Antisipasi El Nino dan Kemarau Panjang Distan Maluku Fokus Proyek Irpom

‎Ambontoday.com, Ambon.- Ancaman fenomena El Nino dan kemarau panjang bakal berdampak pada hampir semua wilayah di Indonesia. Hal ini tentu akan sangat berpengaruh pada lahan pertanian sehingga dibutuhkan langkah antisipasi dini untuk mengatasi kekeringan lahan.

‎Untuk itu, Kementerian Pertanian telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh daerah di Indonesia agar dapat menyiapkan langkah antisipasi untuk mencegah kekeringan lahan pertanian.

‎Menyikapi hal itu, Dinas Pertanian Provinsi Maluku telah mengambil langkah upaya pencegahan sejak dini terhadap ancaman fenomena El Nino dan kemarau panjang melalui proyek Irpom (irigasi perpompaan di sejumlah wilayah di Maluku.

‎Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Dr. Ilham Tauda, SP., M.Si melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan, Sofyan Marasabessy, SP., M.Si kepada wartawan di Ambon, Senin 10 Agustus 2026.

‎‎Menurut Sofyan, dampak dari fenomena El Nino dan kemarau panjang yang terjadi di wilayah Provinsi Maluku tidak bisa di hindari. Akibatnya, lahan petani sawah di Kabupaten Seram Bagain Timur dan beberapa tempat lainnya terjadi kekurangan air.

‎‎”Contoh yang terjadi sekarang di SBT bendungan Waimatakabo jebol sehingga sangat berdampak terhadap ketersediaan air untuk mengairi sawah.

‎‎Alhamdulilah, untuk mengantisipasi kekeringan pada areal sawah, ada satu proyek dari Kementan melalui Direktorat Jenderal Lahan Irigasi Pertanian yaitu Irigasi Perpompaan (Irpom) untuk mengatasi hal ini, walaupun dalam standar yang sederhana namun bisa membantu untuk mengairi sawah,” jelas Sofyan.

‎Secara administrasi proyek Irpom sudah berjalan di Kabupaten SBT dan Maluku Tengah telah dilakukan verifikasi lewat kabupaten dan proyeknya sudah dikerjakan bahkan sudah berfungsi untuk mengairi sawah.

‎‎Selain dia Kabupaten itu, ada kabupaten masih dalam proses pengeboran oleh pihak ketiga melalui swakelola secara langsung oleh petani, karena anggarannya langsung masuk ke rekening petani. Sedangkan untuk Kabupaten Buru progresnya sudah selesai 100 persen, papar Marasabessy.

Baca Juga  Jubir Covid RST Angkat Bicara Soal pasien Covid-19

‎‎Dikatakan, Proyek Irpom ini tidah hanya untuk lahan padi sawah tetapi juga untuk lahan padi gogo.

‎‎”Dinas Pertanian Provinsi Maluku selalu melakukan koordinasi, kolaborasi dengan lintas sektor seperti BRMP, BWS, Distan Kabupaten/Kota untuk mengantisipasi elnino,” ungkap Sofyan.

‎‎Secara keseluruhan Provinsi Maluku mendapat proyek Irpom sebayak 197 unit. Jumlah ini terbagi pada 11 kabupaten/kota dengan rincian. Kabupaten Maluku Tengah: 49 unit, Seram Bagian Timur: 35 unit, Seram Bagian Barat: 34 unit, Buru: 34 unit, Kota Ambon: 3 unit, Kota Tual: 10 unit, Maluku Tenggara: 10 unit, Kepulauan Tanimbar: 7 unit, Maluku Barat Daya: 5 unit danBuru Selatan: 10 unit.

‎‎”Prinsipnya bahwa, untuk mengantisipasi ancaman fenomena El Nino dan kemarau panjang, Distan Maluku tidak tinggal diam namun selalu berupaya membangun koordiansi serta kolaborasi dengan pihak terkait dalam menangani masalah elnino. Karena Dinas Pertanian Maluku sebagai sentra pembangunan pertanian sehingga selalu memonitor perkembangan pertanian di daerah yang terkait dengan peningkatan produksi, Luas Tambah Tanam (LTT) yang datanya ter-up date setiap minggu, serta mendukung swasembada pangan di daerah itu,” kata Sofyan.

‎‎Pekerjaan Proyek Irpom harus selesai selama kurang lebih empat bulan setelah diverifikasi dan hasilnya adalah sudah bisa mengairi lahan petani.

‎Dirinya berharap, dampak dari fenomena El Nino dapat diantisipasi dengan baik melaui proyek Irpom untuk mengatasi kerugian petani sehingga produktifitas petani menjadi meningkat.

‎‎“Kami selalu berkoordinasi dengan distan kabupaten/kota serta lembaga vertikal di Maluku, agar program Kementan yang sedang dilaksanakan di daerah itu manfaatnya dapat dirasakan oleh para petani,” tutupnya. (AT)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkini