
Ambon, Ambontoday.com — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Maluku resmi melantik kepengurusan periode 2025–2027 dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Aula Gedung DPRD Maluku, Selasa (28/04/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pembukaan Kaderisasi Tingkat Menengah (KTM) tahun 2026.
Berdasarkan Surat Keputusan Nomor: 244/SK/DPP.GMNI/V/2025, kepengurusan DPD GMNI Maluku menempatkan Alberthus Y.R. Pormes sebagai Ketua, didampingi John Lenon Solisa sebagai Sekretaris, serta Wiwin Mahmia Ohoibor sebagai Bendahara.
Dalam pidato usai pelantikan, Ketua DPD GMNI Maluku Alberthus Pormes menegaskan pentingnya kaderisasi sebagai fondasi utama organisasi. Ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan KTM tahun ini menjadi momentum kebangkitan kembali proses pengkaderan yang sempat terhenti sejak 2017.
“Pelaksanaan KTM ini berlangsung pada 28 hingga 30 April 2026. Ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat basis keilmuan, wawasan kebangsaan, serta membentuk karakter kader yang berwatak nasionalis Soekarnois,” ujarnya.
Menurut Pormes, kaderisasi tidak hanya berorientasi pada penguatan intelektual, tetapi juga pembentukan jiwa kepemimpinan dan semangat kewirausahaan kader. Ia menilai, proses ini penting untuk memastikan keberlanjutan organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai ideologis yang menjadi pijakan utama GMNI.
Ia juga memaparkan bahwa KTM tahun ini merupakan pelaksanaan keempat sejak GMNI hadir di Maluku pada 1959. Rangkaian kaderisasi sebelumnya masing-masing digelar pada 2011 di Maluku Tenggara, 2014 di Ambon, serta 2017 di bawah kepemimpinan Korda GMNI Maluku saat itu.
Lebih lanjut, Pormes menyampaikan kritik konstruktif kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI agar melakukan pembaruan sistem kaderisasi secara nasional. Ia mendorong agar penyusunan modul kaderisasi dilakukan dengan pendekatan partisipatif dari bawah.
“DPD GMNI Maluku meminta agar perumusan modul kaderisasi nasional dilakukan melalui pendekatan bottom-up, misalnya lewat lokakarya nasional, sehingga lebih aspiratif dan akomodatif,” tegasnya.
Menurutnya, langkah tersebut penting guna memperkaya khazanah keilmuan GMNI secara nasional yang tetap adaptif terhadap dinamika zaman, namun tidak tercerabut dari akar ideologi Marhaenisme dan nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945 yang diajarkan Soekarno.
Kegiatan Kaderisasi Tingkat Menengah GMNI Maluku dijadwalkan berlangsung selama empat hari di Ambon, dengan melibatkan ratusan kader dari berbagai cabang se-Maluku. (*)
.




Komentar