Harga Cabai Tinggi, Jelang Nataru Distan Maluku Rencana Bagikan Bibit Cabai Kepada Masyarakat
Ambontoday. com, Ambon. Tingginya harga Cabai di pasaran saat ini bukan hanya dikeluhkan oleh masyarakat Maluku khususnya kota Ambon, namun hal yang sama juga dirasakan hampir di seluruh daerah di Indonesia.
Namun Pemerintah tetap akan berupaya untuk menekan harga Cabai dipasaran.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, DR. Ilham Tauda, SP, M. Si melalui Kepala Bidang Perkebunan, Doni Lekatompessy, S.
P kepada wartawan di Ambon, Rabu 4 November 2026.
Menurut Lekatompessy, memang tingginya harga Cabai diakibatkan minimnya produksi atau panen di daerah sentra perkebunan Cabai yang ada di Maluku karena kondisi cuaca akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
“Tingginya harga Cabai ini diakibatkan minimnya produksi atau panen dari daerah sentra perkebunan Cabai sehingga para distributor juga mengalami kendala dalam memasok Cabai dari Maluku.
Kurangnya pasokan dari sentra produksi di Maluku mengakibatkan sejumlah distributor Cabai memasok dari luar Maluku seperti Makasar dan lainnya sehinga mempengaruhi harga Cabai di pasaran.
Kebutuhan Cabai di masyarakat tentu sangat tinggi, apalagi di bulan depan kita akan masuk pada moment Natal dan Tahun Baru (Nataru) sudah barang tentu kebutuhan akan Cabai di masyarakat akan sangat tinggi sementara ketersediaan produksi di Maluku menurun,” jelas Doni.
Untuk mengantisipasi hal itu, tentu pemerintah provinsi dalam hal ini Dinas Pertanian tidak tinggal diam, sejumlah langkah akan kita lakukan untuk memasok kebutuhan Cabai di Maluku khusunya jelang Nataru.
“Untuk mengantisipasi hal ini Dinas Pertanian Maluku juga mengimbau kepada petani Cabai di sentra-sentra produksi agar selalu sigap untuk melakukan penanaman manakala cuaca sudah mulai hujan, selain itu pemanfaatan pompa air juga disarankanuntuk mengairi tanaman Cabai.
Selain itu, Dinas Pertanian juga berencana untuk membagikan benih kepada masyarakat untuk dikembangkan di pekarangan rumah agar kebutuhan Cabai di masyarakat tidak bergantung sepenuhnya pada pasar.
Kita berencana kalau pertumbuhan benih yang sementara kita tanam ini baik maka, diupayakan di awal bulan Desember nanti kita akan melakukan pembagian benih kepada masyarakat untuk di tanam pada pekarangan ruma masing masing,” ungkapnya.
Untuk itu, lanjut Lekatompessy, masyarakat diimbau agar sedapat mungkin memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam Cabai ataupun Tomat dan lainnya. Pemanfaatan pekarangan untuk menanam sangat mengutungkan karena dapat mengurangi pengeluaran, tutupnya. (AT)
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Ini Upaya DKP Maluku Jamin Ketersediaan Produk Ikan dan Uji Mutu Bagi Program MBG
13 hours ago
Tak Bebani APBD, Pemprov Maluku Gandeng Bank Mandiri dan Bea Cukai Promosikan Potensi Wisata ke Dunia
2 days ago
Dari Kampus Untuk Maluku, Pemprov Ajak Lulusan Unoatti Hadirkan Inovasi dan Perubahan
2 days ago
Vanath Paparkan Tantangan Ekonomi Maluku, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
2 days agoRekomendasi Untuk Anda
Munadi Herlambang: Serahkan Sarana Pencegahan Kecelakaan Ke Polda Maluku
Persetujuan DPRD Tanimbar Jadi Kunci Penyidikan Penyertaan Modal Rp6,25 Miliar
Peringati HUT Bhayangkara Ke-78, Satlantas Polres KKT "Bedah Rumah" Warga.
Indey Beri Dukungan ke APH, Tuntaskan Laporan Dugaan Korupsi Di KKT