Ambontoday.com, Ambon.- Program Literasi dalam rangka pembinaan dan peningkatan minat baca bagi warga binaan di lembaga pemasyarakatan merupakan salah satu kegiatan yang mampu mengedukasi, meningkatkan pengetahuan serta pemahaman akan nilai-nilai keimanan dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus pembentukan karakter, agar kelak ketika Warga Binaan (WB) kembali ke dalam keluarga dan masyarakat memiliki pengetahuan dan karakter yang baik dan dapat melanjutkan kehidupan secara normal.
Hal ini juga diterapkan pada Lapas Perempuan Kelas III Ambon selama ini. Demikian Penjelasan Kalapas Perempuan Kelas III Ambon, Hesta Van Harling kepada media ini di ruang kerjanya, Senin 11 Mei 2026.
Menurut Hesta, program Literasi dalam rangka peningkatan dan pembinaan minat baca bagi warga binaan di Lapas Perempuan Kelas III Ambon sudah berlangsung selama.
”Program literasi dalam rangka peningkatan dan pembinaan minat baca di kalangan warga binaan telah berjalan selama ini di Lapas Perempua Kelas III Ambon, hanya saja dari ketersediaan buku masih sangat minim.
Selama ini stok buku bacaan yang kita miliki masih sangat minim sehingga dalam upaya peningkatan dan pembbinaan minat dan baca di kalangan warga binaan kita memakai sistim rotasi buku dari satu blok ke blok lainnya.
Jadi buku yang ada biasanya hari ini kita bagikan kepada penghuni Blok A misalnya, dan kesempatan diberikan selama kurang lebih tiga hari bagi warga binaan di dalam Blok tersebut untuk membaca, setelah itu buku-buku itu kita rotasi lagi ke Blok selanjutnya,” jelas Hesta.
Pada beberapa waktu kemarin, lanjut Hesta, pihak Lapas Perempuan Kelas III Ambon membangun kerjasama dengan Perpustakaan Provinsi Maluku untuk penambahan stok buku bagi warga binaan.
”Beberapa waktu kemarin kita sudah melakukan kerjasama dengan Perpustakaan Provinsi Maluku guna penambahan stok buku bacaan bagi warga binaan.
Upaya kerjasama itu disambut baik oleh pihak Perpustakaan yang mana saat ini sudah ada sejumlah buku bacaan yang disalurkan dengan sistim pinjam pakai dari Perpustakaan kepada kami.
Buku-buku dari perpustakaan ini dipinjamkan bagi kami selama kurun waktu tertentu dan apabila seluruhnya sudah dimanfaatkan oleh warga binaan, maka Buku-buku tersebut akan dikembalikan ke Perpustakaan kemudian diganti lagi dengan stok Buku yang lain,” ungkap Van Harling.
Hesta mengatakan, memang selama ini kita ingin memeiliki perpustakaan sendiri di Lapas Kelas III Ambon, hanya saja kita masih kekurangan ruangan sehingga saat in stok buku yang kita punya sendiri itu kita manfaatkan sedikit ruang di bahawa tangga naik ke lantai II untuk menampung stok buku milik Lapas.
Dirinya menambahkan, tujuan dari pada program literasi ini sangat bermanfaat sekali bagi warga binaan, karena lewat buku-buku tersebut warga binaan meningkatkan pengetahuan, tentang berbagai hal di dalam isi buku yang mereka baca.
Ada buku mengenai resep-resep masakan, ada buku pengetahuan umum, buku tentang agama dan buku lainnya yang isisnya menanamkan nilai positif bagi seluruh warga binaan selama menjalani binaan dalam Lapas.
”Dengan ketersediaan berbagai jenis buku yang ada saat ini diharapkan mampu meningkatkan minat baca dan pengetahuan serta pembentukan karakter bagi seluruh warga binaan agar kelak ketika mereka kembali ke dalam keluarga dan masyarakat mereka bisa mengaplikasikan itu dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Kalapas. (AT)
🌿 Konten Khusus Member & Bebas Iklan
Jadilah member aktif untuk membaca kelanjutan artikel ini dan nikmati pengalaman membaca tanpa iklan AdSense.












Komentar