HUT RI 81 Tahun di Tanimbar Gegerkan Peserta Upacara Akibat Beringin Tumbang 

Saumlaki, ambontoday.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI) di Kabupaten Kepulauan Tanimbar diwarnai insiden tumbangnya pohon beringin di samping Lapangan Mandwriak, Desa Sifnana, Kecamatan Tanimbar Selatan, Senin (17/8/2026).

Peristiwa itu mengagetkan ratusan masyarakat dan tamu undangan yang hendak mengikuti upacara pengibaran Bendera Merah Putih.

Pantauan ambontoday.com di lokasi, pohon beringin yang jaraknya sekitar 20 meter dari lapangan upacara tiba-tiba tumbang dan menimpa sejumlah kendaraan dan dua warga.

Tumbangnya pohon beringin itu, mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka, yakni Simon Saknosiwi, staf Protokoler Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dan Adolvina Layan (13), warga Desa Sifnana. Keduanya langsung dilarikan ke RSUD PP Magretti untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa itu terjadi sangat cepat, dan menggemparkan masyarakat yang sementara siap untuk mengikuti upacara bendara.

“Korban ada dua orang. Salah satunya cucu saya. Ada juga pegawai Pemda yang terkena,” ujar saksi di lokasi kejadian.

Dikatakan juga, proses evakuasi terhadap kedua korban dilakukan oleh warga dan tamu undangan yang berada di sekitar lokasi.

“Begitu pohonnya tumbang, semua orang langsung berlari untuk menolong korban dan dibawa ke RSUD dr.Ml Magretti,” ujarnya.

Sebelum pohon beringin Tumbang, kondisi cuaca juga tidak bersahabat alis angin kencang. Selain faktor cuaca, kondisi pangkal pohon yang diduga pernah terbakar juga menjadi salah satu penyebab pohon tidak mampu menahan terpaan angin hingga akhirnya tumbang.

Terjadinya peristiwa itu, bikan saja korban luka, peristiwa itu juga mengakibatkan kerusakan pada satu unit mobil Honda CR-V, satu unit sepeda motor Yamaha Scoopy, dua unit sepeda motor dinas Yonif 734/SNS jenis CRF, serta empat unit sepeda motor lainnya.

Baca Juga  DPRD KKT Tanggapi Keluhan Disdukcapil

Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Richie Laurens Anggito, menyayangkan insiden yang terjadi di tengah pelaksanaan peringatan HUT RI ke-81 tersebut.

“Kami mendoakan para korban agar segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” ungkap Anggito.

Anggito meminta pemerintah daerah melalui dinas teknis untuk melakukan evaluasi terhadap pohon-pohon besar yang berada di kawasan perkotaan, khususnya di sekitar fasilitas umum.

“Ke depan, dinas terkait harus lebih serius melakukan pengawasan terhadap pohon-pohon yang sudah tua atau berpotensi membahayakan masyarakat,” tegasnya.

Tambah Anggito, langkah pemangkasan pohon perlu dilakukan secara berkala oleh dinas yang berwenang agar tetap menjaga keindahan kota tanpa mengabaikan keselamatan masyarakat.

“Kalau bisa jangan langsung ditebang, tetapi dipangkas. Selain tetap terlihat indah, keselamatan masyarakat juga harus menjadi prioritas,” tambahnya.

Ia juga meminta PT Jasa Raharja untuk turut memperhatikan para korban, termasuk pemilik kendaraan yang mengalami kerusakan akibat peristiwa tersebut, dengan cara pendataan sejumlah kendaraan beroda empat maupun dua, dan juga korban luka-luka.

“Saya berharap Jasa Raharja juga dapat melihat kondisi para korban, termasuk kendaraan warga yang mengalami kerusakan akibat kejadian ini,” harapnya.

Sekedar tahu, aparat kepolisian telah memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara. Pemerintah daerah juga didorong untuk segera memangkas sisa cabang pohon yang masih berdiri guna mencegah terjadinya peristiwa serupa.

Bupati Richy Jauwerissa berharap, korban dari peristiwa itu, tidak mengalami cedera yang berat dan sekiranya dapat sembuh lewat penangan medis di Rumah Sakit.

“Semoga para korban cepat sembuh dan dapat melaksanakan aktifitas dengan baik, saya yakin bahwa pihak yang berwenang dalam penanganan kendaraan dan korban dapat disentuni,” harap Bupati. (AT/BT)

Baca Juga  Kungker Pangdam XVI/Pattimura di Batalyon 734 SNS dan Kodim 1507 Saumlaki

Tinggalkan Balasan