Ambon, Senin 22 Juni 2026 — Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menggelar apel pagi di Lapangan Apel Balai Kota Ambon, Senin (22/6/2026), yang dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada penerima Kalpataru Lestari, Wutmaili Roumuty, serta penegasan tindak lanjut temuan laporan keuangan daerah kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam arahannya, Toisutta menegaskan pentingnya akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Ia menginstruksikan seluruh OPD di lingkup Pemkot Ambon untuk segera menindaklanjuti rekomendasi hasil pemeriksaan laporan keuangan.
“Sesuai hasil pemeriksaan badan keuangan, saya ingatkan kepada seluruh OPD yang ada bahwa tindak lanjut penyelesaian temuan harus segera diselesaikan dalam jangka waktu 60 hari. Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) jangan membuat kita terlena dan menganggap semua sudah selesai. Tanggung jawab kita masih ada untuk merampungkan semua laporan dan temuan yang belum terselesaikan,” tegas Toisutta.
Ia menekankan, opini WTP yang diraih pemerintah daerah harus menjadi motivasi untuk memperkuat tata kelola keuangan, bukan justru membuat jajaran OPD lengah terhadap kewajiban penyelesaian temuan hasil pemeriksaan.
Pada kesempatan yang sama, penerima penghargaan Kalpataru Lestari, Wutmaili Roumuty, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada jajaran Pemkot Ambon yang telah mengusulkan dan mendukung kiprahnya hingga mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Roumuty menjelaskan, dirinya pertama kali diusulkan oleh Pemkot Ambon dan menerima penghargaan Kalpataru pada 2018. Kini, ia kembali dipercaya menerima penghargaan tertinggi, Kalpataru Lestari, atas konsistensinya dalam pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
“Puji Tuhan, kemarin diberikan kesempatan lagi untuk menerima penghargaan Kalpataru Lestari. Karya yang saya lakukan ini berlokasi di RT 01/RW 05 Kelurahan Batu Meja, yang dulunya merupakan lokasi kecil bekas longsor sampah pada tahun 2011,” ujar Roumuty.
Sebagai pensiunan aparatur sipil negara (ASN), Roumuty mengaku terpanggil untuk terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dengan teknologi sederhana yang dimulai dari skala rumah tangga. Menurutnya, persoalan sampah di Ambon tidak semata soal limbah, tetapi juga menyangkut karakter masyarakat dan pemanfaatan teknologi.
“Bagi kami, sampah itu sebenarnya tidak ada masalah. Yang masalah adalah karakter dan teknologi. Pengubahan karakter dapat diintervensi melalui jalur pendidikan dan keagamaan, sementara pemanfaatan teknologi sederhana diterapkan mulai dari dapur rumah kita sendiri,” tandasnya.
Roumuty menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Ambon dalam merumuskan solusi penanganan sampah jangka panjang demi mewujudkan Ambon yang bersih, sehat, dan lestari.
Apel pagi tersebut menjadi momentum penting bagi Pemkot Ambon untuk menegaskan dua agenda strategis sekaligus, yakni penguatan akuntabilitas keuangan daerah serta apresiasi terhadap dedikasi warga yang berkontribusi nyata dalam pelestarian lingkungan.






