Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Pencairan BOK Menunggu Keterangan Saksi

Spread the love

Ambontoday.com – Kasus dugaan pemalsuan tanda tangan milik para pegawai oleh Kepala Puskesmas Wamsisi GU, yang telah di laporkan ke Polres Buru Selatan masih menunggu keterangan saksi.

Hal itu disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres BurselIptu Yefta Marson Malasa kepada media ini di Kantor Bupati BurseL waktu Lalu.

Diketahui, Kepala Puskesmas (Kapus) Wamsisi, Kecamatan Waesama Kabupaten Buru Selatan,GU, diduga memalsukan tanda tangan para pegawainya untuk mencairkan Anggaran BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) Tahun 2021-2022 senilai Rp. 1 Milyar lebih.

“Sedang menunggu keterangan dari saksi, cuman saksi berhalangan hadir, ujar Kasat Reskrim singkat.

Kepada media ini nara sumber yang meminta tidak sebut namanya mengakui bahwa saksi yang dipanggil oleh pihak polres untuk dimintai keterangan berhalangan hadir.

“Saksi berhalangan hadir karena orang tua saksi sedang sakit di Ambon,” jelasnya.

Dikatakan, jika saksi telah riba di Namrole maka akan memberikan keterangan kepada pihak Polres terkait dugaan pemalsuan tanda tangan Pencairan Dana BOK Puskesam Wamsisi Kecamatan Waesama.

“Kasus dugaan pemalsuan tandatangan ini tetap berlanjut, hanya saksi sedang berhalangan, laporan tetap jalan,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Puskesmas (Kapus) Wamsisi, Kecamatan Waesama Kabupaten Buru Selatan,GU, diduga memalsukan tanda tangan para pegawainya untuk mencairkan Anggaran BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) Tahun 2021-2022 senilai Rp. 1 Milyar lebih.

Anggaran milyaran tersebut diduga diselewengkan untuk pribadi, dan persoalan ini suda dilaporkan ke pihak penegak hukum Polres Buru Selatan.

Demikian disampaikan oleh salah satu nara sumber meminta namanya dirahasiakan oleh media ini di Namrole, Selasa 10/10/2023.

“Terkait dana BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) Puskesmas Wamsisi Kecamatan Waesama Kabupaten Buru Selatan,” jelas sumber mulai memberikan keterangan kepada media ini.

Baca Juga  Andre : Rekom Demokrat Bagi Calkada Tanimbar, Ini Catatan Kaki

Diungkapkan bahwa, dirinya akui Bantuan Operasional Kesehatan itu memang semuanya tanggung jawab Kapus (Kepala Puskesmas), selaku pengelola anggaran.

“Akan tetapi BOK itu dicairkan berdasarkan laporan dan tanda tangan dari para pegawai Puskesmas,” ujarnya.

Menurutnya, pencairan anggaran BOK harus berdasarkan laporan dari para pegawai seperti bukti Kwitansi dan SPPD secara lengkap barulah anggaran BOK dicairkan.

“Tetapi pada saat pencairan itu, dia tidak melibatkan para pegawai. Dia memalsukan tanda tangan para pegawai, hampir 90 persen untuk mencairkan dana itu,” ungkap sumber ini.

Dikatakan anggaran BOK tersebut ditandatangani oleh Kapus sendiri dengan cara memalsukan tanda tangan para pegawainya terhitung dari tahun 2021 atau triwulan terakhir tahun 2021.

“Sementara tahun 2022 dari Januari hingga Desember nihil, tidak ada sama sekali tanda tangan dari para pegawai,” sebut sumber.

Yang sangat disesali dari para pegawai terhadap Kapus selaku pimpinan kata sumber, apabila suda memalsukan tanda tangan para pegawainya berikanlah hak-hak para pegawai.

“Sangat disesali dari para pegawai, kalau kamu (Kapus) sebagai pimpinan, suda palsukan kami punya tanda tangan, kasikan kami punya hak,” ujarnya sesali.

Menurutnya, ada lebih baik pimpinan (Kapus) sebelumnya dibandingkan dengan Kapus saat ini.

“Kalau Kampus sebelumnya para pegawai mendapatkan hak-haknya , ini (sekarang) tidak,” ujarnya terlihat ada rasa kesedihan dari raut wajahnya.

Menurutnya lagi, mungkin untuk seluruh Indonesia yang paling menderita yang dialami oleh Tenaga Kesehatan hanya pada Puskesmas Wamsisi Kabupaten Buru Selatan.

“Wilayah pelayanan kesehatan kami sangat ekstrim, apalagi disaat musim hujan, kali-kali banjir semua,” ungkapnya.

Ditanya berapa nilai anggaran BOK tersebut sebut sumber sebesar Rp 1 Milyar lebih.

“Kasus ini suda masuk (laporan) ke polres, dan suda dimuka penyelidikan,” ungkap sumber,” ungkapnya lagi.

Baca Juga  Skandal MBG di Namrole: Belatung di Piring Siswa, Orang Tua Murka Pemda Diminta Bertindak

Dikatakan, para pegawai Puskesmas Wamsisi akan dipanggil oleh pihak Polres Buru Selatan untuk memberikan keterangan terkait persoalan ini.

“Kasus ini ada dugaan, ada intervensi dari luar agar persoalan ini tidak sampai pada proses hukum di kepolisian. Kalau hal ini, nanti saja saya sampaikan,”, tuturnya.

Kepala Puskesmas Wamsisi GU hingga berita ini dipublikasikan belum dapat di konfirmasi terkait persoalan ini. (Biro BurseL)

 

Berita Terkini