BUPATI BURSEL Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Daerah di Usia Ke-18, Optimistis Hilirisasi Ubi
Menurutnya, usia ke-18 merupakan fase kedewasaan bagi Kabupaten Buru Selatan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus menjaga semangat perjuangan yang telah diwariskan para tokoh pemekaran daerah. "Pertama-tama kita patut memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT karena Kabupaten Buru Selatan hari ini telah berusia 18 tahun.
Ini adalah usia yang sudah beranjak dewasa. Semangat yang dibangun sejak masa pemerintahan pejabat hingga pemerintahan definitif harus terus kita jaga untuk menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat," ujar La Hamidi. Ia mengatakan, peringatan HUT bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat atas perjuangan panjang para pendiri daerah dalam mewujudkan Kabupaten Buru Selatan sebagai daerah otonom.
"Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh tokoh pemekaran yang telah berjuang sehingga Kabupaten Buru Selatan dapat berdiri sebagai daerah otonom. Kami bersama Wakil Bupati akan terus melanjutkan estafet perjuangan tersebut dengan penuh komitmen," katanya. Di tengah tantangan ekonomi global dan nasional serta keterbatasan fiskal daerah, La Hamidi menegaskan pemerintah daerah tetap berupaya menghadirkan program-program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menghindari perpecahan dan bersama-sama membangun optimisme terhadap masa depan Kabupaten Buru Selatan. "Kita tidak perlu menghabiskan energi untuk saling menjatuhkan. Mari bersatu padu dan memberikan optimisme bagi daerah ini.
Saya yakin Buru Selatan akan menjadi lebih baik pada masa yang akan datang," tegasnya. Bupati juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari petani, nelayan, aparatur sipil negara hingga pelaku usaha, agar memberikan kontribusi terbaik sesuai bidang masing-masing demi kemajuan daerah. Menanggapi harapan masyarakat terkait realisasi visi dan misi pemerintah daerah, La Hamidi mengakui adanya tantangan akibat perubahan kebijakan penganggaran pemerintah pusat yang turut dirasakan berbagai daerah di Indonesia.
Meski demikian, ia memastikan Pemerintah Kabupaten Buru Selatan tidak tinggal diam. Berbagai upaya terus dilakukan, termasuk membangun komunikasi intensif dengan pemerintah pusat agar program-program strategis dapat direalisasikan di Buru Selatan. "Kita tetap berusaha membangun komunikasi dengan pemerintah pusat agar berbagai program nasional bisa hadir di Kabupaten Buru Selatan untuk menjawab kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Salah satu program prioritas yang sedang dipersiapkan adalah hilirisasi ubi kayu. Menurut La Hamidi, saat ini pemerintah daerah masih menyelesaikan proses penetapan status lahan yang akan dijadikan kawasan pengembangan. Ia menjelaskan, lahan yang telah ditinjau di wilayah Fena Fafan diproyeksikan menjadi lahan inti dalam program tersebut.
Sementara lahan plasma berasal dari lahan milik masyarakat yang telah didata oleh penyuluh pertanian melalui pendataan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) di enam kecamatan. "Program ini merupakan kerja sama antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, BUMN dan BUMD. Karena itu lahan inti harus dipersiapkan sebagai jaminan agar investasi dapat berjalan dalam jangka panjang," jelasnya.
La Hamidi optimistis petani Buru Selatan memiliki kemampuan untuk mendukung pengembangan komoditas ubi kayu karena tanaman tersebut sudah dikenal luas oleh masyarakat. Menurutnya, tantangan utama bukan lagi kemampuan bertani, melainkan membangun kemauan dan partisipasi aktif masyarakat untuk memanfaatkan peluang ekonomi yang akan hadir melalui program tersebut. "Saya yakin petani kita siap.
Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita bersama-sama menyambut program ini karena manfaatnya sangat besar, mulai dari peningkatan ekonomi masyarakat, penciptaan lapangan kerja hingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," katanya. Di akhir wawancara, Bupati kembali mengajak masyarakat agar aktif mendukung seluruh program pembangunan pemerintah daerah. "Apapun yang dilakukan pemerintah tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat.
Karena itu mari kita lebih produktif, lebih proaktif, dan bersama-sama membangun Kabupaten Buru Selatan yang lebih maju," pungkasnya. [ Nar'Mar ] .
đ Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
đŦ 0 Komentar
đ Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Penggalian C Diduga Ilegal di Proyek RSUD Bursel, Diduga Keluarga Bupati Terlibat
2 months ago
Jubir Pemkot Ambon: Penanganan Korban Pohon Tumbang April 2026 Dilakukan Sesuai Mekanisme
2 months ago
Semarak HUT ke-81 RI, SD Negeri 257 Suli Gelar Sembilan Mata Lomba Libatkan Siswa Kelas 1-6
2 months ago
Lomba Ukulele Sirimau, Ely Toisutta: Musik Perkuat Identitas Ambon Sebagai City of Music
2 months agoRekomendasi Untuk Anda
Empower Ribu Wanita untuk Membangun Perekonomian Desa: Pertamina Menyulut Semangat Kartini di Zaman Modern
Kapolres Kepulauan Tanimbar Apresiasi Kinerja Anggotanya
Diskominfo Tanimbar Gandeng Bakti Gelar Pelatihan & Sertifikasi Jaringan VSAT IP
Kades Wabar : Faktanya, Yang Tuduh, Justru Gelapkan Dana Pajak!
Hadler : Jangan Takut Vaksin, Imun Tinggi Melemahkan Covid -19