Pemkot Ambon Sembelih Hewan Kurban dan Dibagikan ke Masyarakat

Ambontoday.com, Kota Ambon– Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Majelis Taklim (MT) Al-Madinah menyembelih, dan pembagian hewan kurban kepada masyarakat, yang berlangsung, Selasa (18/6/2024), di Halaman Parkir Balai Kota Ambon.

Kegiatan ini dihadiri oleh PJ Wali Kota Ambon, Dominggus N. Kaya, Sekretaris Kota (Sekkot), Agus Ririmasse, PJ Ketua TP PKK, Dessy Kaya bersama pimpinan OPD di lingkup Pemkot Ambon.

Menurut Kaya, sebanyak 2 (dua) ekor sapi telah disumbangkan Pemkot Ambon, dan dikoordinir oleh Majelis Taklim Al-Madinah bagi kaum dhuafa, guna memupuk rasa kebersamaan dan solidaritas dalam memperingati hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah.

“Kami berharap, ini bukan saja merupakan bagian dari kebersamaan kita, untuk memupuk rasa solidaritas, dan rela berkorban bagi kota serta negeri ini, tetapi juga memperhatikan sesama,” kata Kaya dalam keterangan tertulisnya, yang diterima wartawan di Ambon, Rabu (19/6/2024).

Dikatakan, dalam perayaan Idul Adha menjadi momen yang baik untuk berbagi dengan sesama, apalagi di tengah-tengah kondisi ekonomi yang sulit yang dialami Kota Ambon, dan juga daerah-daerah lainnya di Indonesia.

“Ini menjadi moment yang baik untuk berbagi di tengah ekonomi yang sulit, bukan hanya di Kota Ambon, tetapi juga di daerah lainnya,” pungkas dia.

Kaya berharap, pembagian hewan kurban ini dapat digunakan secara baik, dan masyarakat dapat menikmati Idul Adha dengan penuh sukacita.

Sementara itu, Wakil Ketua MT Al-Madinah yang juga Ketua Panitia, Supatmawati mengungkapkan, sebanyak 130 kotak daging kurban dibagikan kepada masyarakat maupun ASN yang berhak menerima, dengan moto “Satu Kurban Sejuta Kebaikan”

Proses penyembelihan hewan kurban ini dilaksanakan di Kantor Baznas Kota Ambon, Kelurahan Waihaong, Kecamatan Nusaniwe.

Baca Juga  Berikut adalah versi berita serimonial dari rilis tersebut, dengan judul yang menarik: --- Pemkot Ambon Tegaskan Komitmen Penataan Pasar Batu Merah: Tidak Sekadar Menertibkan, Tapi Juga Mencarikan Solusi AMBON, 25 Juni 2025 — Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan bahwa penataan Pasar Batu Merah merupakan bagian dari komitmen serius dalam 17 Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, khususnya pada prioritas ke-4. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemkot Ambon, Ronald Lekransy, Rabu (25/6), dalam keterangan resminya kepada awak media. Lekransy menjelaskan bahwa kebijakan terkait Pasar Batu Merah telah melalui kajian yang matang dan komprehensif, dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan masyarakat, strategi penanganan, hingga dampak sosial dan ekonomi yang mungkin timbul. > “Penataan Pasar Batu Merah bukan keputusan yang diambil secara sepihak atau terburu-buru. Ini bagian dari strategi besar Pemerintah Kota dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya. Wali Kota Ambon, Bodewin Watimena, lanjut Lekransy, secara konsisten menekankan bahwa penataan pasar harus tetap berpihak kepada rakyat, terutama para pedagang kecil. Maka dari itu, dalam proses penertiban ini, pemerintah juga memikirkan solusi jangka panjang dan alternatif tempat yang layak bagi para pedagang. > “Tidak mungkin pemerintah mematikan ekonomi masyarakat. Kita tertibkan, tapi juga harus beri solusi. Ini soal keberlangsungan hidup para pedagang,” ujar Lekransy. Ia menambahkan, Pasar Batu Merah telah eksis sejak lama dan berkembang secara alami bersama dinamika kawasan Batu Merah. Oleh karena itu, upaya penataan tidak bisa dilakukan secara instan atau represif, melainkan secara bertahap dan terukur. Saat ini, Pemkot Ambon mengambil langkah penataan, bukan penertiban dalam arti sempit. Pedagang dilarang menempati badan jalan, namun sementara waktu diberi ruang di trotoar hingga pembangunan pasar dan solusi permanen disiapkan. Lekransy juga meluruskan pernyataan yang sempat beredar di media sosial dan beberapa media lokal, terkait tudingan bahwa Wali Kota Ambon kurang berani dalam menangani persoalan Pasar Batu Merah. > “Ini bukan soal nyali. Pemerintah punya strategi. Penanganan pasar ini mempertimbangkan aspek sosial untuk menghindari konflik, aspek ekonomi agar ekonomi tetap tumbuh, dan aspek keadilan agar semua warga merasa diperlakukan setara,” katanya. Ia menegaskan bahwa Pemkot terbuka terhadap kritik dan masukan, namun mengimbau agar penyampaian di ruang publik tetap menjaga nilai-nilai budaya ketimuran dan mengedukasi masyarakat secara positif. Sebagai penutup, Lekransy berharap seluruh pihak, termasuk DPRD, bisa bekerja sama dalam semangat kolaborasi untuk menciptakan solusi terbaik bagi masyarakat Kota Ambon. > “Kami berharap penataan pasar ini tidak hanya menjadi solusi sesaat, tapi menjadi langkah berkelanjutan menuju kota yang lebih tertib, adil, dan sejahtera,” tutupnya. --- Jika Anda menginginkan versi cetak, infografis, atau teks untuk media sosial juga, saya bisa bantu menyusunnya.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkini