Yayasan Pohon Sagu Perkuat Pendidikan Karakter dan Pelatihan Digital di Maluku, Dorong Kolaborasi dengan Pemerintah
Salah satu program unggulan, Child Community Hero, telah berjalan sejak 2023 di sejumlah sekolah dasar di Kota Ambon, seperti SD Negeri Silale, SD Inpres Air Low, SD Negeri Hative Besar, CLC Rehoboth, hingga tahun ini dilaksanakan di SD Kristen Nania. "Program ini mengangkat tema Beta, Ale, Katong Semua Berharga. Selama tiga bulan anak-anak belajar mengenal diri sendiri, memahami orang lain, serta belajar memberi dampak positif bagi lingkungan," ujar Immanuel dalam wawancara, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, program tersebut lahir dari pengalaman tiga pendiri Yayasan Pohon Sagu yang pernah mempelajari pendidikan karakter di Universitas Kristen Petra Surabaya. Konsep tersebut kemudian diadaptasi agar sesuai dengan karakter dan budaya masyarakat Maluku. Selain pendidikan karakter, Yayasan Pohon Sagu juga aktif menggelar pelatihan digital bagi pemuda sejak 2023.
Program yang bekerja sama dengan British Council Indonesia itu bertujuan membekali peserta dengan keterampilan digital agar mampu memperoleh penghasilan melalui dunia digital. "Sudah ada beberapa peserta yang berhasil mendapatkan penghasilan setelah mengikuti pelatihan, meski jumlahnya masih kurang dari sepuluh orang," katanya. Yayasan juga memastikan pelatihan digital diberikan secara inklusif dengan melibatkan siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Ambon dan Kota Masohi.
Namun, Immanuel mengakui masih ada tantangan berupa rendahnya partisipasi sebagian orang tua yang belum percaya diri menyekolahkan anak penyandang disabilitas. Di bidang pengembangan masyarakat, Yayasan Pohon Sagu bekerja sama dengan Universitas Katolik Chile dalam menjalankan program kesehatan dan pendidikan. Dalam dua tahun terakhir, yayasan berhasil membangun sistem air bersih di salah satu dusun adat di Pulau Gorom serta dipercaya membangun 25 unit rumah di Desa Herlopauni, Seram Utara Barat.
Immanuel berharap pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan dan DPRD, dapat lebih membuka ruang kolaborasi dengan komunitas dan yayasan yang selama ini aktif mendampingi dunia pendidikan di Maluku. "Kami berharap bisa duduk bersama pemerintah dan DPRD untuk memberikan masukan terhadap arah pendidikan di Maluku. Kalau memungkinkan, kolaborasi itu bisa diperkuat melalui regulasi atau perda sehingga program-program pendidikan dapat berjalan secara berkelanjutan," ujarnya.
Seluruh aktivitas dan perkembangan program Yayasan Pohon Sagu, lanjut Immanuel, rutin dipublikasikan melalui akun media sosial resmi yayasan sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.( O. l )
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Dugaan Korupsi Di Fisip UNPATTI Ambon, Alumni Desak Rektor Jangan Diam
2 days ago
Diduga Kepala Toko BiG Star Gelapkan Gaju Karyawan, Dua Pekerja Perempuan Di Ambon Desak Pemerintah dan APH Bertindak
3 days ago
Cegah Karhutla, AMPG Maluku Ajak Masyarakat Jaga Hutan dan Lingkungan Ambon - Pengurus Daerah
3 days ago
Investigasi Ambon Today.com: Gedung Kuliah Fisip UNPATTI Mangkrak, Alumni Desak Kejati dan Polda Maluku Turun Tangan
6 days agoRekomendasi Untuk Anda
Dorong Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah, OJK Gelar Gebyar Safari Ramadhan
Usut Kasus KMP. Marsela, Diduga Kejati Maluku Masuk Angin Jahat
Pemdes Arui Das Menyerahkan BLT bagi 82 warga
Pekan Depan Fakultas HuKum UNPATTI Kerjasama Dengan Fakultas Hukum UnlesaΒ
Jumat Curhat // Polres Tanimbar