Personil Kodim 1504/Ambon Ikut Binsiap Apkowil Puanter

Ambontoday.com, Ambon.- Kodim 1504/Ambon menggelar Pembinaan Kesiapan Aparat Komando Kewilayahan dan Kemampuan Teritorial (Binsiap Apkowil Puanter) triwulan I Tahun 2021 bertempat di Aula Makodim 1504/Ambon Jln. Selamet Ritadi No 1 Kota Ambon, Kamis (6/05/21).

Dalam Sambutan tertulis Dandim 1504/Ambon yang dibacakan Kasdim 1504/Ambon, Letkol Inf. M. Taha Fauth S.Ag menyebutkan, sebagai aparat kewilayahan (Apwil) diharapkan mampu meningkatkan kemampuan kerja, baik Komunikasi Sosial (Komsos) maupun pembinaan di wilayah.

“Jadikan kegiatan ini, sebagai barometer bagi kita selaku aparat kewilayahan mulai dari Danramil sampai Babinsa guna menunjang tugas pokok Kodim dengan tujuan sebagai bekal tugas pemberdayaan wilayah pertahanan darat melalui kegiatan metode Binter di lapangan sekaligus untuk meningkatkan kualitas dan produktifitas kerja,” jelas Dandim dalam sambutan tertulisnya.

Menurutnya, kegiatan hal ini juga merupakan bagian yang sangat penting bagi kesiapan seluruh aparat kewilayahan dalam menjalankan fungsi pembinaan teritorial sekaligus sebagai fungsi utama di TNI AD.

Lebih lanjut dikatakan, ada beberapa penekanan kepada para peserta untuk dijadikan pedoman dalam bertugas diantaranya, meningkatkan dan pelihara kesiapan sebagai aparat wilayah serta memantapkan kemampuan teritorial, meningkatkan kemampuan pemberian laporan kepada Komando atas agar dapat di tindak lanjuti serta mempelajari kembali materi-materi lima kemampuan teritorial, sikap teritorial dan metode pembinaan teritorial.

Adapun materi dan pemateri yang diberikan dalam kegiatan tersebut antara lain materi
materi Sikap Teritorial disampaikan oleh Letda Inf. M Jen Anjarang Danramil 1504-04/Salahutu dan materi Lima Kemampuan Ter disampaikan oleh Lettu Inf. Hamlek Lumamuly Danramil 1504-06/Nusaniwe.

Baca Juga  Berikut adalah versi berita serimonial dari rilis tersebut, dengan judul yang menarik: --- Pemkot Ambon Tegaskan Komitmen Penataan Pasar Batu Merah: Tidak Sekadar Menertibkan, Tapi Juga Mencarikan Solusi AMBON, 25 Juni 2025 — Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan bahwa penataan Pasar Batu Merah merupakan bagian dari komitmen serius dalam 17 Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, khususnya pada prioritas ke-4. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemkot Ambon, Ronald Lekransy, Rabu (25/6), dalam keterangan resminya kepada awak media. Lekransy menjelaskan bahwa kebijakan terkait Pasar Batu Merah telah melalui kajian yang matang dan komprehensif, dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan masyarakat, strategi penanganan, hingga dampak sosial dan ekonomi yang mungkin timbul. > “Penataan Pasar Batu Merah bukan keputusan yang diambil secara sepihak atau terburu-buru. Ini bagian dari strategi besar Pemerintah Kota dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya. Wali Kota Ambon, Bodewin Watimena, lanjut Lekransy, secara konsisten menekankan bahwa penataan pasar harus tetap berpihak kepada rakyat, terutama para pedagang kecil. Maka dari itu, dalam proses penertiban ini, pemerintah juga memikirkan solusi jangka panjang dan alternatif tempat yang layak bagi para pedagang. > “Tidak mungkin pemerintah mematikan ekonomi masyarakat. Kita tertibkan, tapi juga harus beri solusi. Ini soal keberlangsungan hidup para pedagang,” ujar Lekransy. Ia menambahkan, Pasar Batu Merah telah eksis sejak lama dan berkembang secara alami bersama dinamika kawasan Batu Merah. Oleh karena itu, upaya penataan tidak bisa dilakukan secara instan atau represif, melainkan secara bertahap dan terukur. Saat ini, Pemkot Ambon mengambil langkah penataan, bukan penertiban dalam arti sempit. Pedagang dilarang menempati badan jalan, namun sementara waktu diberi ruang di trotoar hingga pembangunan pasar dan solusi permanen disiapkan. Lekransy juga meluruskan pernyataan yang sempat beredar di media sosial dan beberapa media lokal, terkait tudingan bahwa Wali Kota Ambon kurang berani dalam menangani persoalan Pasar Batu Merah. > “Ini bukan soal nyali. Pemerintah punya strategi. Penanganan pasar ini mempertimbangkan aspek sosial untuk menghindari konflik, aspek ekonomi agar ekonomi tetap tumbuh, dan aspek keadilan agar semua warga merasa diperlakukan setara,” katanya. Ia menegaskan bahwa Pemkot terbuka terhadap kritik dan masukan, namun mengimbau agar penyampaian di ruang publik tetap menjaga nilai-nilai budaya ketimuran dan mengedukasi masyarakat secara positif. Sebagai penutup, Lekransy berharap seluruh pihak, termasuk DPRD, bisa bekerja sama dalam semangat kolaborasi untuk menciptakan solusi terbaik bagi masyarakat Kota Ambon. > “Kami berharap penataan pasar ini tidak hanya menjadi solusi sesaat, tapi menjadi langkah berkelanjutan menuju kota yang lebih tertib, adil, dan sejahtera,” tutupnya. --- Jika Anda menginginkan versi cetak, infografis, atau teks untuk media sosial juga, saya bisa bantu menyusunnya.