Murad, Terima Kasih Para Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Ambon,Ambontoday.com – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Republik Indonesia (RI) Sabtu, 02 Mei 2020 kali ini dilakukan dengan cara yang sedikit berbeda di karena oleh pencegahan wabah Covid 19 yang sedang melandah dunia beberapa bulan terakhir.

Gubernur Maluku Murad Ismael menyampaikan pidato dalam rangka memperingati Hardiknas pada dinding Facebooknya Sabtu (02/05/2020), Majunya suatu bangsa di berbagai peradaban dunia baik dari zaman keemasan Romawi, Yunani, Reinesans Eropa, Jepang, Amerika, dan sekarang China, dimulai dgn kuatnya sistem pendidikan dan karakter anak muda.

Sudah saatnya kita bangkit dan berdiri, mencetak generasi emas dan unggul melalui pendidikan yang berkualitas.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional, 02 Mei 2020” ungkap Murad.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu Guru, baik yang berada di lembaga pendidikan formal, non formal, dan di lingkungan masyarakat.

“Terima kasih untuk semua guru di seluruh Daerah di Maluku, terkhususnya guru-guru yang telah mengabdikan hidupnya mengajari anak-anak kita di daerah-daerah pedalaman dan terpencil” ujar Gubernur.

Lanjutnya “Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, mencatat jasa kalian sebagai sedekah ilmu yang bermanfaat, dan pahala akan terus mengalir. Terima kasih!” tulisnya. (AT/Paet)

Baca Juga  Berikut adalah versi berita serimonial dari rilis tersebut, dengan judul yang menarik: --- Pemkot Ambon Tegaskan Komitmen Penataan Pasar Batu Merah: Tidak Sekadar Menertibkan, Tapi Juga Mencarikan Solusi AMBON, 25 Juni 2025 — Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan bahwa penataan Pasar Batu Merah merupakan bagian dari komitmen serius dalam 17 Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, khususnya pada prioritas ke-4. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemkot Ambon, Ronald Lekransy, Rabu (25/6), dalam keterangan resminya kepada awak media. Lekransy menjelaskan bahwa kebijakan terkait Pasar Batu Merah telah melalui kajian yang matang dan komprehensif, dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan masyarakat, strategi penanganan, hingga dampak sosial dan ekonomi yang mungkin timbul. > “Penataan Pasar Batu Merah bukan keputusan yang diambil secara sepihak atau terburu-buru. Ini bagian dari strategi besar Pemerintah Kota dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya. Wali Kota Ambon, Bodewin Watimena, lanjut Lekransy, secara konsisten menekankan bahwa penataan pasar harus tetap berpihak kepada rakyat, terutama para pedagang kecil. Maka dari itu, dalam proses penertiban ini, pemerintah juga memikirkan solusi jangka panjang dan alternatif tempat yang layak bagi para pedagang. > “Tidak mungkin pemerintah mematikan ekonomi masyarakat. Kita tertibkan, tapi juga harus beri solusi. Ini soal keberlangsungan hidup para pedagang,” ujar Lekransy. Ia menambahkan, Pasar Batu Merah telah eksis sejak lama dan berkembang secara alami bersama dinamika kawasan Batu Merah. Oleh karena itu, upaya penataan tidak bisa dilakukan secara instan atau represif, melainkan secara bertahap dan terukur. Saat ini, Pemkot Ambon mengambil langkah penataan, bukan penertiban dalam arti sempit. Pedagang dilarang menempati badan jalan, namun sementara waktu diberi ruang di trotoar hingga pembangunan pasar dan solusi permanen disiapkan. Lekransy juga meluruskan pernyataan yang sempat beredar di media sosial dan beberapa media lokal, terkait tudingan bahwa Wali Kota Ambon kurang berani dalam menangani persoalan Pasar Batu Merah. > “Ini bukan soal nyali. Pemerintah punya strategi. Penanganan pasar ini mempertimbangkan aspek sosial untuk menghindari konflik, aspek ekonomi agar ekonomi tetap tumbuh, dan aspek keadilan agar semua warga merasa diperlakukan setara,” katanya. Ia menegaskan bahwa Pemkot terbuka terhadap kritik dan masukan, namun mengimbau agar penyampaian di ruang publik tetap menjaga nilai-nilai budaya ketimuran dan mengedukasi masyarakat secara positif. Sebagai penutup, Lekransy berharap seluruh pihak, termasuk DPRD, bisa bekerja sama dalam semangat kolaborasi untuk menciptakan solusi terbaik bagi masyarakat Kota Ambon. > “Kami berharap penataan pasar ini tidak hanya menjadi solusi sesaat, tapi menjadi langkah berkelanjutan menuju kota yang lebih tertib, adil, dan sejahtera,” tutupnya. --- Jika Anda menginginkan versi cetak, infografis, atau teks untuk media sosial juga, saya bisa bantu menyusunnya.

Tinggalkan Balasan