Mengenal Dr. J. Leimena: Sosok Menteri Sederhana di Balik Ribuan Puskesmas Indonesia
Namanya
Johanes Leimena. Di dadanya, ada gemuruh yang tidak biasa. Ia bukan sekadar pemuda biasa yang beruntung bisa mengecap pendidikan kedokteran di STOVIA Batavia.Ia adalah saksi hidup bagaimana kemiskinan dan penyakit menjerat bangsanya sendiri. Dalam sunyi, ia berjanji bahwa ilmu yang ia timba tidak akan menjadi menara gading. Ilmu itu harus turun ke bumi, menyentuh tangan-tangan legam para petani dan nelayan yang selama ini terlupakan.
Jiwa kepemimpinannya membawanya kembali ke daerah-daerah terpencil. Ketika bertugas di Bandung dan wilayah Jawa Barat lainnya pada era 1930-an, Leimena melihat kenyataan pahit. Orang-orang desa harus berjalan berkilo-kilometer melintasi bukit dan hutan hanya untuk mengobati luka kecil atau demam tinggi.
Banyak anak kecil meninggal sebelum sempat melihat dunia luar, hanya karena diare yang tidak tertangani.
Merdeka berarti rakyatnya sehat, anak-anaknya tumbuh kuat, dan ibunya tidak bertaruh nyawa saat melahirkan di pelosok desa.
Pemikiran dasarnya sangat sederhana namun mendalam: pelayanan kesehatan tidak boleh bersifat pasif dengan hanya menunggu pasien datang ke rumah sakit. Pelayanan kesehatan harus aktif bergerak mendekati masyarakat, mengobati yang sakit, sekaligus mencegah yang sehat agar tidak tertular.
Gagasan ini terus disempurnakan dari tahun ke tahun, melewati berbagai dinamika politik, hingga akhirnya bertransformasi menjadi sistem Puskesmas yang kita kenal secara resmi pada akhir tahun 1960-an.
Ia tidak pernah memanfaatkan jabatannya untuk menumpuk harta. Baginya, kekayaan sejati adalah melihat senyum seorang ibu di pelosok desa yang anaknya berhasil sembuh dari demam tinggi berkat obat yang disediakan pemerintah.
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Penggalian C Diduga Ilegal di Proyek RSUD Bursel, Diduga Keluarga Bupati Terlibat
2 months ago
Jubir Pemkot Ambon: Penanganan Korban Pohon Tumbang April 2026 Dilakukan Sesuai Mekanisme
2 months ago
Semarak HUT ke-81 RI, SD Negeri 257 Suli Gelar Sembilan Mata Lomba Libatkan Siswa Kelas 1-6
2 months ago
Lomba Ukulele Sirimau, Ely Toisutta: Musik Perkuat Identitas Ambon Sebagai City of Music
2 months agoRekomendasi Untuk Anda
Sekda Buka Kegiatan Penilaian Kinerja Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Maluku
Jasa Raharja Cabang Maluku dan AMGPM Cabang Elim I Kolaborasi dalamΒ Penghijauan dan Safety Campaign
Usai Sosialisasi Uji Coba, Dishub Terapkan Parkir Digital Akhir Januari
Angkatan 32 Jadi Akhir Dari Perjalanan SUPMN Waiheru
Tim SAR Dobo Cari 2 Nelayan Hilang di Laut