Dharma Wanita Kota Ambon Gandeng PMI Gelar Donor Darah

Ambontoday.com – Dharma Wanita Persatuan Kota Ambon, Bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Ambon, menggelar kegiatan Donor Darah, di ULA Balai Kota Ambon, Kamis (14/11/2024).

Darah selalu menjadi kebutuhan untuk pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah, namun pada kenyataannya kekosongan darah sering terjadi di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Ambon, sehingga menjadi dorongan bagi Dharma Wanita Kota ambon untuk membantu.

Menurut Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon, kegiatan ini melibatkan semua OPD lingkup Pemkot Ambon, dan Aparat TNI-POLRI serta masyarakat Kota yang berkeinginan donor darah.

“Darah ini kan sangat penting dan dibutuhkan setiap saat sehingga penting dilakukan kegiatan semacam ini, sehingga ke depan tidak ada lagi kekosongan darah saat di butuhkan,”kata Kaya kepada wartawan.

ini merupakan langkah baik dari pemerintah Kota Ambon, sehingga meringankan yang membutuhkan.

Kaya juga berharap, agar ke depan Dharma Wanita Persatuan Kota Ambon juga dapat memperhatikan terkait masalah penanganan stunting, disabilitas dan juga anak-anak yatim piatu, demi mewujudkan Kota Ambon yang sejahtera.

Dalam kesempatan tersebut, Penjabat Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Ambon, Sartje Matatula/Sapulete mengatakan, target pendonor dalam kegiatan ini tidak terbatas, sehingga diharapkan banyak kantong darah yang diperoleh, sehingga ke depan tidak terjadi kekosongan kantong darah.

“Tidak terbatas, lebih banyak itu harapan kami, sehingga stok darah itu tersedia.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09 WIT itu, mendapatkan respon positif, hal itu terlihat dari banyaknya pendonor yang datang untuk berpartisipasi.

Baca Juga  Berikut adalah versi berita serimonial dari rilis tersebut, dengan judul yang menarik: --- Pemkot Ambon Tegaskan Komitmen Penataan Pasar Batu Merah: Tidak Sekadar Menertibkan, Tapi Juga Mencarikan Solusi AMBON, 25 Juni 2025 — Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan bahwa penataan Pasar Batu Merah merupakan bagian dari komitmen serius dalam 17 Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, khususnya pada prioritas ke-4. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemkot Ambon, Ronald Lekransy, Rabu (25/6), dalam keterangan resminya kepada awak media. Lekransy menjelaskan bahwa kebijakan terkait Pasar Batu Merah telah melalui kajian yang matang dan komprehensif, dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan masyarakat, strategi penanganan, hingga dampak sosial dan ekonomi yang mungkin timbul. > “Penataan Pasar Batu Merah bukan keputusan yang diambil secara sepihak atau terburu-buru. Ini bagian dari strategi besar Pemerintah Kota dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya. Wali Kota Ambon, Bodewin Watimena, lanjut Lekransy, secara konsisten menekankan bahwa penataan pasar harus tetap berpihak kepada rakyat, terutama para pedagang kecil. Maka dari itu, dalam proses penertiban ini, pemerintah juga memikirkan solusi jangka panjang dan alternatif tempat yang layak bagi para pedagang. > “Tidak mungkin pemerintah mematikan ekonomi masyarakat. Kita tertibkan, tapi juga harus beri solusi. Ini soal keberlangsungan hidup para pedagang,” ujar Lekransy. Ia menambahkan, Pasar Batu Merah telah eksis sejak lama dan berkembang secara alami bersama dinamika kawasan Batu Merah. Oleh karena itu, upaya penataan tidak bisa dilakukan secara instan atau represif, melainkan secara bertahap dan terukur. Saat ini, Pemkot Ambon mengambil langkah penataan, bukan penertiban dalam arti sempit. Pedagang dilarang menempati badan jalan, namun sementara waktu diberi ruang di trotoar hingga pembangunan pasar dan solusi permanen disiapkan. Lekransy juga meluruskan pernyataan yang sempat beredar di media sosial dan beberapa media lokal, terkait tudingan bahwa Wali Kota Ambon kurang berani dalam menangani persoalan Pasar Batu Merah. > “Ini bukan soal nyali. Pemerintah punya strategi. Penanganan pasar ini mempertimbangkan aspek sosial untuk menghindari konflik, aspek ekonomi agar ekonomi tetap tumbuh, dan aspek keadilan agar semua warga merasa diperlakukan setara,” katanya. Ia menegaskan bahwa Pemkot terbuka terhadap kritik dan masukan, namun mengimbau agar penyampaian di ruang publik tetap menjaga nilai-nilai budaya ketimuran dan mengedukasi masyarakat secara positif. Sebagai penutup, Lekransy berharap seluruh pihak, termasuk DPRD, bisa bekerja sama dalam semangat kolaborasi untuk menciptakan solusi terbaik bagi masyarakat Kota Ambon. > “Kami berharap penataan pasar ini tidak hanya menjadi solusi sesaat, tapi menjadi langkah berkelanjutan menuju kota yang lebih tertib, adil, dan sejahtera,” tutupnya. --- Jika Anda menginginkan versi cetak, infografis, atau teks untuk media sosial juga, saya bisa bantu menyusunnya.

Berita Terkini