Gubernur Maluku Didemo, Diminta Tepati Janji Turun ke Negeri Haya
Haya bukan sekadar sebuah desa. Ia terletak di Kecamatan Amahai, berhadapan dengan Laut Banda yang biru membentang, dan bernaung di kaki Gunung Binaiyaβpuncak megah Pulau Seram yang menjadi saksi sejarah. Masyarakatnya lembut, sopan, dan ramah dalam keseharian.
Namun di balik tutur halus itu, tersimpan pendirian sekeras karang, teguh menjaga tanah, laut, dan hutan yang diwariskan leluhur. Dari desa inilah suara penolakan tambang menggema, menuntut gubernur agar tidak lagi bersembunyi di balik kata-kata. Aliansi Pemuda Baku Jaga Tanah menegaskan enam tuntutan yang harus segera dijawab.
Pertama, mendesak Gubernur Maluku segera turun ke Negeri Haya dan mengeluarkan rekomendasi pencabutan izin PT. Waragonda Mineral Pratama. βTidak ada ruang tawar-menawar.
Tambang harus tumbang, tambang harus tutup,β tegas para pendemo. Selain itu, massa menuntut pembebasan dua pemuda adat Negeri Haya, Ardi dan Hina, yang mereka sebut ditahan tanpa dasar hukum yang adil. βStop kriminalisasi masyarakat adat pejuang lingkungan,β teriak mereka dalam aksi.
Tuntutan lain adalah penghentian segala bentuk represi, pengakuan dan perlindungan wilayah adat berdasarkan prinsip hak asasi manusia serta hukum adat yang masih hidup, hingga desakan agar pemerintah mendorong pengesahan RUU Masyarakat Adat yang terus terbengkalai. Aksi ini menjadi peringatan keras bagi Hendrik Lewerissa. Massa menilai gubernur hanya pandai mengumbar janji, namun tak pernah hadir saat rakyat menjerit.
Negeri Haya menanti, sementara gubernurnya sibuk membangun citra di atas penderitaan masyarakat. βKalau Hendrik Lewerissa tidak turun ke Haya, itu bukti nyata gubernur lebih berpihak pada tambang ketimbang rakyatnya sendiri,β pekik orator aksi. Aliansi Pemuda Baku Jaga Tanah menutup dengan ultimatum: jika tuntutan mereka terus diabaikan, maka perlawanan akan semakin besar dan tak terbendung.
Negeri Haya, yang lembut namun keras dalam pendirian, kini berdiri di garis depan mempertahankan ruang hidupnya. Gubernur Maluku pun kini berada di ujung tandukβantara berpihak pada rakyat, atau tercatat dalam sejarah sebagai pemimpin yang ingkar janji. [Nar'Mar]
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Semarak HUT ke-81 RI, Maxim Gratiskan Perjalanan dengan 81 Mobil Berdekorasi Merah Putih di 19 Kota Indonesia
2 months ago
Dugaan Galian C Ilegal Mengarah ke Proyek RSUD Salim Alkatiri, LP-KPK Desak Polda-Kejati Usut Rantai Material
2 months ago
Antisipasi El Nino dan Kemarau Panjang Distan Maluku Fokus Proyek Irpom
2 months ago
Sambut HUT Ke-81 RI, MTs Ambon Gelar Beragam Lomba, Dorong Siswa Hadapi Tantangan Era Digital
2 months agoRekomendasi Untuk Anda
Ambon Bersatu Lawan Sampah Plastik: Menuju Zero Waste dengan Aksi Nyata dan Dialog Produktif
Brutal !!! Bergaya Preman Oknum TNI Kodim 1507 Saumlaki Pukul Warga, Masyarakat Tuntut PTDH dan Keadilan
Polres KKT Sertijab Dua Kapolsek dan Kasat Tahtim
Pasukan Ukraina Membalas Serangan Rusia: Menyerang Kembali Pangkalan Rudal di Kursk