AmbonToday
Menu Utama

LSM Altar : Pembangunan Rumah Sakit Baru Harus Dipinggiran, Bukan Menumpuk di Kota Saumlaki

L

Oleh: Lamberth Tatang

Thursday, 5 November 2026 | 02:33 WIT

LSM Altar : Pembangunan Rumah Sakit Baru Harus Dipinggiran, Bukan Menumpuk di Kota Saumlaki

Saumlaki, ambontoday. com - Perdebatan soal lokasi pembangunan Rumah Sakit Baru di Kabupaten Kepulauan Tanimbar semakin panas. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Tanimbar Raya (Altar) dengan tegas menolak rencana pembangunan RS Baru yang kembali menumpuk di dalam Kota Saumlaki.

LSM Altar mendesak Pemerintah Daerah Kepulauan Tanimbar untuk berani mengambil keputusan besar: *Bangun Rumah Sakit Baru di Pinggiran, tepatnya di Kawasan RS Magretti Ukurlaran di Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan.* Tinggal pengembangannya saja.

"Bangun di kota lagi untuk apa? Kota Saumlaki sudah sesak. Kalau RS baru dibangun lagi di kota, itu bukan pembangunan, itu penumpukan.

Kita membangun untuk 30 atau 40 tahun ke depan, bukan untuk 5 tahun ke depan," tegas Anders Luturyali, Devisi Kebijakan Publik LSM Altar dalam konferensi pers di Saumlaki, Selasa (4/11/2026).

Menurut LSM Altar, ada 5 alasan kuat yang membuat Lauran jauh lebih layak ketimbang dalam kota. Dan 5 alasan ini bukan sekadar opini, tapi soal keadilan, soal uang rakyat, dan soal masa depan Tanimbar.

1. LAURAN LEBIH DEKAT DENGAN SEMUA KECAMATAN

Selama ini, warga dari kecamatan-kecamatan di Tanimbar harus menempuh perjalanan jauh, berjam-jam, bahkan menyeberang laut, hanya untuk sampai ke RS di Saumlaki. Banyak nyawa melayang di jalan, bukan karena penyakitnya tidak bisa disembuhkan, tapi karena RS-nya terlalu jauh.

Jika RS Baru dibangun di kawasan Ukurlaran Lauran, jaraknya menjadi jauh lebih adil bagi semua kecamatan.

Warga dari Tanimbar Utara, Tanimbar Selatan, Wuarlabobar, Kormomolin, Nirunmas, hingga Fordata, akan lebih cepat sampai ke Lauran ketimbang harus masuk jauh ke dalam Kota Saumlaki yang macet dan sempit.

Memang, diakui LSM Altar, Kecamatan Selaru mungkin akan terasa sedikit lebih jauh. Tapi secara keseluruhan, Lauran adalah titik tengah Tanimbar.

"Jangan ukur dari Kantor Bupati. Ukur dari kampung-kampung. Kalau diukur dari kampung, Lauran itu tepat," ujar LSM Altar.

"Orang sakit tidak butuh jalan yang ramai. Orang sakit butuh jalan yang cepat."

2. HARGA TANAH JAUH LEBIH MURAH, UANG RAKYAT BISA HEMAT MILIARAN

Harga tanah di dalam Kota Saumlaki saat ini sudah sangat mahal dan sudah dikuasai segelintir orang. Bahkan kita juga tau siapa mereka yang telah kuasai tanah di kawasan RS Magretti lama. Jika Pemda memaksakan bangun RS di dalam kota, maka sebagian besar anggaran APBD akan habis hanya untuk beli tanah.

Belum bangun gedung, uang sudah habis untuk beli tanah.

Berbeda dengan harga tanah di Lauran. Tanah di pinggiran masih luas, masih murah, dan masih bisa dibeli dengan harga wajar.

"Uang yang hemat dari pembelian tanah itu bisa dipakai untuk beli alat CT-Scan, beli alat cuci darah, beli ambulans, gaji dokter spesialis. Jangan habiskan uang rakyat hanya untuk beli tanah mahal di kota," tegas LSM Altar.

Membangun RS di pinggiran berarti membangun dengan otak dan hati, bukan dengan gengsi.

3. TANAH DI LAURAN MILIK BANYAK WARGA, BUKAN HANYA ORANG TERTENTU

Di dalam kota, tanah sudah dimiliki oleh orang-orang tertentu seperti yang sudah saya katakan. Jika RS dibangun di kota, maka yang untung hanya orang-orang itu saja. Harga tanah mereka naik, mereka dapat ganti rugi besar, mereka yang kaya.

