AmbonToday
Menu Utama
3067950727

Gubernur Dorong Muslimat NU Perkuat Peran Tangani Stunting dan Pemberdayaan UMKM

M

Oleh: Mozes

Saturday, 10 October 2026 | 01:19 WIT

Bagikan:
Gubernur Dorong Muslimat NU Perkuat Peran Tangani Stunting dan Pemberdayaan UMKM

Ambon, Media Center Maluku – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa mendorong Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Maluku untuk memperkuat kontribusinya dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat, terutama penanganan stunting, penguatan gerakan orang tua asuh, serta pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Hal tersebut disampaikan Gubernur saat membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) IV Muslimat NU Provinsi Maluku yang dirangkaikan dengan kegiatan penanganan stunting, gerakan orang tua asuh dan pemberdayaan UMKM, di Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Rabu (26/8/2026).

Menurut Gubernur, Konferwil tidak semata-mata menjadi forum organisasi untuk memilih dan menetapkan kepengurusan baru, tetapi harus menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan langkah strategis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

β€œKonferensi Wilayah bukan sekadar agenda organisasi untuk memilih dan menetapkan kepengurusan. Lebih dari itu, Konferensi Wilayah harus menjadi ruang konsolidasi gagasan, penguatan organisasi, evaluasi perjalanan, serta perumusan langkah strategis untuk menjawab berbagai persoalan umat, bangsa dan daerah,” kata Hendrik.

Ia menilai Muslimat NU memiliki posisi strategis karena kekuatan organisasinya menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput.

Peran tersebut dinilai penting dalam memperkuat ketahanan keluarga, mendidik generasi, meningkatkan kehidupan keagamaan, serta menggerakkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Karena itu, Gubernur mengapresiasi keputusan Muslimat NU Maluku yang mengintegrasikan agenda organisasi dengan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

β€œStunting bukan semata persoalan kesehatan. Ia adalah persoalan masa depan sumber daya manusia. Mengatasinya tidak bisa berjalan sendiri.

Ia membutuhkan gotong royong: pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, tokoh agama, hingga keluarga sebagai garda terdepan,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, Hendrik menegaskan pentingnya penguatan gerakan orang tua asuh sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial bersama. Pemerintah, kata dia, ingin memastikan setiap anak di Maluku mendapatkan hak untuk tumbuh sehat, memperoleh gizi yang cukup, mengakses pendidikan yang layak, dan memiliki masa depan yang baik.

Selain isu kesehatan dan perlindungan anak, Gubernur juga menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pengembangan UMKM. Ia berharap pelaku UMKM, khususnya yang digerakkan perempuan dan para ibu, dapat terus didorong untuk meningkatkan kapasitas usaha dan naik kelas.

β€œUMKM, khususnya yang digerakkan oleh perempuan dan para ibu, harus kita dorong untuk naik kelas.

Artinya: akses pembiayaan lebih mudah, pasar lebih luas, kualitas produk meningkat, dan pemanfaatan teknologi digital semakin masif,” tegasnya. (Diskominfo Maluku/AT) 

πŸ‘‹ Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.

πŸ’¬ 0 Komentar

πŸ“­ Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!