Pelayanan Penjualan Tiket Oleh Pelni KKT Sangat Tidak Memperhatikan Prokes
Saumlaki, ambontoday. com - Ratusan Calon Penumpang KM.
Leuser dalam antrian panjang selama satu jam akibat molornya waktu yang ditentukan oleh pihak Pelni, dimana sesuai informasi yang dipancang pada jendala kaca pada loket penjualan tiket bahwa penjualan tiket akan dilayani pada Minggu, (23/1) jam 00.30 subuh dini hari.
Kondisi yang turut memprihatinkan sebagai akibat keterlambatan dan ketidak konsistenan pihak PELNI yang menangani penjualan tiket kapal ataukah kendala jaringan internet?, Hal ini mengakibatkan banyak keluhan dari masyarakat. Pantauan ambontoday. com, di Saumlaki terjadi pemadaman listrik secara total untuk perbaikan jaringan listrik mulai dari pagi hingga sore hari. Hal tersebut berdampak pada penjualan tiketΒ oleh pegawai Pelni yang dinilai tidak bisa menyesuaikan dengan waktu. "Kalaupun listrik dipadamkan dan jaringan internet turut tidak efektif digunakan mulai pagi hingga sore hari maka mestinya penjualan tiket pun jangan terlambatkan, bisa dibuka pada jam enam atau jam tujuh malam," ujar para calon penumpang yang merasa kelelahan antri untuk membeli tiket. Sangat disayangkan penjualan tiket baru akan dibuka pada jam 1.45, ini pertanda pelayanan Pelni semakin memburuk di bumi Duan Lolat, sehingga kinerja para pegawai Pelni perlu dievaluasi oleh pimpinan. Sangat disayangkan masyarakat pengguna jasa Pelni harus capai-capai mengantri. Mestinya pelayanan yang baik harus diefektifkan untuk pelanggan. Hingga berita ini dirilis belum pada setengah ketika loket dibuka belum juga ada pelayanan dari pihak petugas penjual tiket.Β Keluhan masyarakat tersebut kiranya dapat ditindaklanjuti pihak PT. Pelni, agar kondisi yang sama tidak lagi terjadi dikemudian hari.Β Kondisi yang terjadi Sama sekali tidak memperhatikan protokol kesehatan (Prokes), dimana masyarakat yang antri banyak yang tidak menggunakan masker dan juga sangat berdempetan, yang akan menimbulkan meningkatnya Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), mengingat Maluku sudah dinyatakan zona hijau namun KKT masih ada dalam zona merah, hal ini sangat riskan sehingga dibutuhkan perhatian serius juga oleh Pemda KKT dalam hal ini dinas perhubungan. (AT/tim)π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Gubernur Maluku Dorong PTMSI Fokus Pembinaan Atlet Muda dan Perkuat Prestasi Tenis Meja
1 week ago
Gubernur Maluku Jajaki Kemitraan Strategis dengan ASDP, Perkuat Konektivitas Laut Antar Pulau
1 week ago
Jemput Solusi di Kemendagri, Gubernur Maluku Pastikan Sengketa Tapal Batas Malteng-SBB Temukan Titik Terang
1 week ago
Peringati Hari Anak Nasional Ke-42, Pemprov Maluku Dukung Gerakan Nasional RANA
1 week agoRekomendasi Untuk Anda
Handojo : Waspada Penipuan Loker Mengatasnamakan Jasa Raharja
Karir Terang untuk 4 Shio di Bulan Mei 2025: Inilah Momen Emas
Jeritan Sunyi dari Timur Waesama: Harapan Akan Alat Berat Demi Jalan Kehidupan
Status Ganda Partai Lenda Noya Tak Bisa Disangkal