Lomba Ukulele Sirimau, Ely Toisutta: Musik Perkuat Identitas Ambon Sebagai City of Music

Ambon today.com_AMBON – Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, S.Sos, mengapresiasi pelaksanaan Lomba Ukulele Tingkat Kecamatan Sirimau yang dinilainya menjadi ruang positif untuk mengembangkan kreativitas seni sekaligus memperkuat identitas Ambon sebagai City of Music.

Dalam sambutannya pada Senin, 10 Agustus 2026, Ely mengatakan predikat Ambon sebagai City of Music yang diperoleh pada 2019 bukan sekadar penghargaan, tetapi merupakan identitas dan tanggung jawab bersama untuk menjaga serta mengembangkan kekayaan musik yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

“Bagi masyarakat Ambon dan Maluku, musik bukan sekadar hiburan. Musik telah menjadi bagian dari kehidupan, ekspresi budaya, sarana untuk membangun kebersamaan sekaligus media yang mampu mempertemukan berbagai perbedaan,” ujar Ely.

Menurutnya, ukulele merupakan salah satu kekayaan musik yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Ambon. Selain menghasilkan nada dan melodi, alat musik tersebut juga mengandung nilai kebersamaan, kreativitas dan semangat menjaga warisan budaya lokal.

Ely menilai Lomba Ukulele Kecamatan Sirimau tidak seharusnya hanya dipandang sebagai ajang untuk mencari pemenang. Kegiatan tersebut harus menjadi ruang silaturahmi, kreativitas dan pengembangan karakter, khususnya bagi generasi muda.

“Lebih dari itu, festival ini harus menjadi ruang silaturahmi dan ruang kreativitas. Seni dan budaya tidak hanya hadir sebagai sebuah pertunjukan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter, memperkuat persaudaraan serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang dan berprestasi,” katanya.

Dorong Kreativitas hingga Ekonomi Masyarakat
Ely menyampaikan tiga hal penting yang diharapkan dapat lahir dari kegiatan tersebut.

Pertama, memperkuat potensi dan kreativitas lokal. Ia mendorong para peserta agar tidak takut berekspresi dan terus menghasilkan karya.

Kedua, mempererat kebersamaan masyarakat. Menurutnya, perbedaan latar belakang maupun pilihan dalam sebuah perlombaan tidak boleh menjadi penghalang persatuan.

Baca Juga  Pj. Walikota Ambon Hadiri Rapat Kerja XII Persekutuan Pensiun GPM

“Berbeda kelompok, berbeda latar belakang, bahkan berbeda pilihan dalam perlombaan, kita tetap satu sebagai masyarakat Kota Ambon,” tegasnya.

Ketiga, kegiatan seni dan budaya diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Ely berharap pelaksanaan lomba juga membuka peluang bagi pelaku UMKM dan pedagang kecil untuk memperoleh manfaat dari aktivitas yang berlangsung.

Kepada seluruh peserta, Ely meminta agar menampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas.

“Kemenangan bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan juara, tetapi juga tentang keberanian untuk tampil, kesempatan untuk belajar dan pengalaman yang kita dapatkan bersama,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan musik, termasuk ukulele, sebagai sarana memperkuat persaudaraan dan menyebarkan pesan perdamaian.

“Mari kita buktikan bahwa musik bukan hanya menghibur, tetapi mampu menjembatani perbedaan, menyebarkan pesan perdamaian, menumbuhkan cinta dan mempererat persaudaraan,” ajaknya.

Ely menegaskan, sebagai City of Music, Kota Ambon harus terus menjaga semangat bermusik dan berkarya agar musik Ambon tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga mampu menembus berbagai penjuru.

Di akhir sambutannya, Ely menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan, termasuk PT PLN, Kementerian Hukum dan berbagai pihak lainnya.

Ia berharap kolaborasi antara Pemerintah Kota Ambon, instansi pemerintah, BUMN dan masyarakat dapat terus diperkuat, terutama untuk membantu pelaku UMKM yang membutuhkan dukungan.

“Masih banyak UMKM yang membutuhkan uluran tangan dari berbagai macam instansi dan BUMN yang ada di Kota Ambon. Karena itu, kolaborasi seperti ini harus terus kita bangun,” pungkasnya.( O.l )

Tinggalkan Balasan