21 Tahun YPT-RLS Berkarya Untuk Pendidikan Tinggi di Tanimbar
Saumlaki, ambontoday. com - Merenungi 21 tahun Yayasan Pendidikan Tinggi Rumpun Lelemuku Saumlaki (YPT-RLS), dalam perjuangan dan tekad serta niat lewat pendiri YPT-RLS Jordan Alexander Luturyali untuk memajukan dunia pendidikan di Tanimbar, dengan mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIA) Saumlaki pada tahun 2002.
Perjuangan pendiri YPT-RLS tidak sampai disitu saja, namun dengan gigih dan semangat yang jiwa pendidikan, perjuangan itu terjawab, dengan terbitnya izin pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Saumlaki (STIAS) pada tahun 2008.
Ulasan sejarah perjuangan itu disampaikan oleh Sekretaris YPT-RLS Oliver Srue dalam sambutannya, ulasan selanjutnya, pendiri yang kini telah dipanggil pulang oleh sang Khalis Tuhan Yang Maha Esa, dalam kondisi kesehatan yang sangat terpuruk, namun tidak mematahkan semangatnya untuk berjuang.
"Saya sangat terharu pada saat itu, dengan kondisi sakit namun semangat perjuangan pendiri sama sekali tidak patah, bahkan kunjungan pihak Kemenristek untuk pendirian Sekolah Tinggi Kejuruan Ilmu Pendidikan Saumlaki (STKIPS) yang berlokasi di kampus Lelemuku yang pada saat itu menggunakan gedung rumah sakit daera (RSUD) Ukurlaran yang dipinjam pakai dari Pemda Maluku TenggaraΒ Barat (MTB) pada saat itu, yang kini telah berubah nomenklaturnya menjadi Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT)," ujar Srue.
Dikatakan juga, dengan mengenang perjuangan pendiri yang tidak memandang kondisi kesehatan maupun apa menjadi halangan dalam membangun pendidikan di bumi Duan Lolat itu, perjuangan pendiri mesti jadi pegangan bagi kita yang sekarang menikmatinya.
Ketua Yayasan Polly Lalamafu di tempat yang sama mengatakan, niat tulus dan harapan besar dari pendiri YPT-RLS untuk melahirkan satu Universitas untuk masyarakat, generasi Tanimbar yang ingin menimbah ilmu di tingkat perguruan tinggi, terwujud sudah.
"Beliau sangat menginginkan untuk YPT-RLS memiliki Universitas, dan puji Tuhan, apa yang jadi keinginan beliau terwujud sudah, dan nama yang beliau sudah tetapkan yaitu nama yang sudah kita pakai yakni Universitas Lelemuku Saumlaki (Unlesa)," ungkap Lalamafu.
Lanjut Lalamafu, mengenang perjuangan pendiri, dari awal sangat menginspirasi, dan hal itu masih tertanam dan bermaterai dalam perjuangan YPT-RLS kedelapan untuk memajukan dunia pendidikan di bumi Duan Lolat itu.
"Satu hal yang beliau inginkan yakni, pendidikan Tinggi di kampus Lelemuku jangan sekali memberatkan mahasiswa, hal itu membuat sehingga biaya pendidikan di Unlesa sangat terjangkau dan agak murah dibandingkan dengan perguruan tinggi lain di Indonesia, dan untuk menciptakan sarjana yang handal dan berkualitas YPT-RLS memiliki tenaga pengajar atau dosen yang berkualitas dengan gelar Magister dan sudah memiliki sertifikat dan juga telah memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN)," pungkasnya.
Dikatakan juga, di usia ke 21 tahun YPT-RLS akan tetap memberikan yang terbaik bagi daerah ini dari sisi penanaman ilmu di berbagai bidang, sehingga tidak lagi anak Tanimbar yang harus keluar jauh dari Tanimbar untuk menuntut ilmu. (AT/RM)
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
HUT ke-39 Politeknik Negeri Ambon, Bodewin Dorong Sinergi dan Inovasi Perkuat SDM Maluku
2 weeks ago
Bimtek Rapor Pendidikan Digelar, Wali Kota Ambon Tekankan Data Jadi Kunci Perbaikan Mutu Sekolah
3 weeks ago
Bodewin Dorong Program Musik Diperluas Ke Semua Sekolah di Ambon
3 weeks ago
SMA Negeri 4 Ambon Rawat Pluralisme, Toleransi Agama Jadi Budaya Sekolah
1 month agoRekomendasi Untuk Anda
Panja DPRD Maluku Target 30 November Paripurna Penetapan 3 Calon Pj Gubernur
Oki Lama Diguncang "Politik Busuk", IMOLKA Desak Bupati La Hamidi Bertindak
Pengelolaan PT Tanimbar Energi Bak Perusahaan Pribadi
Lalamafu Kunjungi Simpatisan Di Desa Lauran, Serap Aspirasi
Alumni Fisip Desak Kejati Maluku Periksa Gedung Mangkrak Fisip UNPATTI Ambon