*PEMUDA TANIMBAR DALAM PUSARAN VISI DAN MISI TANIMBAR MAJU : Tercekik, Terlenting atau Terlentang?*
Moh. Hatta berpesan : βKita masih terus berjuang jadi tuan rumah di negeri sendiri, tanyakan pada diri, apa yang sudah saya berikan untuk bangsa ini? Lantas, bagaimana dengan Pemuda Tanimbar?
TERCEKIK, TERLENTANG atau TERLENTING? Hari Sumpah Pemuda ke-97 yang diperingati pada tanggal 28 Oktober 2025 kemarin menjadi sebuah momentum untuk berefleksi tentang Pemuda Tanimbar hari ini dan esok. Hampir Sebagian besar Pemuda melibatkan dirinya dalam dunia aktifis, Sosial-politik dan beberapa diantaranya masuk dunia jurnalis. Terdapat pula Sebagian besar pemuda yang telah masuk dalam sistem pemerintahan, baik sebagai ASN maupun karyawan/i swasta (BUMN/BUMD) yang terikat dengan tata peraturan tertentu.
Dimanapun posisi Pemuda, mestinya dimanfaatkan sebagai ruang untuk mengaktualisasikan dirinya dan idealismenya untuk membangun daerah ini. ada beberapa fenomena menarik bagaikan fatamorgana. Fenomena Pertama, sejak pemerintahan periode 2025-2030 dimulai sejak tanggal 20 Februari 2025 yang lalu, hampir Sebagian besar ormas/OKP di daerah ini mulai berbenah diri secara internal. Dalam proses pembenahan internal ini. ramai-ramai mencoba mencari pendekatan dengan pemerintahan yang baru dan ada yang memilih untuk mengambil posisi tidak mendekatkan diri dengan pemerintahan ini dan ada pula yang mengambil posisi netral.
Pilihan ini nyaris persis dengan pilihan politik bahwa ada kelompok koalisi, oposisi dan netral. Fenomena Kedua kepentingan person maupaun kelompok masih sangat mengikat. Benar bahwa musim politik telah selesai tetapi sesungguhnya kepentingan belum selesai. Kepentingan adalah utang politik yang sulit ditawar : penuhi kepentingan saya atau kita berlawanan..
Menurut saya, Pemuda mestinya tidak perlu berpikir mengambil posisi untuk mengamankan dan menyamankan dirinya. Dengan karateristik dan potensi yang ada dalam dirinya, Pemuda mestinya tampil dengan visi besarnya untuk memgaktualisasikan idealismenya dengan membangun sinergitas dalam persatuan visi untuk membangun Tanimbar. Pemuda boleh Bersatu tetapi tidak menghilangkan karakteristik Pemuda yaitu: energi dan vitalitas, Inovatif dan kreatif, Adaptif dan responsive, Kritis dan idealistis. Karateristik ini justru akan berubah menjadi potensi yang unggul jika Pemuda menempatkan dirinya pada posisi yang tepat. Posisi ini amat berpengaruh pada Upaya Pemuda untuk mengaktualisasikan idealismenya dalam bingkai visi dan misi pemerintah untuk kebaikan bersama.
Maka akan ada 3 (tiga) konsekuensi atas pilihan posisi yang diambil oleh pemuda. Pertama, TERCEKIK. Apabila Pemuda membiarkan dirinya diatur, dikuasai, dipengaruhi, digiring oleh kepentingan orang tertentu atau kelompok tertentu maka Pemuda telah membiarkan dirinya TERCEKIK dalam cengkeraman pihak lain. Ibarat burung dalam sangkar emas yang terlihat indah dan menawan tetapi sesungguhnya hidup terkurung dalam kuasa orang lain.
Pemuda akan kehilangan jati dirinya dan bertindak seolah-olah kuda (bendi) delman yang terlihat berjalan tetapi tanpa visi dan hanya mengikuti kehendak yang kuasa. Kedua, TERLETANG. Tak ingin mengambil resiko atau βikut arus sajaβ adalah pilihan pemuda untuk TERLENTANG, alias pasrah pada apa yang terjadi. Pemuda yang tidak hanya tercekik tetapi terlentang karena tidak mampu mengekspresikan karakter dan potensinya.
Bisa saja karena takut, cemas dan ragu-ragu unntuk membuat pilihan yang penuh resiko. Tipe Pemuda ini adalah mereka yang ingin tinggal terus di zona aman dan nyaman. Apa atau bagaimanapun situasi dan kondisi, siapapun pemimpin, mereka akan membiarkan dirinya untuk larut dalam system apapun atau dalam Bahasa gaul, mati dalam pelukan. Ketiga, TERLENTING. Dengan potensi dan karateristiknya, pemuda seharusnya berdiri tegak dengan idealismenya untuk berpartisipasi dalam semua bidang dan dalam setiap situasi dan kondisi apapun. Bahkan pada kondisi terpuruk pun, Pemuda harusnya mampu mengambil sikap yang jelas dan tegas untuk tampil prima.
Ada kata-kata kuno, semakin tertekan, lentingannya semakin tinggi. Kata-kata ini harusnya menjadi motivasi pemuda bahwa setiap tantangan dan hambatan yang terjadi karena situasi dan kondisi apapun, Pemuda harus tetap mampu berdiri tegak dan memperjuangkan idealismenya. Salah satu syarat mutlak adalah sikap independensi menjadi sikap yang tak bisa ditawar dari pemuda dalam perjuangannya.
Jika sikap ini tidak ada, maka Pemuda itu hanya akan terjebak dalam dua pilihan : TERCEKIK atau TERLENTANG. SELAMAT MERAYAKAN HARI SUMPAH PEMUDA KE-97 SALAM PEMUDA
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Rektor UNLESA Sambut Tim Peneliti Kolaborasi Riset Univeritas Lelemuku Saumlaki dan Universitas Merdeka Malang
3 months ago
Dari Keliobar, BGW Minta Restu Rebut Kursi Gubernur Maluku 2029
4 months ago
Kemanakah Arah Pemda dan DPRD Tanimbar di Tengah Ledakan Investasi Blok Masela?
5 months ago
KNPI Kepulauan Tanimbar Desak Pelantikan Eselon III dan IV Akomodir Semua Kepentingan, Hindari Penempatan Bom Waktu
5 months agoRekomendasi Untuk Anda
Kolaborasi dan Inovasi Digital Jadi βSenjataβ Jasa Raharja Hadapi Tantangan 2023
Video Warga Minyak PLN Bocor Matikan Mangrove, Fakta yang Diabaikan dalam Upaya Mencari Solusi
PESAN Kapolres BurseL Pada Gelar ApelΒ Pasukan Operasi Patuh Salawaku 2025
Pemprov Maluku Gratiskan Rapid Antigen Bagi 2.374 Peserta CPNS
Festival Durian Hutumuri 2026 Sukses Digelar, Siapkan 12.500 Buah Durian Untuk Ribuan Pengunjung