AmbonToday
Menu Utama

Dugaan Korupsi Proyek Gedung FISIP UNPATTI Ambon, Alumni dan Mahasiswa Demo di Rektorat, Desak Rektor Evaluasi Pejabat Kampus

O

Oleh: Olvi

Saturday, 17 October 2026 | 01:16 WIT

Bagikan:
Dugaan Korupsi Proyek Gedung FISIP UNPATTI Ambon, Alumni dan Mahasiswa Demo di Rektorat, Desak Rektor Evaluasi Pejabat Kampus

Ambon today. com_AMBON Jumat 16 Oktober 2026 MAL — Mangkraknya pembangunan gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon kembali memicu kemarahan alumni dan mahasiswa. Mereka menggelar aksi demonstrasi di Rektorat Unpatti, mendesak pimpinan universitas segera bertanggung jawab dan membuka secara transparan persoalan proyek pembangunan gedung yang menelan anggaran lebih dari Rp1,36 miliar tersebut.

Proyek dengan nilai kontrak Rp1.360.001.318,61 itu ditandatangani pada 24 September 2024, dengan waktu pelaksanaan 99 hari kalender. Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Hulung Raya, dengan pengawasan PT Bina Karya Multi Struktur, menggunakan anggaran tahun 2024.

Namun, pembangunan yang ditargetkan rampung pada 2025 itu disebut belum menunjukkan progres berarti. Kondisi bangunan dilaporkan masih sebatas fondasi dan tiang, sehingga memunculkan pertanyaan serius mengenai pelaksanaan pekerjaan, pengawasan, serta pertanggungjawaban penggunaan anggaran.

MAHASISWA GERAM, BIAYA KULIAH MAHAL FASILITAS TERBENGKALAI

Dalam orasi demonstrasi, mahasiswa meluapkan kemarahan terhadap kondisi pembangunan gedung yang dinilai tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang dialokasikan.

Mereka menilai, mahasiswa telah membayar biaya pendidikan yang tidak sedikit. Karena itu, sudah seharusnya pihak universitas menjamin tersedianya fasilitas pendidikan yang layak, bukan membiarkan pembangunan gedung kampus terbengkalai tanpa penjelasan yang memadai.

Massa aksi juga mendesak Wakil Rektor IV Unpatti agar memberikan pertanggungjawaban secara terbuka terkait persoalan tersebut, sepanjang sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya.

Tak hanya itu, mahasiswa meminta Rektor Unpatti melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran wakil rektor, para dekan, serta pejabat kampus yang diduga memiliki keterkaitan dengan proyek tersebut.

Mereka bahkan mendesak agar pejabat yang terbukti lalai atau melanggar ketentuan diberikan sanksi tegas, termasuk pencopotan dari jabatan sesuai aturan yang berlaku.

ALUMNI DESAK APARAT PENEGAK HUKUM TURUN TANGAN

Desakan juga datang dari Ibrahim Kapailu, salah satu alumni FISIP yang sebelumnya menyoroti persoalan pembangunan gedung tersebut.

Kapailu meminta aparat penegak hukum (APH) memeriksa kontraktor pelaksana, pejabat pembuat komitmen (PPK), konsultan pengawas, serta pihak kampus yang memiliki tanggung jawab dalam proyek itu.

Menurutnya, pemeriksaan diperlukan untuk mengungkap penyebab terhentinya pembangunan, memastikan kesesuaian pekerjaan dengan kontrak, serta menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan dalam penggunaan anggaran.

Ia menegaskan, proyek bernilai miliaran rupiah yang tidak kunjung diselesaikan tidak boleh dibiarkan tanpa kejelasan pertanggungjawaban.

“Persoalan ini harus menjadi perhatian serius. Mahasiswa membayar biaya pendidikan yang tidak sedikit, tetapi pembangunan fasilitas kampus justru terbengkalai,” demikian inti kritik yang disampaikan terkait kondisi tersebut.

ALUMNI SEBUT ADA PERSOALAN LAIN, AKSI LANJUTAN DIJANJIKAN

Salah satu alumni FISIP yang juga merupakan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) FISIP, saat diwawancarai, menilai persoalan gedung mangkrak tersebut perlu dibongkar secara terbuka agar publik mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Ia menduga terdapat persoalan serius yang belum dijelaskan secara transparan oleh pihak kampus. Karena itu, ia mendesak pimpinan Unpatti tidak menutup mata dan segera memberikan penjelasan kepada mahasiswa serta masyarakat.

Menurutnya, persoalan di lingkungan kampus tidak boleh diselesaikan dengan diamnya para pejabat, melainkan harus dijawab melalui keterbukaan informasi dan pertanggungjawaban yang jelas.

Ia juga menyampaikan bahwa mahasiswa dan alumni berencana kembali menggelar aksi besar-besaran pada Senin mendatang untuk memperluas perhatian publik terhadap persoalan tersebut.

TRANSPARANSI DAN TANGGUNG JAWAB JADI TUNTUTAN

Mangkraknya pembangunan gedung FISIP Unpatti kini menjadi ujian ( O. l )

πŸ‘‹ Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.

πŸ’¬ 0 Komentar

πŸ“­ Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!

Topik Terkait: Berita AmbonToday