Masyarakat Ngamuk Ulah Ketidakhadiran Presiden di Acara Groundbreaking LNG Blok Masela

Saumlaki, ambontoday.com – Di sela-sela kegiatan groundbreaking LNG Blok Masela, masyarakat Desa Lermatang meluapkan kemarahan mereka. Warga merasa kesal karena Presiden tidak hadir secara langsung dalam agenda Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut.Kekecewaan tersebut semakin memuncak lantaran masyarakat tidak diizinkan masuk ke tenda utama untuk mengikuti jalannya kegiatan.

Padahal, di dalam tenda utama terlihat masih banyak kursi yang kosong tanpa alasan yang jelas.Dalam aksinya, masyarakat mempertanyakan alasan di balik ketidakhadiran Presiden pada acara groundbreaking LNG Blok Masela ini.

Mereka mempertanyakan apakah Tanimbar bukan bagian dari Indonesia, ataukah Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Maluku, Pemda Kabupaten Kepulauan Tanimbar, pihak Inpex, serta SKK Migas yang lemah dalam berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

Selain itu, warga juga memprotes ketidaksiapan pihak panitia, Pemda Kepulauan Tanimbar, Inpex, dan SKK Migas. Hal ini dikarenakan masyarakat yang ingin menyaksikan acara groundbreaking secara virtual tidak difasilitasi dengan penyediaan layar atau sarana yang memadai.

“Pembangunan groundbreaking ini dilakukan di tanah kami, tetapi mengapa kami tidak dihargai sama sekali? Awas, jangan sampai pembangunan ini mengalami kendala ke depannya,” teriak salah seorang warga di lokasi acara.

Kapolres, Wakapolres Kepulauan Tanimbar, beserta Dandim 1507/Saumlaki langsung turun tangan untuk meredam kemarahan massa. Upaya tersebut berhasil dilakukan sehingga seluruh rangkaian acara groundbreaking LNG Blok Masela dapat berjalan lancar hingga selesai. (AT/BT)

 

 

 

Baca Juga  Ini Prediksi UPP Saumlaki Tentang Arus Balik Mudik Lebaran Nanti.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkini