Vaksinasi Siswa Madrasah Perlu Digencarkan
βCapaian vaksinasi untuk siswa madrasah perlu ditingkatkan sehingga bisa menyelenggarakan pembelajaran tatap muka secara maksimal,β kata Siahay, Senin (17/1/2022) di Baileo Rakyat Belakang Soya. Siahay mengatakan, para siswa madrasah juga merupakan anak-anak yang perlu diperhatikan untuk dididik dalam proses belajar di sekolah. Namun tentunya Pemerintah Kota Ambon perlu melakukan sosialisasi yang intensif kepada orang tua.
βDengan dilaksanakan vaksinasi maka akan membentuk kekebalan tubuh dan juga semua sekolah bisa melakukan pembelajaran tatap muka,β pungkasnya. Seperti diberitakan, sebanyak 12.663 atau 39,98 persen anak usia 6-11 tahun di Kota Ambon sudah divaksin Covid-19 dalam 3 hari pelaksanaan vaksinasi massal. βKita berharap hari ini naik lagi, karena kemarin itu tinggal 01 menjadi 40 persen,β ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy kepada media ini di sela-sela kunjungan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Prabowo, Jumat (14/1/2022) meninjau vaksinasi massal anak 6-11 tahun di Tribun Lapangan Merdeka.
Selain di Tribun Lapangan Merdeka, kata Pelupessy, vaksinasi anak usia 6-11 tahun juga digelar di sekolah dan puskesmas. βJadi untuk yang belum vaksin bisa di sekolah dan juga di puskesmas terdekat,β ungkapnya. (AT-009)
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
HUT RI 81 Tahun di Tanimbar Gegerkan Peserta Upacara Akibat Beringin TumbangΒ
2 months ago
Tauda : Maluku Dapat Investasi 544 Miliar untuk Hilirisasi Peternakan
3 months ago
LPKA Ambon Lantik Pejabat Manajerial, Perkuat Tata Kelola dan Kualitas Layanan
3 months ago
LPKA Ambon Perkuat Komitmen sebagai Lembaga Ramah Anak Melalui Pengukuran Standar LPKRA
3 months agoRekomendasi Untuk Anda
Polanda : Cegah Penularan Covid-19, Rapid Antigen Itu Wajar
Masyarakat Naku Tolak Pejabat dan Calon Raja Yang Diusulkan
Siloam Hospital dan RSUP dr Johannes Leimena Teken PKS Bersama FKUI
MCW Ungkap Skandal Fee Rp87 Juta di Dinas Pendidikan BurseL: Diduga Jabatan Diperdagangkan, Integritas Dipertaruhkan