Kwarda Pramuka Maluku Gelar Vaksinasi Jelang Hut Pramuka Pada Agustus 2021

Ambon,Ambontoday.com- Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Provinsi Maluku menggelar Vaksinasi

dengan Target 50 orang .terhadap para anak atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) serta andalan pengurus dari Pramuka dan keluarga,menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka yang jatuh pada 14 Agustus 2021.

“Hari ini target vaksinasi kita sebanyak 50 orang,”ujar Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Maluku Widya Pratiwi Murad,kepada wartawan di kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Maluku, didampingi Sekretaris Kota Ambon Anthony G Latuheru, dan Kadis Kesehatan Kota Ambon dr. Wendy Pelupessy, Selasa (03/08/2021).

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Maluku Widya Pratiwi Murad Ismail menjelaskan menyambut hari pramuka ke-60 pihaknya melakukan kegiatan sosial yang disesuaikan dengan pandemi COVID-19.

“Vaksinasi terhadap para anak atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) serta andalan pengurus dari Pramuka dan keluarga, merupakan rangkaian kegiatan bulan Bakti Pramuka selama Agustus 2021, sekaligus menyambut HUT Gerakan Pramuka ke-60,”Kata istri Gubernur Maluku.

Widya menjelaskan “Vaksinasi ini kami lakukan mengingat saat ini wilayah kita masih dilanda pandemi Covid-19. Penyebaran virus belum selesai, sebab korban terpapar terus berjatuhan. Untuk itu, perlu ada upaya bersama guna memperoleh imunitas secara maksimal yang kemudian dapat memicu respon kekebalan dan menguatkan respon imun melalui suntikan vaksin.

Menurut Widya, program vaksinasi ini, tidak bertujuan untuk membuat seseorang menjadi kebal dan terbebas total dari Covid-19. Begitu juga dengan vaksinasi tak serta-merta menggantikan implementasi protokol kesehatan.

Karena itulah, kata dia, pelaksanaan vaksinasi harus tetap diringi dengan disiplin dalam menerapkan 5M, dan melanjutkan budaya 3T.

“Kita harus tetap berikhtiar dan waspada, karena itulah protokol kesehatan menjadi satu kewajiban yang harus kita patuhi dan kita laksanakan. Memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, mengindari kerumunan, dan membatasi mobilitas, baik saat ini, maupun setelah bapak dan ibu selesai menjalani vaksinasi,” jelasnya.

Baca Juga  Berikut adalah versi berita serimonial dari rilis tersebut, dengan judul yang menarik: --- Pemkot Ambon Tegaskan Komitmen Penataan Pasar Batu Merah: Tidak Sekadar Menertibkan, Tapi Juga Mencarikan Solusi AMBON, 25 Juni 2025 — Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan bahwa penataan Pasar Batu Merah merupakan bagian dari komitmen serius dalam 17 Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, khususnya pada prioritas ke-4. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemkot Ambon, Ronald Lekransy, Rabu (25/6), dalam keterangan resminya kepada awak media. Lekransy menjelaskan bahwa kebijakan terkait Pasar Batu Merah telah melalui kajian yang matang dan komprehensif, dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan masyarakat, strategi penanganan, hingga dampak sosial dan ekonomi yang mungkin timbul. > “Penataan Pasar Batu Merah bukan keputusan yang diambil secara sepihak atau terburu-buru. Ini bagian dari strategi besar Pemerintah Kota dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya. Wali Kota Ambon, Bodewin Watimena, lanjut Lekransy, secara konsisten menekankan bahwa penataan pasar harus tetap berpihak kepada rakyat, terutama para pedagang kecil. Maka dari itu, dalam proses penertiban ini, pemerintah juga memikirkan solusi jangka panjang dan alternatif tempat yang layak bagi para pedagang. > “Tidak mungkin pemerintah mematikan ekonomi masyarakat. Kita tertibkan, tapi juga harus beri solusi. Ini soal keberlangsungan hidup para pedagang,” ujar Lekransy. Ia menambahkan, Pasar Batu Merah telah eksis sejak lama dan berkembang secara alami bersama dinamika kawasan Batu Merah. Oleh karena itu, upaya penataan tidak bisa dilakukan secara instan atau represif, melainkan secara bertahap dan terukur. Saat ini, Pemkot Ambon mengambil langkah penataan, bukan penertiban dalam arti sempit. Pedagang dilarang menempati badan jalan, namun sementara waktu diberi ruang di trotoar hingga pembangunan pasar dan solusi permanen disiapkan. Lekransy juga meluruskan pernyataan yang sempat beredar di media sosial dan beberapa media lokal, terkait tudingan bahwa Wali Kota Ambon kurang berani dalam menangani persoalan Pasar Batu Merah. > “Ini bukan soal nyali. Pemerintah punya strategi. Penanganan pasar ini mempertimbangkan aspek sosial untuk menghindari konflik, aspek ekonomi agar ekonomi tetap tumbuh, dan aspek keadilan agar semua warga merasa diperlakukan setara,” katanya. Ia menegaskan bahwa Pemkot terbuka terhadap kritik dan masukan, namun mengimbau agar penyampaian di ruang publik tetap menjaga nilai-nilai budaya ketimuran dan mengedukasi masyarakat secara positif. Sebagai penutup, Lekransy berharap seluruh pihak, termasuk DPRD, bisa bekerja sama dalam semangat kolaborasi untuk menciptakan solusi terbaik bagi masyarakat Kota Ambon. > “Kami berharap penataan pasar ini tidak hanya menjadi solusi sesaat, tapi menjadi langkah berkelanjutan menuju kota yang lebih tertib, adil, dan sejahtera,” tutupnya. --- Jika Anda menginginkan versi cetak, infografis, atau teks untuk media sosial juga, saya bisa bantu menyusunnya.

Kegiatan vaksinasi yang dipusatkan di Dispora Maluku salah satunya Kwarda Maluku ingin bersilaturahmi dan melihat langsung juga mengetahui persiapan para anak PPLP sebelum berangkat ikut PON.

“Alhamdulillah target kami 50 orang, tetapi melebihi yakni 150. Ini menjadikan kepuasan dan kebanggaan karena Kwarda Maluku turut bantu pemerintah dalam penyebaran Covid-19 di Maluku,” tambah Widya.

Dengan kegiatan itu diharapkan bisa membantu mempercepat pemerintah dalam mencapai target vaksinasi.

Pemerintah menargetkan semakin banyak yang divaksin, maka herd immunity akan segera terbentuk dan wabah COVID-19 segera berakhir,” ujarnya.

Selain vaksinasi Kwarda Maluku juga ziarah kubur dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Kapahah Kecataman Sirimau Kota Ambon.

Kegiatan vaksinasi yang dipusatkan di Dispora Maluku salah satunya Kwarda Maluku ingin bersilaturahmi dan melihat langsung juga mengetahui persiapan para anak PPLP sebelum berangkat ikut PON.

Ia mengajak seluruh pihak untuk bergandengan tangan dan saling memahami, pandemi Covid-19 belum berakhir, sehingga masih banyak yang harus disosialisasikan kepada masyarakat.

Dia juga mengharapkan dukungan dari Pers untuk terus mensupport pemerintah dalam membantu memutus mata rantai Covid-19 di wilayah Maluku

Seterusnya, lanjut dia, pada 13 – 14 Agustus 2021 Kwarda Pramuka Maluku akan melakukan zoom meeting secara virtual bersama Kwarnas dalam rangka HUT Pramuka ke 60 tahun.(AT010).