
NAMROLE, Ambontoday.com – Alunan musik pop dan dangdut menggema di Tribun Alun-alun Kota Namrole, Jumat (17/7/2026), mengiringi semangat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Buru Selatan. Melalui Festival Vokal Solo Pop dan Dangdut, masyarakat diajak merayakan hari jadi daerah dengan semangat kebersamaan dalam balutan seni dan budaya.
Mengusung tema “Melalui Seni dan Budaya, Kita Bersatu Membangun Negeri”, kegiatan tersebut menjadi panggung bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat sekaligus mempererat persaudaraan melalui lantunan lagu.
Hadir dalam kegiatan itu Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Buru Selatan Ali Awan, Kepala BPS Kabupaten Buru Selatan, Ketua DPC PAPPRI Buru Selatan Fadli Solissa, dewan juri, para pejabat Pemerintah Kabupaten Buru Selatan, pengurus PAPPRI, peserta lomba, serta ratusan masyarakat yang memadati lokasi acara.
Mewakili Bupati Buru Selatan La Hamidi, Plt Sekda Ali Awan secara resmi membuka festival dengan membacakan sambutan Bupati. Dalam sambutannya, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Kabupaten Buru Selatan beserta seluruh panitia, sponsor, dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, perjalanan Kabupaten Buru Selatan yang kini memasuki usia ke-18 merupakan perjalanan panjang yang dibangun dengan semangat persatuan, kerja keras, serta komitmen seluruh elemen masyarakat.
“Delapan belas tahun bukanlah usia yang singkat. Berbagai tantangan telah kita lalui bersama dan berbagai capaian pembangunan berhasil diraih. Semua itu lahir dari semangat persatuan, gotong royong, dan tekad masyarakat untuk terus membawa Buru Selatan menjadi daerah yang semakin maju,” ujar Ali Awan membacakan sambutan Bupati.
Ia menegaskan bahwa seni bukan sekadar hiburan, melainkan media yang mampu mempererat persaudaraan, memperkuat identitas budaya, menumbuhkan kreativitas, serta membangun karakter generasi muda yang mencintai daerahnya.
Festival vokal solo ini, lanjutnya, diharapkan menjadi wadah lahirnya penyanyi-penyanyi berbakat yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Buru Selatan di tingkat provinsi hingga nasional.
Kepada seluruh peserta, pemerintah daerah berpesan agar mengikuti perlombaan dengan menjunjung tinggi sportivitas, memperkuat persaudaraan, dan menampilkan kemampuan terbaik. Festival ini diharapkan menjadi ruang belajar untuk mengembangkan potensi, bukan semata-mata mengejar gelar juara.
Pemerintah daerah juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung kegiatan seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing.
“Mari jadikan seni sebagai bahasa pemersatu yang memperkokoh kebersamaan dalam membangun Kabupaten Buru Selatan yang semakin maju, sejahtera, dan bermartabat,” pesannya.
Sementara itu, Ketua DPC PAPPRI Kabupaten Buru Selatan, Fadli Solissa, mengatakan festival tersebut merupakan salah satu program awal PAPPRI sejak terbentuk di Kabupaten Buru Selatan.
Ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Buru Selatan atas dukungan penuh sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.
“Tanpa dukungan pemerintah daerah, kegiatan ini tentu tidak akan dapat terlaksana. Untuk itu kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Bupati, Plt Sekda, serta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Buru Selatan yang telah memberikan perhatian besar terhadap perkembangan seni dan budaya di daerah ini,” ujar Fadli.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari berdirinya gedung-gedung megah atau infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia, pelestarian budaya, penguatan karakter generasi muda, hingga pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Seni dan budaya merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan. Musik bukan sekadar hiburan, tetapi media pendidikan karakter, media komunikasi sosial, media pelestarian budaya, sekaligus instrumen yang mampu mempererat persatuan masyarakat,” katanya.
Fadli menjelaskan, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan seni terbukti mampu meningkatkan kreativitas, disiplin, rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Karena itu, Festival Vokal Solo Pop dan Dangdut bukan hanya ajang mencari juara, melainkan proses pembinaan untuk melahirkan talenta-talenta baru yang memiliki kualitas, etika, serta kecintaan terhadap budaya bangsa.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang turut meramaikan festival. Menurutnya, kegiatan seni dan ekonomi kreatif merupakan dua sektor yang saling menguatkan.
“Ketika masyarakat datang menikmati pertunjukan seni, pada saat yang sama roda perekonomian lokal ikut bergerak melalui produk-produk UMKM. Inilah bentuk pembangunan yang menghadirkan manfaat sosial sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Fadli mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Buru Selatan untuk terus menjaga persatuan, menghargai perbedaan, menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, serta mendukung setiap kegiatan positif yang dapat mendorong kemajuan daerah.
Malam itu, ketika satu demi satu peserta melantunkan lagu di atas panggung, tepuk tangan penonton bergemuruh mengiringi setiap penampilan. Irama pop dan dangdut pun berpadu menjadi simbol kebersamaan, seolah menyampaikan pesan bahwa seni mampu menyatukan langkah masyarakat Buru Selatan untuk terus berkarya, menjaga persatuan, dan bersama-sama membangun negeri yang dicintai.
[ Nar’Mar ]
.















