
Saumlaki, Ambontoday.com — Warga empat kampung di Kecamatan Kormomolin terlibat bentrokan terkait batas tanah pada Sabtu pagi, ketika kelompok dari Alusi Kelan, Alusi Tamrian, dan Alusi Bukjalim bergerak menuju Alusi Krawain dan terjadi pertikaian langsung.
Bentrokan tersebut dipicu perselisihan batas wilayah yang telah lama berlangsung dan kembali memanas sejak pagi hari. Situasi di sekitar lokasi berubah drastis ketika sejumlah warga mulai meninggalkan rumah demi menghindari area bentrokan.
Menurut keterangan warga Alusi Krawain di lapangan, kelompok dari tiga kampung, Alusi Kelan, Alusi Tamrian dan Alusi Bukjalim bergerak dari arah perkampungan atas dan langsung berhadapan dengan warga Alusi Krawain tanpa melalui negosiasi. Benturan fisik menggunakan batu, kayu, parang pendek, dan senapan angin dilaporkan terjadi dalam waktu singkat.
“Ini kenapa lambat sekali? Orang sudah luka-luka!” kata seorang warga perempuan di pinggir jalan ketika melihat aparat belum mengambil tindakan tegas.
Sejumlah warga yang terluka telah dievakuasi menggunakan sepeda motor karena tidak tersedia peralatan medis memadai. Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat data resmi mengenai jumlah korban luka.
Tokoh masyarakat menyatakan desakan agar aparat keamanan segera turun mengamankan lokasi. “Kalau kalian tidak turun, ini habis semua! Jangan tunggu korban mati baru bergerak!” ujarnya di tengah kerumunan massa. Warga juga menyebut rumah-rumah di sekitar lokasi mulai dikosongkan sejak bentrokan meningkat.
Informasi yang beredar menyebutkan aparat masih menunggu tambahan personel untuk pengamanan. Namun kondisi lapangan menunjukkan ketegangan belum mereda hingga menjelang sore, dengan jarak antar kelompok yang masih berdekatan dan suara benturan masih terdengar.
Wartawan masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak TNI dan Polri terkait langkah penanganan situasi serta kepastian tambahan pasukan. Hingga berita ini dipublikasikan, aparat belum memberikan pernyataan resmi.
Situasi keamanan di empat kampung tersebut masih dalam pemantauan dan informasi tambahan akan diberitakan setelah proses verifikasi lanjutan. (AT/NFB)



