Tiakur, ambontoday.com – Masyarat Maluku Barat Daya khusus di P.Kisar kini dikeluhkan dengan hadirnya sejumlah proyek yang bersumber dari APBN pada sektor pendidikan yang bermasalah di daerah itu.
Bagaimana tidak, pada bulan september 2019 lalu kabupaten maluku barat daya lewat kementerian pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) telah mengalokasikan anggaran sebesan Rp. 35.544.290.000 (tiga puluh lima milyar lima ratus empat puluh empat juta dua ratus sembilan puluh ribu rupiah) untuk proyek rehabilitasi dan renovasi sarana prasarana sekolah yang tersebar pada 9 sekolah plat merah di daerah itu namun, anggaran yang cukup besar itu menghasilkan pekerjaan proyek yang fiktif dan asal-asalan. Hal ini dikeluhkan ketua pemuda dusun yawuru desa wonreli Daud Dahoklory.
Kepada media ini Dahoklory menuturkan,
Memang anggaran senilai 35,5 milyar itu nomenklatur paket proyeknya tertera rehabilitasi dan renovasi namun seluruh item pekerjaan (selain gedung sekolah) dalam kegiatan itu harus dibangun baru ujarnya. dia mencontohkan, khusus untuk SD negeri 1 Wonreli ada beberapa item pakerjaan yang semestinya dibangun baru namun tidak dikerjakan diantaranya, pembangunan sumur bor, dan pembangunan tempat sampah serta pembangunan menara air.
sementara pembangunan wc dan kamar mandi, tidak dibangun baru karena sejak awal sekolah tersebut sudah memiliki wc dan kamar mandi.
Sedangkan untuk pembangunan pagar, PT. ARKINDO sebagai kontraktor pelaksana hanya membangun pagar beton sekitar 15 meter karena seolah tersebut sudah memiliki pagar terangnya.
Anehnya, pekerjaan tersebut diawasi oleh tim terpadu bentukan kejaksaan tim pengendalian pengawasan proyek pemerintah daerah (TP4D) namun kasus ini bisa lepas dari jangkauan.
Daud mendesak agar aparat penegak hukum dalam hal ini KPK, Kejaksaan segera turun untuk melakukan audit investigasi soal proyek ini sebab sangat merugikan negara dan masyarakat terkhusus anak-anak sebagai generasi daerah dan bangsa ini.
🔷 Konten Khusus Member & Bebas Iklan
Jadilah member aktif untuk membaca kelanjutan artikel ini.
Langganan Sekarang







