Ketua DPC GMPRI BurseL Kecam Temuan Makanan Bergizi Gratis yang Berulat

Spread the love

Ketua DPC GMPRI BurseL Kecam Temuan Makanan Bergizi Gratis yang Berulat

Ambontoday.com – Namrole – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat Indonesia (GMPRI) Kabupaten Buru Selatan, Akbar Latbual, menyuarakan kecaman keras atas temuan video yang beredar luas di media sosial, memperlihatkan adanya ulat di dalam makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan kepada siswa SMP Negeri 05 Namrole.

Dengan nada penuh keprihatinan, Akbar menegaskan bahwa peristiwa ini adalah tamparan moral bagi semua pihak yang semestinya menjamin kualitas makanan bagi anak-anak sekolah — generasi penerus daerah yang seharusnya disuguhi gizi, bukan jijik.

> “Kami mendesak Kapolres Buru Selatan untuk mengusut tuntas dugaan kuat adanya makanan tidak sehat dalam program MBG ini,” tegas Akbar.
“Kami juga meminta agar sumber ulat dalam makanan tersebut segera dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat.”

Lebih lanjut, Ketua DPC GMPRI itu menekankan pentingnya ketegasan dan keseriusan aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti kasus tersebut. Sebab yang dipertaruhkan bukan hanya wibawa pemerintah, tetapi kesehatan dan keselamatan anak-anak bangsa yang setiap hari menaruh harapan di meja makan sekolah.

Ia juga meminta pihak kepolisian untuk memantau setiap dapur pengelola program MBG, memastikan bahwa seluruh proses pengolahan dan fasilitasnya memenuhi standar kelayakan dan higienitas yang layak.

> “Kami mendorong agar Kapolres segera memanggil dan memeriksa pihak-pihak yang memberikan makanan berulat di SMP Negeri 05 Namrole,” ujar Akbar menutup pernyataannya dengan nada getir.

Dan di tengah sunyi kota kecil Namrole, di mana riuh tawa anak-anak seharusnya mengisi halaman sekolah, peristiwa ini menyisakan luka di hati masyarakat.
Mereka tak ingin program bergizi itu berubah menjadi program berisiko.
Mereka tak ingin nama “bergizi” hanya jadi label, sementara perut anak-anak menanggung duka dan rasa jijik.

Baca Juga  Soal 3 Persil Tanah EV, BPN Maluku Sodorkan Bukti Lain ke Ombudsman

Di bawah langit Buru Selatan, rakyat menatap dengan gelisah — menanti keberanian aparat untuk mengungkap siapa yang bermain di balik dapur-dapur yang kehilangan nurani.
Sebab bagi rakyat kecil, setiap suapan nasi di sekolah adalah doa untuk masa depan.
Dan bila doa itu dikotori ulat dan lalai, maka keadilanlah yang harus menyiapkan mejanya sendiri di hadapan publik.

[Nar’Mar]
.

Berita Terkini