" Lokakarya Pendidikan Katholik Regio Makasar - Amboina - Manado 2025 Resmi Dibuka"
Watimena, M. Si, dan menjadi momentum penting bagi para pelaku pendidikan Katolik untuk memperkuat misi pendidikan di tengah tantangan zaman. Hadir dalam acara pembukaan, sejumlah tokoh penting yang menandai kuatnya kolaborasi lintas wilayah: Uskup Diosis Amboina, Ketua Komisi Pendidikan MPK Regio Makassar–Amboina–Manado, Sekretaris Eksekutif Komisi Pendidikan Katolik KWI, Ketua Presidium MNPK Pusat Jakarta OFM, serta ratusan guru, kepala sekolah, dan pengurus yayasan dari tiga keuskupan.
Tahun ini, lokakarya mencatat keikutsertaan sebanyak 247 peserta—terdiri dari 151 dari Amboina, 68 dari Manado, dan 28 dari Makassar. “Ini bukti bahwa gairah belajar dan semangat membangun jejaring masih sangat hidup di tengah-tengah kita,” ujar Romo Carolus Patampang dalam sambutannya. Ia juga menegaskan pentingnya pembelajaran mendalam berbasis growth mindset dan mind map dalam konteks pendidikan Katolik masa kini.
Uskup Diosis Amboina, Mgr. Seno Ngutra, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini di wilayahnya. Ia mengingatkan para guru akan tanggung jawab besar yang mereka emban.
“Banyak anak-anak menggantungkan masa depan mereka di tangan Anda. Maka, ajarlah dengan hati yang gembira,” tuturnya menyentuh hati. Sementara itu, Wali Kota Ambon, Drs.
Bodewin M. Watimena, dalam pidatonya menyampaikan pandangan strategis soal peran pendidikan dalam menghadapi bonus demografi 2035 dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. “Pendidikan harus mencetak generasi yang tak hanya cerdas, tetapi juga tangguh secara karakter, mental, dan spiritual.
Di situlah letak keunggulan sejati,” tegasnya. Menanggapi permintaan Uskup Amboina untuk menjamu peserta dari luar daerah, Wali Kota menyampaikan kesiapannya secara pribadi. “Rumah dinas memang sedang direnovasi, tapi saya siap mengirim makanan ke Keuskupan.
Ini bagian dari sambutan hangat kami sebagai tuan rumah,” katanya dengan nada bersahabat, disambut tawa dan tepuk tangan para peserta. Lokakarya ini akan berlangsung hingga 30 Agustus 2025 dan diisi dengan berbagai sesi diskusi, pelatihan, dan refleksi. Diharapkan para peserta dapat membawa pulang semangat baru dan inspirasi segar untuk diterapkan di sekolah dan komunitas masing-masing, demi pendidikan Katolik yang semakin bermakna dan berdampak luas.( o. l
👋 Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
💬 0 Komentar
📭 Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Peringati Hari Pangan Sedunia dan Jaga Stabilitas Harga, Pemkot Ambon Gelar GPM
14 minutes ago
Kebakaran Capai 157 Kejadian Sepanjang 2026, Wali Kota Minta Kewaspadaan Ditingkatkan
18 minutes ago
Walikota Ambon Ancam Pecat ASN Terlibat SK Bodong Kenaikan Pangkat, Inspektorat Turun Tangan
4 days ago
Bodewin di Konferensi Internasional UNPATTI: Teknologi Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
5 days agoRekomendasi Untuk Anda
Mantan Kepala Bappeda Bursel Akui SDM di BurseL Masih Rendah
Akselerasikan Transformasi Industri, Telkomsel Terapkan Teknologi NB-IoT
5 Pilihan Makanan Sehat dan bergizi Agar Anak Tidak Cepat Lemes saat di Sekolah
Abdullah Vanath: Peran Kampus sebagai Penggerak Pendidikan, Ekonomi, dan Kedamaian
Akhirnya Moriolkossu Sekda Defenitf