
MALRA, AmbonToday.com — Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Maluku Tenggara Rizal Ohoitenan mendesak Bank Tabungan Negara (BTN) segera mencairkan gaji pensiunan bagi para penerima manfaat di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.
Desakan tersebut disampaikan menyusul belum adanya kepastian pembayaran dana pensiun yang hingga kini masih dinantikan para nasabah. Kondisi ini disebut telah menimbulkan keresahan, terutama bagi para pensiunan yang mengandalkan dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Persoalan pembayaran ini bermula setelah kantor BTN di Kabupaten Maluku Tenggara ditutup dan pelayanan perbankan kemudian dipusatkan di Ambon sejak 2023. Dalam proses selanjutnya, pembayaran dana pensiun dititipkan melalui Kantor Pos Maluku Tenggara.
Namun, sejumlah pensiunan yang mendatangi Kantor Pos untuk menanyakan pencairan dana kembali mendapatkan jawaban bahwa dana pensiun belum tersedia.
“Pihak BTN harus segera memberikan kejelasan dan mencairkan hak para pensiunan. Mereka sangat membutuhkan dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari kebutuhan pangan hingga biaya kesehatan,” tegas Ketua DPD KNPI Maluku Tenggara, Sabtu, 22/8/2026.
Ia menilai, keterlambatan pembayaran tanpa adanya kepastian yang jelas dapat semakin membebani para pensiunan. Terlebih, sejak 1 Agustus 2026, para penerima pensiun disebut masih menunggu kejelasan terkait pencairan dana mereka.
Menurutnya, para pensiunan tidak seharusnya terus berada dalam kondisi menunggu tanpa kepastian. Pihak BTN diminta segera memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab keterlambatan sekaligus memastikan kapan dana pensiun dapat dicairkan.
“Jangan biarkan para pensiunan terus menunggu tanpa kepastian. Ini menyangkut hak dan kebutuhan hidup mereka. Kami meminta BTN segera menyelesaikan persoalan ini dan memberikan kepastian kepada para nasabah,” ujarnya.
DPD KNPI Kabupaten Maluku Tenggara berharap pihak BTN dapat segera merespons keluhan para pensiunan dan mengambil langkah konkret agar pembayaran gaji pensiun kembali berjalan sebagaimana mestinya.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat penjelasan lebih lanjut dari pihak BTN terkait penyebab keterlambatan serta kepastian waktu pencairan dana pensiun tersebut.
[ Nar’Mar ]
.









