Dinilai Terbaik Dalam Indeks Kota Toleran,  Walikota Dianugerahi Penghargaan IKT 2020

 

Jakarta, Ambon

[contact-form][contact-field label=”Name” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Email” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Website” type=”url” /][contact-field label=”Message” type=”textarea” /][/contact-form]

today.com – Kota Ambon kembali dinilai sebagai salah satu Kota toleran terbaik di Indonesia berdasarkan penilaian yang dilakukan SETARA Institute bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri.(Kemendagri).

Berdasarkan hasil penilaian tersebut, SETARA Institute memberikan penghargaan kepada Walikota Ambon dianggap telah berhasil dalam memimpin Kota Ambon. Selain Walikota Ambon, penghargaan yang sama juga diberikan kepada 9 Walikota lainnya dalam acara Peluncuran dan Penghargaan Indeks Kota Toleran (IKT) 2020 yang berlangsung di Ballroom Ashley Hotel – Jakarta, Kamis (25/2/2021).

“Penghargaan kita berikan kepada 10 Walikota yang dinilai berhasil dalam memimpin wilayahnya maupun dalam hal kebijakan,” kata Irjen Kemendagri, Tumpang Haposan Simanjuntak saat memberikan sambutan dalam acara tersebut.

Irjen mengatakan, kesepuluh Walikota ini dalam kacamata Kementerian Dalam Negeri, tidak Mempunyai catatan-catatan khusus.
“Dalam kacamata Good Governance, kesepuluh Walikota ini tidak ada catatan khusus. Ini luar biasa,” demikian disampaikan Irjen Kemendagri.

Menurutnya, Apresiasi ini disampaikan Haposan karena 10 Walikota ini telah berhasil menjaga toleransi di kota yang dipimpin.

“Penghargaan yang diberikan SETARA yang merupakan lembaga independen, dilakukan melalui pendekatan ilmiah, survey kepuasan dan indikator-indikator lainnya, sehingga para pimpinan daerah yang mendapat penghargaan saat ini misalnya, merupakan para pimpinan yang teruji dan terbukti sangat baik dalam mengambil dan membuat kebijakan. Untuk itu, saya ucapkan selamat kepada kota yang menerima Award sebagai kota paling toleran di Indonesia,” kata Irjen.

Haposan berharap, keberhasilan ke sepuluh Walikota di indonesia dalam menjaga toleransi di daerah, bisa menjadi rujukan bagi daerah-daerah lain di dalam mendukung konsep toleransi dalam tatanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga  Berikut adalah versi berita serimonial dari rilis tersebut, dengan judul yang menarik: --- Pemkot Ambon Tegaskan Komitmen Penataan Pasar Batu Merah: Tidak Sekadar Menertibkan, Tapi Juga Mencarikan Solusi AMBON, 25 Juni 2025 — Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan bahwa penataan Pasar Batu Merah merupakan bagian dari komitmen serius dalam 17 Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, khususnya pada prioritas ke-4. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemkot Ambon, Ronald Lekransy, Rabu (25/6), dalam keterangan resminya kepada awak media. Lekransy menjelaskan bahwa kebijakan terkait Pasar Batu Merah telah melalui kajian yang matang dan komprehensif, dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan masyarakat, strategi penanganan, hingga dampak sosial dan ekonomi yang mungkin timbul. > “Penataan Pasar Batu Merah bukan keputusan yang diambil secara sepihak atau terburu-buru. Ini bagian dari strategi besar Pemerintah Kota dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya. Wali Kota Ambon, Bodewin Watimena, lanjut Lekransy, secara konsisten menekankan bahwa penataan pasar harus tetap berpihak kepada rakyat, terutama para pedagang kecil. Maka dari itu, dalam proses penertiban ini, pemerintah juga memikirkan solusi jangka panjang dan alternatif tempat yang layak bagi para pedagang. > “Tidak mungkin pemerintah mematikan ekonomi masyarakat. Kita tertibkan, tapi juga harus beri solusi. Ini soal keberlangsungan hidup para pedagang,” ujar Lekransy. Ia menambahkan, Pasar Batu Merah telah eksis sejak lama dan berkembang secara alami bersama dinamika kawasan Batu Merah. Oleh karena itu, upaya penataan tidak bisa dilakukan secara instan atau represif, melainkan secara bertahap dan terukur. Saat ini, Pemkot Ambon mengambil langkah penataan, bukan penertiban dalam arti sempit. Pedagang dilarang menempati badan jalan, namun sementara waktu diberi ruang di trotoar hingga pembangunan pasar dan solusi permanen disiapkan. Lekransy juga meluruskan pernyataan yang sempat beredar di media sosial dan beberapa media lokal, terkait tudingan bahwa Wali Kota Ambon kurang berani dalam menangani persoalan Pasar Batu Merah. > “Ini bukan soal nyali. Pemerintah punya strategi. Penanganan pasar ini mempertimbangkan aspek sosial untuk menghindari konflik, aspek ekonomi agar ekonomi tetap tumbuh, dan aspek keadilan agar semua warga merasa diperlakukan setara,” katanya. Ia menegaskan bahwa Pemkot terbuka terhadap kritik dan masukan, namun mengimbau agar penyampaian di ruang publik tetap menjaga nilai-nilai budaya ketimuran dan mengedukasi masyarakat secara positif. Sebagai penutup, Lekransy berharap seluruh pihak, termasuk DPRD, bisa bekerja sama dalam semangat kolaborasi untuk menciptakan solusi terbaik bagi masyarakat Kota Ambon. > “Kami berharap penataan pasar ini tidak hanya menjadi solusi sesaat, tapi menjadi langkah berkelanjutan menuju kota yang lebih tertib, adil, dan sejahtera,” tutupnya. --- Jika Anda menginginkan versi cetak, infografis, atau teks untuk media sosial juga, saya bisa bantu menyusunnya.

“Keseluruhan Walikota ini telah memimpin kotanya dengan baik dan mendapat Award dari Setara Institute yang merupakan lembaga independen dengan memakai sejumlah variable atau data,” tandas Haposan.

Kesepuluh Walikota terbaik itu antara lain, Walikota Salatiga,  Walikota Bekasi,  Walikota Sukabumi, Walikota Kediri, Walikota Ambon, Walikota Surabaya, Walikota Kupang, Walikota Tomohon, Walikota Manado, Walikota Singkawang, dan Walikota Salatiga. (AT-009)

Berita Terkini