Kami Manusia Bukan Binatang Untuk Dikandangkan
"Saya sangat menyesalkan sikap gustu yang tidak memikirkan kondisi para penumpang yang akan di karantinakan ditempat lapangan footsal yg dijadikan sebagai tempat karantina, apkah kami yang akanΒ dikarantinakan ini disamakan dengan binatang yang mau dikandangkan" ujarnya. "Parahnya lagi tempat footsal yg dijadikan tempat karantina itu berada ditempat ramai dan sama sekali tidak memenuhi syarat untuk menjadi tempat karantina, sementara dana yg di alokasikan Pemda Kepulauan Tanimbar untuk percepatan penganan covid-19 sangat besar jumlahnya 39 Milyar Rupiah. Bagi saya anggaran ini tidak sedikit tetapi sangat banyak bahkan lebih untuk penanggulangan terhadap bahaya covid-19 di maksud.
"Pertayan saya apa beda daerah KKT dan Malra? Sampai-Sampai Malra bagitu sangat menghargai masyarakat yang karantina sehingga mereka difasilitasi penginapan dan pelayanan yang sangat terjamin dibading Kepulauan Tanimbar, sementara Kenyataan yang terjadi adalah begitu besarnya anggaran Covid-19 KKT, namun Apakah karena anggaran 39 Milyar Rupiah tidak mencukupi?" tanya Rerebain Ditambahkan, Masyarakat yang adalah para calon penumpang yang hendak pulang ke tanimbar semua menolak tempat karantina yang sangat tidak layak itu agar pemerintah paham kami adalah manusia yang butuh dilayakan dengan pelayanan yg maksimal dengan fasilitas yang menjamin.
"Benar-benar sangat memprihatinkan, arena footsal di gunakan sebagai lokasi karantina. Lokasi tersebut bocor, terdapat 1 toilet, air bersih harus ditimbah dari sumur oleh para pelaku karantina, sehingga resiko DBD malaria dan diare sangat tinggih. Para Pelaku karantina disuruh tidur di kasur spoons tanpa tempat tidur dan bantal kepala.
Makanan di pesan dari warung sekitar tanpa jaminan hiegenis. Orang masuk lokasi karantina di KKT bisa sakit saja menderita penyakit yang lain" kesal Rerebain. Dirinya berharap, Gustu Covid-19 Kepulauan Tanimbar apabila tidak mampu Menyiapkan tempat karantina yang layak maka biarkan masyarakat yang pulang ke tanimbar, melakukan karantina mandiri dikarenakan para masyarakat yang pulang ke Tanimbar, mereka sudah sesuai protokoler kesehatan.(AT/Paet)
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Semarak HUT ke-81 RI, Maxim Gratiskan Perjalanan dengan 81 Mobil Berdekorasi Merah Putih di 19 Kota Indonesia
2 months ago
Dugaan Galian C Ilegal Mengarah ke Proyek RSUD Salim Alkatiri, LP-KPK Desak Polda-Kejati Usut Rantai Material
2 months ago
Antisipasi El Nino dan Kemarau Panjang Distan Maluku Fokus Proyek Irpom
2 months ago
Sambut HUT Ke-81 RI, MTs Ambon Gelar Beragam Lomba, Dorong Siswa Hadapi Tantangan Era Digital
2 months agoRekomendasi Untuk Anda
Politeknik Negeri Ambon Gelar Wisuda XX, 535 Lulusan Siap Berkontribusi untuk Indonesia Emas 2045
DPRD - Pemkot Bahas Tapal Ambon dan Malteng
Gubernur Assagaff Lantik Tim Peningkatan Ekspor
TOP Digital Public Relations Award 2025