
Saumlaki, ambontoday.com – Pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-91 Gereja Protestan Maluku (GPM) berlangsung dalam suasana penuh syukur dan sukacita di halaman Gereja Sejahtera Saumalaki Sabtu, (22/8/2026). Perayaan tersebut menjadi momentum bagi seluruh warga jemaat untuk merefleksikan perjalanan panjang GPM sekaligus memperkuat komitmen pelayanan kepada jemaat dan masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Tanimbar Brampi Moriolkissu, dalam sambutannya disampaikan, peringatan HUT ke-91 tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi harus dimaknai sebagai kesempatan untuk memperbaharui semangat bersyukur dan melayani.
Ia mengajak seluruh warga Jemaat GPM Sejahtera Saumalaki untuk terus menghadirkan pelayanan gereja yang menyentuh kehidupan jemaat dan masyarakat, khususnya dalam menghadapi berbagai perkembangan dan tantangan pembangunan di daerah.
Menurutnya, semangat pelayanan juga harus diwujudkan dalam kesiapan masyarakat Tanimbar menyambut hadirnya Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Blok Masela. Kehadiran proyek tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kebersamaan, kesejahteraan, serta tanggung jawab terhadap lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat.
“Momentum HUT ke-91 ini harus menjadi kesempatan bagi kita untuk terus bersyukur dan melayani. Kita juga harus mempersiapkan diri menyambut berbagai perkembangan pembangunan, termasuk kehadiran PSN LNG Blok Masela, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” pesan Sekda.
Dikatakan juga, dalam berbagai macam perlombaan yang dilakukan jelang HUT ini, seluruh warga jemaat mesti melihat kebersamaannya, bukan juaranya, karena juara itu yang akan memisahkan kita.
“Ingat kala menang itu pertandingan, namun menjaga kebersamaan dalam tali persaudaraan kasih Allah itu yang lebih baik,” ujar Sekda.
Sementara itu, Ketua Klasis Tanimbar Selatan Pdt. Z. J. Slarmanat dalam sambutannya mengajak seluruh warga jemaat untuk kembali melihat sejarah panjang perjalanan GPM. Ia menekankan bahwa keberadaan GPM hingga mencapai usia 91 tahun merupakan hasil dari perjalanan sejarah yang panjang dan penuh dinamika.
Ia mengingatkan bahwa GPM memiliki sejarah penting dalam proses pelepasan kehidupan gereja dari pemerintahan kolonial Belanda hingga berkembang menjadi gereja yang mandiri dan terus hadir melayani umat di Maluku.
Perjalanan tersebut menjadi bagian penting yang harus terus diingat oleh generasi sekarang. Menurutnya, usia 91 tahun bukan hanya angka, tetapi merupakan bukti panjangnya perjalanan iman, pelayanan, dan perjuangan GPM dalam mendampingi warga jemaat.
Karena itu, HUT ke-91 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan jemaat, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memastikan gereja tetap hadir di tengah berbagai perubahan sosial dan pembangunan daerah.
Pencanangan HUT GPM ke-91 dengan tema “Bersyukur dan tekunlah bermisi dengan takut akan Tuhan” juga diharapkan mampu mendorong seluruh warga gereja untuk membangun kehidupan jemaat yang semakin mandiri, sejahtera, dan berakar kuat pada nilai-nilai iman.
Dengan semangat syukur dan pelayanan, GPM diharapkan terus menjadi bagian penting dalam perjalanan masyarakat Maluku, termasuk masyarakat Kepulauan Tanimbar, dalam menyongsong masa depan dan berbagai peluang pembangunan yang akan datang.(AT/BT)





















