Kolaborasi Kota Musik Dunia Dimulai dari Ambon, Direktur AMO Jadi Pembicara di Daegu Global Forum 2024

DAEGU, PPID – Direktur Ambon Music Office (AMO), Rony Loppies, berhasil menjadi salah satu pembicara dalam forum internasional Daegu Global Forum 2024 dan Daegu Workshop 2024 yang diselenggarakan di Kota Daegu, Korea Selatan, pada 10-11 Oktober 2024.

Pada kesempatan tersebut, Loppies menyampaikan materi dengan topik “Kolaborasi antar Kota-Kota Musik Dunia versi UNESCO,” yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, khususnya pada goal ke-17 mengenai kemitraan global.

“Berbagai kota musik dunia yang hadir sepakat untuk terus membangun masa depan kota dengan aksentuasi pada budaya dan kreativitas,” ujar Loppies dalam rilis resmi yang diterima oleh Tim Media Center, Sabtu (12/10/24).

Dalam paparannya, Loppies mengungkapkan bahwa kota-kota kreatif musik UNESCO mendukung penuh inovasi Sound of Green (SoG) yang diperkenalkan oleh AMO. Inovasi ini menggabungkan musik dengan kepedulian terhadap lingkungan, sejalan dengan pengejawantahan goal ke-13 dan ke-15 SDGs 2030 terkait perubahan iklim dan pelestarian ekosistem darat.

Lebih lanjut, Rony Loppies menjelaskan bahwa AMO juga tengah mempersiapkan ASEAN Music Cities Forum 2024 yang akan digelar di Kota Ambon pada 30 Oktober mendatang. Forum ini diharapkan menjadi platform tetap bagi kolaborasi kota-kota musik di kawasan ASEAN, dengan potensi untuk diperluas ke kawasan Asia Pasifik dan dunia.

“Forum ini akan menjadi wadah bagi kolaborasi antar kota musik di ASEAN yang dapat dikembangkan ke tingkat regional Asia Pasifik dan dunia,” jelasnya.

Loppies juga menegaskan komitmen AMO untuk terus membangun jejaring demi masa depan Kota Ambon yang berkelanjutan. Ia berharap kolaborasi antar kota musik dunia yang dimulai dari Ambon sebagai City of Music UNESCO akan terus mendorong perkembangan dan inovasi kota dalam menghadapi tantangan global.

Baca Juga  Berikut adalah versi berita serimonial dari rilis tersebut, dengan judul yang menarik: --- Pemkot Ambon Tegaskan Komitmen Penataan Pasar Batu Merah: Tidak Sekadar Menertibkan, Tapi Juga Mencarikan Solusi AMBON, 25 Juni 2025 — Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan bahwa penataan Pasar Batu Merah merupakan bagian dari komitmen serius dalam 17 Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, khususnya pada prioritas ke-4. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemkot Ambon, Ronald Lekransy, Rabu (25/6), dalam keterangan resminya kepada awak media. Lekransy menjelaskan bahwa kebijakan terkait Pasar Batu Merah telah melalui kajian yang matang dan komprehensif, dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan masyarakat, strategi penanganan, hingga dampak sosial dan ekonomi yang mungkin timbul. > “Penataan Pasar Batu Merah bukan keputusan yang diambil secara sepihak atau terburu-buru. Ini bagian dari strategi besar Pemerintah Kota dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya. Wali Kota Ambon, Bodewin Watimena, lanjut Lekransy, secara konsisten menekankan bahwa penataan pasar harus tetap berpihak kepada rakyat, terutama para pedagang kecil. Maka dari itu, dalam proses penertiban ini, pemerintah juga memikirkan solusi jangka panjang dan alternatif tempat yang layak bagi para pedagang. > “Tidak mungkin pemerintah mematikan ekonomi masyarakat. Kita tertibkan, tapi juga harus beri solusi. Ini soal keberlangsungan hidup para pedagang,” ujar Lekransy. Ia menambahkan, Pasar Batu Merah telah eksis sejak lama dan berkembang secara alami bersama dinamika kawasan Batu Merah. Oleh karena itu, upaya penataan tidak bisa dilakukan secara instan atau represif, melainkan secara bertahap dan terukur. Saat ini, Pemkot Ambon mengambil langkah penataan, bukan penertiban dalam arti sempit. Pedagang dilarang menempati badan jalan, namun sementara waktu diberi ruang di trotoar hingga pembangunan pasar dan solusi permanen disiapkan. Lekransy juga meluruskan pernyataan yang sempat beredar di media sosial dan beberapa media lokal, terkait tudingan bahwa Wali Kota Ambon kurang berani dalam menangani persoalan Pasar Batu Merah. > “Ini bukan soal nyali. Pemerintah punya strategi. Penanganan pasar ini mempertimbangkan aspek sosial untuk menghindari konflik, aspek ekonomi agar ekonomi tetap tumbuh, dan aspek keadilan agar semua warga merasa diperlakukan setara,” katanya. Ia menegaskan bahwa Pemkot terbuka terhadap kritik dan masukan, namun mengimbau agar penyampaian di ruang publik tetap menjaga nilai-nilai budaya ketimuran dan mengedukasi masyarakat secara positif. Sebagai penutup, Lekransy berharap seluruh pihak, termasuk DPRD, bisa bekerja sama dalam semangat kolaborasi untuk menciptakan solusi terbaik bagi masyarakat Kota Ambon. > “Kami berharap penataan pasar ini tidak hanya menjadi solusi sesaat, tapi menjadi langkah berkelanjutan menuju kota yang lebih tertib, adil, dan sejahtera,” tutupnya. --- Jika Anda menginginkan versi cetak, infografis, atau teks untuk media sosial juga, saya bisa bantu menyusunnya.

“Kolaborasi Kota Musik Dunia dimulai dari Ambon City of Music. Inisiatif ini akan terus menggerakkan kota ini agar berkembang dan berinovasi di tengah tantangan global,” pungkasnya.

Ditandaskannya, AMO terus membangun jejaring untuk kota Ambon yang berkelanjutan di masa depan.

“Kolaborasi Kota Musik Dunia Dimulai dari Ambon City of Music, akan terus menggerakkan kota ini agar berkembang dan berinovasi dalam menghadapi tantangan global,” harapnya. (MCAMBON)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkini