS dan UNLESA dalam menghadirkan pendidikan yang terhubung langsung dengan kebutuhan dunia kerja dan pengembangan ekonomi masyarakat.
Kolaborasi bersama IRIJ dan KOFUKU akan diarahkan pada berbagai program strategis yang berdampak langsung bagi mahasiswa dan masyarakat dari aspek tridharma perguruan tinggi. Salah satu fokus utama adalah pengembangan pendidikan dan pelatihan bahasa Jepang di lingkungan UNLESA sebagai persiapan tenaga kerja profesional yang siap bersaing di tingkat internasional.
“UNLESA tidak hanya ingin mencetak lulusan akademik, tetapi juga lulusan yang memiliki kompetensi global, keterampilan kerja, dan kemampuan bahasa asing yang dapat membuka peluang kerja dan investasi internasional bagi masyarakat Tanimbar,”jelas Piter.
Dalam pembahasan tersebut, IRIJ dan KOFUKU menyampaikan dukungan terhadap rencana pengembangan program pendidikan bahasa Jepang di UNLESA, termasuk pelatihan instruktur bahasa Jepang yang merupakan putra/i Tanimbar, penguatan kurikulum, serta pembukaan akses kerja sama penempatan tenaga kerja profesional ke Jepang secara legal dan terstruktur.
Selain itu, kerjasama juga diarahkan pada pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK) berbasis kebutuhan industri Jepang. Program BLK yang dirancang bersama UNLESA akan mencakup pelatihan keterampilan di berbagai sektor strategis seperti driver profesional, perhotelan, pariwisata, perikanan modern, pengolahan hasil laut, hingga sektor teknis lainnya yang dibutuhkan pasar kerja Jepang.
Program pelatihan driver profesional akan difokuskan pada pembentukan tenaga kerja yang memiliki keterampilan mengemudi berstandar internasional, disiplin kerja tinggi, serta pemahaman keselamatan kerja dan pelayanan. Sementara itu, sektor perhotelan dan pariwisata akan diarahkan untuk mempersiapkan tenaga kerja muda Tanimbar agar mampu bersaing dalam industri hospitality dan wisata internasional, khususnya di Jepang dan kawasan Asia.
Kerja sama ini juga dipandang sangat strategis dalam mempersiapkan masyarakat lokal Tanimbar untuk mendukung pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) INPEX melalui proyek Blok Masela. UNLESA menilai bahwa kehadiran investasi besar di kawasan tersebut harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia lokal agar masyarakat Tanimbar dapat menjadi pelaku utama pembangunan di daerahnya sendiri.
Melalui program pendidikan, pelatihan bahasa Jepang, serta BLK berbasis industri, masyarakat lokal akan dipersiapkan untuk memiliki kompetensi kerja di bidang industri migas, transportasi, perhotelan, pelayanan, logistik, hingga sektor pendukung lainnya yang berkaitan dengan pengembangan Blok Masela. Dengan demikian, masyarakat Tanimbar tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu mengambil bagian aktif dalam peluang ekonomi dan lapangan kerja yang akan berkembang di wilayah tersebut.
Di sektor ekonomi dan investasi, mitra Jepang juga membuka ruang diskusi terkait potensi investasi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, khususnya pada sektor perikanan dan pengembangan sumber daya kelautan. Potensi perikanan Tanimbar yang besar dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan melalui transfer teknologi, pelatihan manajemen, serta penguatan jaringan pasar internasional.
Salah satu agenda besar yang turut dibahas ialah rencana menjadikan UNLESA sebagai pusat laboratorium dan tes kemampuan bahasa Jepang untuk kawasan Indonesia Timur. Kehadiran pusat tes tersebut nantinya diharapkan mempermudah mahasiswa dan masyarakat Indonesia Timur dalam memperoleh sertifikasi kemampuan bahasa Jepang tanpa harus keluar daerah.
Program ini juga diproyeksikan menjadi pusat pengembangan pendidikan Jepang di kawasan timur Indonesia sekaligus memperkuat posisi UNLESA sebagai kampus yang aktif membangun jejaring internasional dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Pihak IRIJ dan KOFUKU mengapresiasi komitmen YPT-RLS dan UNLESA dalam membangun pendidikan serta pengembangan SDM di daerah kepulauan. Mereka menilai Tanimbar memiliki potensi besar untuk berkembang melalui kolaborasi pendidikan, pelatihan, dan investasi berkelanjutan antara Indonesia dan Jepang.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal dari kerja sama jangka panjang yang mampu membuka peluang baru bagi mahasiswa, pemuda, dan masyarakat Tanimbar menuju peningkatan kualitas SDM, kesejahteraan ekonomi, serta penguatan hubungan internasional di kawasan Indonesia Timur,(AT/19)

Baca Juga  RUPS SSMS Hentikan Bagi Hasil dan Perluas Jajaran Direktur

Tinggalkan Balasan