
BURSEL, Ambontoday.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Buru Selatan menggelar kegiatan Pendidikan Kader sekaligus Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan Kecamatan Namrole dan Waesama, yang berlangsung di Penginapan Denis, Namrole, Senin (15/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Bendahara DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku Amin Buton, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buru Selatan Joleks Lesnussa anggota DPRD, Ketua DPRD Kabupaten Buru Selatan Madoly Umasangadji, anggota DPRD Buru Selatan Said Sabi, jajaran pengurus dan anggota DPC PDI Perjuangan Buru Selatan, serta pengurus dan anggota PAC PDI Perjuangan dari Kecamatan Namrole dan Waesama.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Dedikasi of Life yang dibawakan Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Namrole, Ronald Latbual. Selanjutnya, arahan Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku Benhur Watubun disampaikan oleh Bendahara DPD PDI Perjuangan Maluku, Amin Buton, yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan pendidikan kader dan Musancab tersebut.
Dalam kesempatan itu, Amin Buton menyampaikan pesan-pesan organisasi dari Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku terkait pentingnya menjaga soliditas partai, memperkuat konsolidasi kader hingga ke tingkat akar rumput, serta memastikan proses regenerasi kepemimpinan berjalan sesuai mekanisme partai.
Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku Benhur Watubun dalam arahannya yang disampaikan oleh Amin Buton menekankan pentingnya soliditas organisasi serta peran strategis ranting dan anak ranting sebagai ujung tombak kemenangan partai.
Menurutnya, Musancab bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus memilih pemimpin yang mampu menjaga kekompakan partai dan kedekatan dengan masyarakat.
“Apa yang terjadi hari ini sangat tergantung dari apa yang kita pikirkan dan lakukan kemarin. Begitu juga apa yang terjadi esok hari sangat ditentukan oleh apa yang kita lakukan hari ini,” ujar Amin Buton.
Ia juga mengingatkan kader agar berpegang pada tiga prinsip dalam memilih pemimpin organisasi. Pertama, apabila seluruh calon memiliki kualitas yang baik, maka pilihlah yang terbaik. Kedua, apabila terdapat pilihan antara yang baik dan yang kurang baik, maka pilihlah yang baik. Ketiga, apabila semua pilihan memiliki kekurangan, maka pilihlah yang paling sedikit kekurangannya.
“Organisasi tidak boleh kehilangan kepemimpinan. Karena itu, apa pun kondisinya, kader harus mampu menentukan pemimpin terbaik demi keberlangsungan organisasi,” tegasnya.
Amin Buton menjelaskan bahwa organisasi dibangun atas dasar kerja sama untuk mencapai tujuan bersama, bukan sekadar menjadi kumpulan orang tanpa arah perjuangan yang jelas. Karena itu, seorang pemimpin tidak hanya dituntut cerdas, tetapi juga mampu membangun kepercayaan dan hubungan yang baik dengan anggota organisasi.
Dalam arahannya, ia juga memberikan perhatian khusus terhadap peran ranting dan anak ranting. Menurutnya, hampir 90 persen kemenangan PDI Perjuangan ditentukan oleh kerja-kerja politik kader di tingkat bawah.
Ia mengingatkan pesan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar seluruh kader terus turun ke bawah dan hadir di tengah masyarakat.
“Ranting dan anak ranting adalah kekuatan utama kemenangan PDI Perjuangan. Prinsip perjuangan partai ini adalah berpihak kepada wong cilik,” katanya.
Menjelang penetapan kepengurusan hasil Musancab, Amin Buton meminta seluruh peserta menghormati dan mengamankan setiap keputusan yang dihasilkan melalui mekanisme organisasi.
Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada intervensi dalam proses pembentukan kepengurusan PAC karena seluruh keputusan berada di tangan peserta musyawarah sesuai aturan partai.
“Apapun yang diputuskan hari ini harus diterima secara bulat. Dasar pelaksanaan Musancab adalah Peraturan Partai Nomor 01 Tahun 2025. Tidak ada intervensi terhadap kepengurusan PAC. Semua ditentukan oleh ranting, anak ranting, dan mekanisme organisasi,” tegasnya.
Musancab tersebut digelar untuk menetapkan Ketua PAC terpilih beserta struktur kepengurusan baru PDI Perjuangan Kecamatan Namrole dan Waesama yang akan memimpin roda organisasi pada periode mendatang.
Kegiatan pendidikan kader dan Musancab ini diharapkan semakin memperkuat konsolidasi internal partai dalam menghadapi agenda-agenda politik ke depan sekaligus memperkokoh basis perjuangan PDI Perjuangan di Kabupaten Buru Selatan.
[Nar’Mar]
.




