Tapi di Lauran, tanah dimiliki oleh banyak warga biasa. Petani, nelayan, mama-mama, tokoh adat.

Jika RS dibangun di Lauran, maka manfaatnya menyebar. Banyak warga yang tanahnya dibeli dengan harga wajar. Banyak warga yang dapat pekerjaan.

Banyak keluarga yang ekonominya terangkat.

"Jangan bangun RS hanya untuk memperkaya satu dua orang di kota. Bangunlah RS untuk mengangkat banyak orang di pinggiran. Itu namanya keadilan sosial," kata LSM Altar.

Pembangunan tidak boleh hanya dinikmati oleh pemilik modal di kota. Pembangunan harus dinikmati oleh pemilik tanah di kampung.

4. RS BARU DI PINGGIRAN = PUSAT EKONOMI BARU TERBUKA

Rumah Sakit bukan hanya tempat orang sakit. Rumah Sakit adalah magnet ekonomi.

Di mana ada RS besar, di situ akan tumbuh: kos-kosan, rumah makan, warung, toko obat, apotek, ojek, kios pulsa, laundry, hingga perumahan pegawai.

Jika RS dibangun di Lauran, maka Lauran akan otomatis menjadi Pusat Ekonomi Baru, Pusat Central Baru bagi Tanimbar.

Saumlaki tidak akan lagi sesak sendiri. Akan ada kota baru yang tumbuh di pinggiran. Akan ada pemerataan.

"Jangan menumpuk semua di kota. Kota Saumlaki sudah tidak bisa napas lagi. Jalan sempit, air susah, tanah mahal.

Kalau semua ditumpuk di kota, kota akan meledak, kampung akan mati," ujar LSM Altar.

"Mari kita buka pusat ekonomi baru. Mari kita bangun dari pinggiran."

5. KITA MEMBANGUN UNTUK 30 ATAU 40 TAHUN KE DEPAN

Rumah Sakit bukan proyek 1 tahun. Rumah Sakit dibangun untuk 30 sampai 40 tahun ke depan. Anak-anak yang lahir hari ini, 30 tahun lagi akan berobat di RS itu.

Cucu kita akan lahir di RS itu.

Jika kita bangun di dalam kota yang sudah sempit hari ini, bagaimana 30 tahun lagi? Tidak ada lagi lahan untuk perluasan. Tidak ada lagi lahan untuk parkir.

Tidak ada lagi lahan untuk bangun gedung baru. Akhirnya RS akan sesak, kotor, dan tidak bisa berkembang.

Tapi jika kita bangun di Ukurlaran Lauran yang masih luas hari ini, maka 40 tahun ke depan RS itu masih bisa berkembang. Masih bisa tambah gedung bedah, tambah gedung anak, tambah helipad, tambah asrama dokter. Semua masih bisa.

"Pemimpin yang baik tidak berpikir untuk Pilkada 5 tahun ke depan. Pemimpin yang baik berpikir untuk anak cucu 40 tahun ke depan. Dan 40 tahun ke depan itu ada di Lauran, bukan di kota yang sudah sesak," tegas LSM Altar.

MARI MEMBANGUN DARI PINGGIRAN

LSM Altar mengajak seluruh masyarakat Tanimbar, tokoh adat, tokoh gereja, tokoh pemuda, dan DPRD untuk bersatu mendukung pembangunan RS Baru di Pinggiran. RS Magretti Ukurlaran di Lauran saat ini memiliki luas sekitar 2 ha. Tinggal ditambah 3 atau 4 ha sesuai kebutuhan.

"Ini bukan soal Lauran atau Saumlaki. Ini soal Tanimbar. Kalau Lauran maju, Saumlaki juga maju.

Kalau pinggiran terang, kota juga terang," tutup LSM Altar.

"Mari Membangun dari Pinggiran. Jangan Biarkan Tanimbar Hanya Maju di Kota Saumlaki."

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar belum memberikan keterangan resmi soal penetapan lokasi RS Baru tersebut. LSM Altar berharap Pemda segera membuka hasil kajian lokasi secara transparan kepada publik. (AT/BT)

πŸ‘‹ Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.

πŸ’¬ 0 Komentar

πŸ“­ Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!

Topik Terkait: Kab.KKT AmbonToday