AmbonToday
Menu Utama
3067950727

Wagub Maluku: Maulid Nabi Momentum Rawat Harmoni dan Persaudaraan di Maluku

M

Oleh: Mozes

Saturday, 10 October 2026 | 23:08 WIT

Bagikan:
Wagub Maluku: Maulid Nabi Momentum Rawat Harmoni dan Persaudaraan di Maluku

Ambontoday. com, Ambon.- Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath bersama Ibu Hj.

Rohani Vanath memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di kediaman Wakil Gubernur Maluku, Karang Panjang, Ambon, Kamis (3/9/2026).

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang keteladanan dan perjuangan Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkuat semangat persaudaraan dan keharmonisan masyarakat Maluku.

Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Provinsi Maluku, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Ketua TP PKK Provinsi Maluku, Ketua Dharma Wanita Provinsi Maluku, para Asisten dan Staf Ahli Setda Maluku, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, serta ibu-ibu Majelis Taklim di Kota Ambon.

Dalam sambutannya, Wagub Abdullah Vanath menegaskan bahwa nilai utama yang dapat dipetik dari peringatan Maulid Nabi adalah pentingnya menjaga silaturahmi, persaudaraan dan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Maluku.

β€œHari ini kita tidak hanya memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi kesempatan untuk saling bersilaturahmi dan merawat harmoni. Yang hadir di sini bukan hanya saudara-saudara Muslim, tetapi juga ada basudara non-Muslim. Ini menunjukkan bahwa kebersamaan dan persaudaraan adalah kekuatan kita bersama,” ujar Vanath.

Menurutnya, keharmonisan di Maluku harus terus dirawat secara bersama-sama, sebagaimana seseorang merawat cinta dan kasih sayang dalam kehidupan keluarga.

β€œMaluku ini harus kita rawat seperti kita merawat cinta.

Kalau kita bertunangan, cinta harus dirawat. Dalam rumah tangga, cinta dan kasih sayang juga harus dirawat. Begitu pula dengan Maluku, persaudaraan dan keharmonisan harus terus kita rawat bersama,” ungkapnya.

Wagub menekankan, siapa pun yang dipercaya menjadi pemimpin di Maluku memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama.

β€œMaluku ini, siapa pun pemimpinnya, harus menjaga dan merawat keharmonisan antarumat beragama.

Kita pernah punya pengalaman buruk berupa konflik dan perkelahian yang membuat kita mundur ke belakang. Karena itu, pengalaman tersebut harus menjadi pelajaran agar tidak terulang kembali,” tegasnya.

Vanath juga menyampaikan bahwa menjaga kerukunan bukan hanya menjadi tanggung jawab tokoh agama maupun instansi yang memiliki tugas di bidang keagamaan. Pemerintah daerah, kata dia, memiliki peran penting dalam menciptakan kondisi sosial yang aman dan harmonis sebagai bagian dari proses pembangunan.

β€œMungkin ada yang mengatakan kegiatan seperti ini adalah urusan ustad, ustadzah, para kiai atau Kementerian Agama.

Betul, mereka memiliki tugas dan fungsi yang diberikan oleh negara. Tetapi Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dalam membangun daerah juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga harmoni di tengah masyarakatnya,” jelasnya. (Diskominfo Maluku/AT) 

πŸ‘‹ Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.

πŸ’¬ 0 Komentar

πŸ“­ Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!