Konflik Meletus di Libya: Kemlu Pastikan Kemanan Seluruh WNI
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tripoli sudah melakukan dialog dengan warga negara Indonesia yang bertempat tinggal di sana, dan ditekankan kepada mereka agar lebih waspada lagi, mengikuti informasi tentang kondisi keamanan dari pihak lokal, serta tetap menjaga kontak dengan KBRI. Berdasarkan informasi dari Direktur PWNI, ada sekitar 535 warga negara Indonesia yang tinggal di Libya, dengan 302 orang di antaranya bermukim di kota Tripoli. Sebagian besar dari mereka yang berada di luar negeri merupakan tenaga kerja migran, termasuk profesional maupun orang-orang yang bekerja dalam bidang rumahan atau domestik.
Selain itu, terdapat juga pelajar serta warga negara Indonesia yang telah menikahi penduduk lokal, jelas Judha. Pada keadaan darurat, warga negara Indonesia yang berada di Libya dianjurkan untuk secepatnya menghubungi saluran darurat KBRI Tripoli melalui nomor telepon +218-94-481-5608, demikian penjelasan Direktorat PWNI Kementerian Luar Negeri. "Warga Negara Indonesia yang berencana melakukan perjalanan ke Libya diminta untuk mengurangi niat tersebut sampai kondisi menjadi lebih tenang dan stabil," tambah Judha.
Pertempuran berdarah dikabarkan pecah minggu ini di beberapa daerah bagian selatan Tripoli, Libya. Ketua Badan Presidensial Libya, Abdul Ghani al-Kikli, diberitakan meninggal dalam pertikaian itu. Otoritas keamanan dari Pemerintah Persatuan Nasional (GNU) Libya mengumumkan pada hari Selasa bahwa kampanye militernya di Tripoli sudah selesai.
Di sisi lain, menurut lembaga darurat lokal, konflik itu memakan korban enam jiwa yang meninggal dunia. Sejak jatuhnya rezim pimpinan Libya Muammar Gaddafi di tahun 2011, negeri tersebut telah kehilangan kesatuan sebagai satu entitas negara karena adanya pemerintahannya yang berdiri sendiri-sendiri. Lebih jauh lagi, hingga kini masih ada ketegangan antara pihak GNU di Tripoli melawan Pemerintah Stabilitas Nasional (GNS) yang bertempat di Tobruk serta didukung oleh Marsekal Khalifa Haftar.Â
đ Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
đŦ 0 Komentar
đ Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Amboian Jukulele Festival 2026 Digelar di Teluk Ambon Baguala, Wali Kota Ajak Generasi Muda Lestarikan Musik Lokal
2 months ago
Kantor Inspektorat BurseL Dipalang, Sengketa Tanah dan Bangunan Jadi Sorotan BURSEL, Ambontoday.com
2 months ago
Ahli Waris Evans Reynold Alfons: Kami Percaya Pada Hukum, Bukan Opini
2 months ago
Wali Kota Ambon Buka SLCN, Tekankan Keselamatan Nelayan dan Pemanfaatan Teknologi Laut
2 months agoRekomendasi Untuk Anda
Teriakan Sunyi di Sungai Poli: Warga Desa Lena Tewas Mengenaskan Diduga Diterkam Buaya
Kasus Rp9,3 M Ke polres KKT Semakin Menuju "Tuannya"
Jelang Ramadhan, Komisi II DPRD Ambon Pastikan Stok Pangan Aman