Demi Sukses Berkarier, Adrianus Leftungun Diduga Tipu Managemen FK UNSRAT
Dugaan penipuan tersebut dilakukan oleh Leftungun kepada pihak Fakultas Kedokteran UNSRAT, yakni dengan memalsukan usianya menjadi lebih muda agar bisa diterima sebagai salah satu mahasiswa S2, jurusan spesialis kandungan. Padahal seharusnya hal itu melanggar ketentuan yang ada, dimana walaupun usia calon pendaftar yang hanya berselisih hitungan bulan dengan persyaratan yang dibuat pihak managemen universitas ataupun managemen Fakultas Kedokteran, hal itu tidak dapat ditolerir, namun tipu muslihat atau modus leftungun tersebut terbilang sukses. Terungkapnya perilaku licik Leftungun diungkapkan kepada media ini oleh salah satu narasumber yang meminta agar identitasnya dirahasiakan.
Narasumber meminta agar melaui pemberitaan ini, kiranya pihak managemen UNSRAT maupun pihak managemen Fakultas Kedokteran agar segera menyikapi hal ini karena menurut dia, masih banyak putera-puteri berprestasi lainnya yang ingin menuntut ilmu pada universitas ternama itu, namun terkendala pelbagai persyaratan yang mungkin saja tidak bisa mereka penuhi salah satu dari persyaratan yang ada. Sumber menegaskan, dirinya tau persis usia dari Adrianus Leftungun dan bahkan mengantongi KTP milik yang bersangkutan, yang mana di dalam KTP tersebut tertera dengan jelas identitas diri Leftungun. Memang diakui sumber, tidak mengetahui persis tentang surat bukti apa yang sengaja dipalsukan oleh Leftungun sehingga dirinya bisa lolos diterima sebagai mahasiswa kedokteran S2 di UNSRAT, tetapi yang pasti adalah, yang bersangkutan telah melanggar aturan yang ada.
"Saya tau persis bahwa usia bung Adrianus itu sudah tidak bisa diterima lagi sebagai mahasiswa di Kampus Kedokteran, UNSRAT karena usianya sudah melebihi dari persyaratan usia calon mahasiswa dari pihak fakultas. Usia maksimal yang diterima adalah 35 tahun 0 bulan, sementara usia dia untuk bulan April 2021 telah genap 35 tahun, dan pelaksanaan tesnya adalah Agustus 2021. Malahan saya pegang foto KTP bersangkutan.
Saya meminta agar pihak UNSRAT maupun Fakultas dapat sikapi serius hal ini karena masih banyak SDM yang ingin menjadi dokter dan kuotanya telah penuh," ungkap sumber. (AT/sony)
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Keterangan Petrus Fatlolon Bongkar Sengkarut PI Masela dan Dokumen Janggal
6 months ago
Kejagung Didesak Periksa Kontraktor Agus Thiodorus Terkait Pengrusakan Mangrove
7 months ago
Jejak Perjanjian Notaris di Balik Pencairan Rp20 Miliar UP3 Tanimbar
7 months ago
Kontroversi Pernyataan Bupati Mengguncang Relasi Pemerintah dan Wartawan Tanimbar
7 months agoRekomendasi Untuk Anda
DPRD Maluku Desak Pemda Dan Pemkot Tertibkan Pedagang Yang Tempati Pasar Modern
FKIP Unpati Akan Bantu Pemda Bursel Tingkatkan Mutu Pendidikan
Februari 2023, TPK Hotel di Maluku Capai 31,09 Persen
Duel Sengit Tottenham Hotspur vs Manchester United
Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Bawa Umur, RL Resmi Di Tahan Polres