Rumah Orang Tua Anggota DPRD Busel Terbakar, Warga Bergotong Royong Padamkan Api

NAMROLE, Ambontoday.com – Sebuah rumah milik orang tua anggota DPRD Kabupaten Buru Selatan, Jainal Adoa dari Partai Amanah Nasional (PAN) dilalap si jago merah di Desa Labuang, Kabupaten Buru Selatan, Minggu malam sekitar pukul 19.00 WIT.

Peristiwa kebakaran tersebut sempat menggegerkan warga sekitar. Beruntung, saat kejadian tidak ada penghuni yang berada di dalam rumah sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Kepala Desa Labuang menjelaskan, saat kebakaran terjadi ibu pemilik rumah sedang berada di luar rumah bersama anaknya.

“Ibu korban berada di luar rumah bersama anaknya saat kejadian,” ujar Kepala Desa Labuang.

Menurutnya, kebakaran berhasil dicegah agar tidak merembet ke rumah-rumah warga lainnya berkat aksi cepat masyarakat yang secara spontan bergotong royong memadamkan api.

“Kami sangat bersyukur karena masyarakat bergerak cepat membantu memadamkan api. Kalau terlambat sedikit saja, rumah-rumah di sekitar kemungkinan besar ikut terbakar karena jaraknya sangat berdempetan,” katanya.

Akibat kebakaran tersebut, aliran listrik di sekitar lokasi sempat padam sehingga proses pemadaman dilakukan secara manual oleh warga dengan peralatan seadanya. Beberapa saat kemudian bantuan mobil tangki air tiba di lokasi dan turut membantu memadamkan sisa-sisa api yang masih berkobar.

Meski sebagian bangunan mengalami kerusakan akibat kebakaran, sejumlah barang berharga milik korban berhasil diselamatkan warga. Beberapa kotak penyimpanan dan barang penting lainnya berhasil diamankan sebelum api membesar.

Salah seorang saksi mata, Supriyadi, mengaku pertama kali mengetahui kebakaran setelah mendengar suara ledakan kecil yang disusul munculnya asap dari dalam rumah.

“Saat itu kami sedang duduk di depan rumah. Tiba-tiba terdengar bunyi seperti ledakan kecil. Yang membuat kami curiga adalah munculnya asap dari dalam rumah,” ungkap Supriyadi.

Baca Juga  Atlet Taekwondo Bursel Gondol 7 Medali Emas di Pangdam Cap 2021

Ia bersama rekannya kemudian berusaha memeriksa sumber asap dan mendapati api sudah mulai menyala di salah satu kamar bagian depan rumah.

“Kami langsung berteriak meminta air karena api sudah muncul di kamar depan. Setelah itu kami mengeluarkan sepeda motor yang berada di sekitar lokasi. Tidak lama kemudian api langsung membesar dan membakar bagian kamar,” jelasnya.

Terkait penyebab kebakaran, Supriyadi menduga api berasal dari korsleting listrik. Dugaan tersebut muncul setelah terdengar suara ledakan sebelum api terlihat membakar bagian rumah.

“Kalau menurut saya kemungkinan besar karena korsleting listrik. Sebab sebelum api muncul, terdengar bunyi ledakan kecil,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang. Sementara itu, kerugian materi akibat peristiwa tersebut belum dapat dipastikan.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk yang memiliki jarak rumah saling berdekatan.

[Nar’Mar]
.

Tinggalkan Balasan